Pariwara

Kembangkan Bimbingan Kemandirian, Bapas Kelas II Samarinda Terima Lahan Pinjam Pakai

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 306 Kali
Kembangkan Bimbingan Kemandirian, Bapas Kelas II Samarinda Terima Lahan Pinjam Pakai

Kerja sama pinjam pakai antara Bapas Kelas II Samarinda dan Yayasan Sekata. (muhibar sobary/kaltimkece.id)

Lahan ini akan dipergunakan pelatihan budi daya tanaman hortikultura dan budidaya perikanan.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary Ardan
17 Juni 2021

kaltimkece.id Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Samarinda terus meningkatkan bimbingan kemandirian kepada kliennya. Beberapa ragam keahlian diberikan, tak terkecuali di bidang hortikultura dan perikanan.

Rabu, 16 Juni 2021, Bapas Kelas II Samarinda menjalin kerja sama dengan Yayasan Sekata. Kesepakatan dilakukan di Aula Bapas Kelas II Samarinda, Sungai Kunjang. Termasuk penerimaan lahan pinjam pakai seluas 3.300 m2. Yayasan Sekata meminjamkan lahan secara gratis selama satu tahun.

Kepala Bapas Kelas II Samarinda, Herry M Ramdan, memberikan apresiasi tinggi untuk Yayasan Sekata. Khususnya atas kepedulian dalam pembimbingan klien Bapas sehingga meminjamkan lahan tersebut. Nantinya, kata Herry, lahan akan dipergunakan untuk pelatihan budi daya tanaman hortikultura dan budidaya perikanan.

"Harapannya dengan pelatihan tersebut Klien Bapas mendapat ilmu pengetahuan di bidang tanaman hortikultura dan perikanan," ujar Herry.

Herry menjelaskan, Bimbingan Kemandirian memang merupakan salah satu program kegiatan yang dimiliki Bapas Kelas II Samarinda. Betujuan memastikan klien mendapatkan bekal dan ilmu pengetahuan ketika kembali ke masyarakat.

Pada 2021, sembilan ragam bimbingan kemandirian disiapkan Bapas Kelas II Samarinda yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama meliputi pelatihan memperbaiki pendingin ruangan, gawai, dan Barista. Sementara penggunaan lahan nantinya digunakan pada tahap ketiga yakni pelatihan hortikultura, hydroponic, serta perikanan.

Herry berpesan kepada peserta yang mengikuti bimbingan kemandirian untuk memanfaatkan momentum pelatihan tersebut. Menurutnya, ilmu yang didapatkan pada pelatihan tersebut sangat berharga. Terlebih jika tertarik, dapat ditemui ketika kembali ke masyarakat.

"Minimal untuk diri sendiri. Bisa jadi juga untuk menjadi peluang usaha. Kesempatan tidak datang dua kali," harapnya.

Hal senada turut dihaturkan Pendiri Yayasan Sekata, Rabin Subhananta. Ia berharap klien dapat melupakan masa lalu mereka. "Semoga dengan pembekalan tersebut dalam kembali ke jalan yang benar," ujarnya.

Yayasan Sekata didirikan pada 2014 silam. Fokus penanganan yang dilakukan ialah rehabilitasi narkoba, penyalahgunaan Napza dan HIV. Tidak hanya itu, penanganan terhadap pekerja sex turut dilakukan. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar