Pariwara

Cerahkan Masa Depan Pertanian, DPR dan Pemkab Bagi-Bagi Alsintan kepada Petani Kukar

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 160 Kali
Cerahkan Masa Depan Pertanian, DPR dan Pemkab Bagi-Bagi Alsintan kepada Petani Kukar

Traktor pengolah tanah, salah satu bantuan yang diberikan kepada petani Kukar. (foto: aldi budiaris/kaltimkece.id)

Sektor pertanian memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Sejumlah petani Kukar pun mendapatkan alat pertanian gratis.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
27 Oktober 2021

kaltimkece.id Sejumlah petani Kutai Kartanegara bisa tersenyum. Kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sudah lama dinantikan akhirnya datang juga. Harapan munculnya generasi muda petani pun dipanjatkan.

Selasa, 26 Oktober 2021, di Balai Benih Pembantu Tanaman Pangan, Kecamatan Loa Kulu, Pemkab Kukar menyerahkan bantuan sebanyak 20 unit alsintan kepada 11 perwakilan petani Kukar secara cuma-cuma. Bantuan tersebut berupa satu unit traktor pengolah tanah, empat unit traktor tangan, empat unit pompa air, satu unit rice transplanter, dan 10 unit hand sprayer elektrik. Alat-alat ini berasal dari aspirasi anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim, Hetifah Sjaifudian.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dari Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar, Muhammad Rifani, menjelaskan, para petani memang sangat membutuhkan alsintan. Pasalnya, alsintan yang ada saat ini sangat minim. Jumlahnya disebut tidak sesuai dengan area pertanian Kukar yang terluas di Kaltim.

Kukar memiliki lima kawasan terpadu pertanian. Di antaranya adalah Sebulu-Muara Kaman dengan luas kawasan pertanian terpadunya 1.520 hektare. Di Tenggarong Seberang ada dua kawasan terpadu pertanian, luasnya sekitar 1.650 hektare dan 2.160 hektare. “Semua kawasan terpadu ini saling mendukung,” jelas Muhamad Rifani kepada kaltimkece.id.

_____________________________________________________PARIWARA

Sebelum menyerahkan bantuan alsintan, sambung dia, Distanak Kukar lebih dulu melakukan asesmen kepada para petani dan kelompok tani. Ini dilakukan agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani. Program yang diusung pemerintah dan DPR ini bertujuan menjaga dan meningkatkan produktifitas hasil pertanian. Selain itu sebagai upaya meningkatkan minat milenial terhadap pertanian.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah yakni fokus pembangunan pertanian berbasis kawasan,” terang Rifani.

Pada kesempatan berbeda, Hetifah Sjaifudian menyampaikan, penyaluran bantuan alsintan ini sebagai bentuk kepedulian DPR terhadap sektor pertanian yang belakangan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kaltim yang dihimpun Hetifah, hasil pertanian berada di peringkat kedua sebagai penyumbang pendapatan daerah terbanyak. Peringkat pertamanya adalah batu bara.

“Pada masa pandemi ini, justru sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan,” ungkap perempuan berkerudung itu.

Hetifah berujar, pertanian Kaltim, khususnya Kukar, bisa menjadi penopang ekonomi daerah di masa depan. Dia memastikan DPR dan pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk sektor pertanian. Semua hal yang menghambat pembangunan pertanian dipastikan segera diatasi. Termasuk masalah generasi petani, akan dicarikan solusi.

“Kuncinya di teknologi. Walaupun tanah kita terbatas tapi dengan teknologi kita bisa lebih produktif,” ucap wakil ketua Komisi X DPR RI itu. Dia pun berharap dengan adanya tambahan alsintan ini bisa memotivasi para pemuda untuk terjun ke sektor pertanian.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Muhamad Rustam dari Gabungan Kelompok Tani Maju Bersama Sejahtera, adalah salah satu penerima bantuan alsintan. Lelaki 65 tahun ini menyatakan, bantuan yang diberikan berupa satu unit traktor tangan sangat membantu kinerja kelompoknya dalam bertani.

Rustam mengaku sudah menjadi petani padi selama 21 tahun. Mengolah pertanian, ia hanya mengandalkan satu unit traktor tangan yang dibeli pribadi. Akan tetapi, alat tersebut tidak hanya dipakai satu orang. Ada 200 orang dari 36 kelompok tani yang juga menggunakan unit tersebut. Celakanya, traktor tangan yang berusia 10 tahun itu sudah sering macet-macetan.

“Makanya, kami bersyukur sekali mendapat bantuan alat ini karena harganya cukup mahal untuk kami,” ucap Rustam kepada kaltimkece.id. (*)

Editor: Surya Aditya

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar