Pariwara

Erick Thohir Luncurkan Holding dan Subholding yang Menjadi Kekuatan Baru PLN

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 179 Kali
Erick Thohir Luncurkan Holding dan Subholding yang Menjadi Kekuatan Baru PLN

Kementerian BUMN meluncurkan Holding dan Subholding PLN. FOTO: ISTIMEWA

PLN kini memiliki empat subholding yang akan membuat perusahaan listrik itu semakin perkasa.

Ditulis Oleh: PARIWARA
Jum'at, 23 September 2022

kaltimkece.id Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN meluncurkan Holding dan Subholding PT PLN (Persero) pada Rabu, 21 September 2022. Upaya ini akan membuat PLN menjadi perusahaan energi berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The New PLN 4.0 Unleashing Energy and Beyond.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, terbentuknya Holding dan Subholding ini membuat PLN kini mempunyai empat subholding yang akan membawa perusahaan menjadi semakin kokoh dan cekatan dalam pengembangan usaha. Keempat subholding tersebut adalah PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara Power (generation company pertama), PLN Indonesia Power (generation company kedua), dan PLN ICON Plus.

Masing-masing subholding ini memiliki peran strategis dalam pengelolaan aset-aset negara yang selama ini menjadi lini depan operasional PLN dalam memproduksi listrik. Keempat subholding akan tetap saling terkoneksi, terutama dalam memaksimalkan rantai pasok bisnis PLN pada masa depan.

“PLN terus melakukan transformasi untuk mengoptimalkan fungsi PLN sebagai jantungnya Indonesia dalam mengelola usaha ketenagalistrikan dengan mengubah proses bisnis menjadi lebih lincah, cepat, dan trengginas. Selai itu, memastikan elektrifikasi berjalan lancar dan menjadi pioneer dalam energi listrik berwawasan lingkungan pada masa depan,” ka Darmawan.

Dengan adanya holding dan subholding ini, sambung dia, aset-aset pembangkitan PLN yang kini tersebar di sejumlah lokasi akan dikonsolidasikan. Proses bisnis pengelolaan pembangkitannya pun akan disederhanakan. Pemanfaatan aset yang tadinya belum maksimal akan semakin dioptimalkan.

Konsolidasi aset pembangkitan ini membentuk dua Subholding GenCo yang akan menjadi generation company terbesar se-Asia Tenggara, yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power. “Kami juga membentuk dua entitas bisnis baru, renewable energy dan geothermal, sebagai komitmen PLN mengakselerasi transisi energi menuju energi bersih masa depan,” beber Darmawan.

Begitu pula pengelolaan energi primer, kata dia, bakal dikonsolidasikan dalam subholding PLN Energi Primer Indonesia. Pengadaan batu bara yang tadinya tersebar di lima titik akan dikonsolidasikan di satu titik agar lebih efektif dan efisien.

“Dan untuk mendukung transisi energi, kami bangun core kompetensi baru dalam energi berbasis biomassa. Dengan struktur baru ini, pengadaan energi primer tidak hanya meningkatkan keandalan tapi membangun value creation yang besar bagi PLN,” paparnya.

Terakhir, PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau beyond kWh yang bekonsolidasikan dalam subholding PLN ICON Plus. Aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan kelistrikan bakal dikembangkan untuk layanan beyond kWh.

“Ada layanan internet, ada PLN market place, ada EV charging, baterai swap, sistem charge-in, rooftop, ListriQu, dan lainnya. Super aplikasi kami, New PLN Mobile, menjadi ujung tombaknya,” papar Darmawan.

Di sisi lain, PLN, yang menjadi holding, bisa berfokus terhadap hal yang lebih strategis seperti pengelolaan dan pengembangan portofolio bisnis. Lini bisnis transmisi, distribusi, dan pemasaran listrik, juga dikelola oleh PLN holding untuk peningkatan dan perluasan layanan pelanggan.  

“Karena sudah ada subholding, maka PLN holding akan fokus dalam pengembangan portofolio, perluasan pelanggan, serta meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujar Darmawan.

Dengan holding dan subholding ini, Darmawan meyakini proses bisnis PLN menjadi lebih efektif dan efisien. Utilitas aset juga menjadi lebih optimal. Core competency serta technical skills menjadi lebih fit dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Termasuk corporate culture, akan menjadi lebih produktif dan profesional. Struktur organisasi yang tadinya statis menjadi dinamis. Transisi energi pun akan menjadi lebih terakselerasi.

“Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) mengingatkan, jangan sampai hak pegawai PLN dikurangi. Kami siap melaksanakan. Dalam holding subholding ini justru membuka pengembangan pegawai yang lebih luas,” kuncinya. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar