Pariwara

Jaga Eksistensi Pertanian, Pemkab Kukar Kemukakan Pembangunan 120 Embung

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 279 Kali
Jaga Eksistensi Pertanian, Pemkab Kukar Kemukakan Pembangunan 120 Embung

Pemkab Kukar bakal membangun 120 embung hingga 2024. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Sebanyak 3.600 petani bakal mendapat manfaat pembangunan embung tersebut.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
06 Juli 2021

kaltimkece.id Kutai Kartanegara adalah salah satu penyumbang hasil pertanian padi sawah terbesar di Kaltim. Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada 2020, kabupaten tersebut menyumbang 47 persen produksi beras di provinsi ini. Tanaman hortikultura lain seperti bawang, cabai, tomat, dan mentimun juga komoditas unggulan Kukar.

Menjaga eksistensi pertanian Kukar lima tahun ke depan, Bupati Edi Damansyah memastikan sektor tersebut terakomodasi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Satu di antara program dikemukakan yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur usaha tani di sejumlah kecamatan.

Salah satu yang gencar dikerjakan pembangunannya adalah embung atau kolam penampung air. Berfungsi menunjang sektor pertanian setempat lewat pengairan padi sawah dan komoditas pertanian lainnya.

Pemkab Kukar menargetkan pembangunan 120 embung hingga 2024 mendatang. Juga dimaksudkan menghindarkan kabupaten ini dari krisis pengairan serta menjaga stabilitas usaha tani di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sutikno, mengatakan bahwa program pembangunan embung tersebut telah sesuai RPJMD yang menjadi satu di antara visi misi bupati periode 2021-2024. Dari 120 yang direncanakan, ada 89 wilayah menerima manfaat embung yang telah tahap pemetaan lokasi. Juga dilakukan verifikasi data bagi kelompok tani yang akan menerima manfaat. "Sebagian embung menggunakan lubang eks tambang," sebutnya.

Adapun penerima pembangunan tersebut adalah kelompok tani yang fokus menanam padi sawah di enam kecamatan. Meliputi Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu. Dengan perhitungan satu kelompok tani berisi 30 orang, maka ada 3.600 petani yang mendapat manfaat pembangunan embung tersebut.

Para penerima program pun hanya akan diberi syarat menyediakan lokasi pembuatan embung. Kelompok tani yang terlibat pun diminta menyediakan lahan secara sukarela untuk kelak dimanfaatkan bersama.

Sementara, dari 120 embung yang, 100 di antaranya dibangun Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar. Sedangkan 20 sisanya oleh Dinas Perkebunan Kukar. Seluruhnya dibangun secara bertahap lewat APBD Kukar selama lima tahun. "Pada 2022 dialokasikan Rp 7 miliar untuk 14 embung," jelasnya.

Menurut Sutikno, program tersebut penting dilaksanakan untuk mengatasi kekurangan air, khususnya saat tiba musim kering atau kemarau panjang. Sehingga petani bisa menjaga penanaman tiga kali dalam satu musim.

Ditambahkan Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sya'rani, pihaknya akan fokus melaksanakan program tersebut selama lima tahun ke depan. Difokuskan di wilayah utama sektor pertanian seperti Kelurahan Maluhu; Bukit Biru, Tenggarong; Desa Manunggal jaya; Kerta Buana, Tenggarong Seberang; dan Desa Sumber Sari, Loa Kulu. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar