Pariwara

BPBD Berau Salurkan Sembako ke Tujuh Kampung di Kelay, Zona Merah Jadi Prioritas

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 194 Kali
BPBD Berau Salurkan Sembako ke Tujuh Kampung di Kelay, Zona Merah Jadi Prioritas

Penyaluran bantuan sembako di Kelay. (istimewa)

Pendistribusian bantuan sementara diprioritaskan ke daerah zona merah Covid-19.

Ditulis Oleh: PARIWARA
23 Juli 2021

kaltimkece.id Tujuh Kampung di Kecamatan Kelay yang terisolasi akibat warganya terpapar Covid-19, mendapat distribusi sembako dari pemerintah daerah. Pendistribusian dilakukan langsung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Sembako yang diberikan kepada warga di tujuh kampung itu antara lain beras, minyak goreng, mi instan, dan telur.

Dikatakan Kepala BPBD Berau, Thamrin, bantuan itu merupakan gabungan dari pemerintah daerah dan sumbangan dari pihak ketiga. “Alhamdulillah, kami telah selesai mendistribusikan sembako untuk warga Kecamatan Kelay yang terpapar COVID-19 dan wilayahnya terisolasi,” ujarnya, Kamis, 22 Juli 2021.

Bantuan-bantuan itu diberikan untuk meringankan beban warga yang saat ini menjalankan isolasi mandiri setelah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Sebab, tidak ada aktivitas yang dilakukan warga dan penutupan akses masuk ke wilayah mereka menyebabkan stok kebutuhan pokok menjadi kurang.

Bukan hanya untuk wilayah Kelay, Thamrin juga menegaskan pendistribusian sembako bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri maupun warga kurang mampu terdampak PPKM Darurat dilakukan merata ke seluruh kecamatan.

“Habis dari Kelay kami distribusikan ke zona merah lain. Karena zona merah ini prioritas dulu. Setelah itu baru kita geser ke wilayah yang sebaran kasusnya masih rendah,” bebernya.

“Bantuannya juga sama seperti di kota maupun di Kelay. Paling utama beras, telur, dan mi instan,” tambahnya.

Kendati BPBD Berau juga menyediakan sembako bagi warga terdampak Covid-19, Thamir secara terbuka tetap menerima donasi atau sumbangan pihak yang ingin berpartisipasi meringankan beban warga. Sumbangan yang diutamakan memang kebutuhan pokok atau makanan yang tidak mudah busuk.

“Kami harap partisipasi pihak ketiga ini akan terus hadir, karena penyebaran kasus ini masih terus terjadi,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar