Pariwara

Berau Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Keempat Beruntun, Target Level Madya Tahun Depan

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 286 Kali
Berau Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Keempat Beruntun, Target Level Madya Tahun Depan

Penyerahan penghargaan KLA secara virtual diikuti Bupati Berau, Sri Juniarsih. (istimewa)

Penghargaan diberikan kepada Berau karena komitmen tinggi memenuhi hak dan perlindungan anak.

Ditulis Oleh: PARIWARA
30 Juli 2021

kaltimkece.id Empat kali berturut-turut Berau menyabet penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Prestasi itu diraih pada 2017, 2018, 2019 dan 2020 yang diserahkan pada 2021 ini.

Penghargaan KLA ini diumumkan secara virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Dan diikuti 275 kabupaten secara nasional.

 “Alhamdulillah kita masih bisa mempertahankan penghargaan Kabupaten Layak Anak ini sejak 2017. Kami harapkan untuk tahun berikutnya juga masih tetap bisa mendapatkan penghargaan ini, bahkan bisa naik ke tingkat selanjutnya,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih, Kamis, 29 Juli 2021.

Penghargaan itu diberikan kepada Kabupaten Berau karena dinilai memiliki komitmen tinggi memenuhi hak dan perlindungan anak. Sebelumnya sudah dilakukan proses evaluasi yang dilakukan oleh tim kementerian, dengan mengacu 24 indikator, dibagi untuk 5 kategori yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA.

Sampai saat ini, Berau masih di tingkat Pratama. Tapi untuk tahun berikutnya ditarget bisa naik ke tingkat selanjutnya yakni Madya. “Dari hasil evaluasi juga kita sudah mengetahui indikator mana yang belum tercapai hingga mengganjal naik ke tingkatan lebih tinggi. Hal itu adalah Perda perlindungan anak,” ungkap Plt Kepala Dinas PPKBP3A Berau, Dahniar Ratnawati.

Dijelaskan Dahniar, saat ini yang sudah ada baru Perbup yang mengatur tentang hak dan perlindungan anak. Sehingga, pihaknya akan mengupayakan bagaimana agar perda bisa segera dibuat.

Untuk konsep perda itu sendiri diakuinya sudah ada. Pihaknya juga mendorong tim gugus tugas KLA segera membahas sehingga Perda Perlindungan Anak segera ditetapkan DPRD.

“Ini perlu dilakukan cepat karena merupakan salah satu faktor yang bisa menggerakkan ke lintas sektor, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media,” tambahnya.

Bahkan, dikatakannya lebih lanjut, DPPKBP3A juga sudah mencari formula bagaimana agar semua bisa berjalan beriringan, dengan koordinasi lintas sektor sebagai pendukungnya, agar semua indikator penilaian bisa tercapai di tahun 2022. Selain itu ada juga program kampung ramah perempuan dan layak anak yang sudah berjalan.

Indikator lain yang juga tak kalah penting dalam penghargaan ini adalah, bahwa provinsi yang bisa membentuk UPTD seluruh kabupaten kotanya. Memang untuk saat ini Kaltim belum masuk, tapi Berau sudah punya UPTD perlindungan perempuan dan anak.

Untuk 2021, kabupaten/kota yang menerima penghargaan KLA tahun 2020 sebanyak 275 kabupaten/kota. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 2019 yang hanya 249 kabupaten/kota. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar