Pariwara

Mempertahankan Lumbung Pangan di Kukar setelah Ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 397 Kali
Mempertahankan Lumbung Pangan di Kukar setelah Ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara

Kukar memiliki lahan luas yang bisa dikembangkan menjadi lahan pertanian.

Ibu kota negara akan berlokasi di Kutai Kartanegara bersama Penajam Paser Utara. Kukar bersiap menjadi lumbung pangan IKN. 

Ditulis Oleh: Fel GM
30 November 2020

kaltimkece.id Dalam satu dasarwarsa terakhir, sektor pertanian di Kutai Kartanegara menggeliat luar biasa. Sumbangsih komoditas pertanian terhadap ekonomi Kukar adalah kedua tertinggi setelah sektor pertambangan dan penggalian. Pemkab Kutai Kartanegara pun telah menjadikan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masa depan.

 

Pelaksana Tugas Bupati Kukar, Chairil Anwar, mengatakan bahwa Kukar sudah memegang peranan besar sebagai lumbung pangan Kaltim. Seiring penetapan kabupaten ini sebagai ibu kota negara, peranan tersebut akan semakin besar lagi. Chairil berharap, setelah IKN resmi pindah ke Kaltim, Kukar menjadi daerah penyangga utama. Akan ada jutaan penduduk yang diprediksi masuk ke Kaltim. Sudah sepantasnya, terang Plt Bupati, Kukar menjadi daerah swasembada pangan.

“Hingga sekarang ini, Kukar memiliki lahan yakni 2,72 juta hektare. Dengan luas wilayah tersebut, Kukar sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor pertanian,” imbuh Chairil. Menurutnya, masih banyak lahan tidur di Kukar. Lahan seperti itu harus dimaksimalkan sehingga peran lumbung pangan tetap terjaga.

“Kami menaruh harapan besar kepada petani-petani muda lulusan dari fakultas pertanian untuk kembali ke desa. Mereka adalah pionir bagi pemuda-pemuda desa. Dengan demikian, sektor pertanian di Kutai Kartanegara bisa semakin maju,” jelasnya.

Mengacu kepada data Badan Pusat Statistik Kukar, produk domestik regional bruto (PDRB) dari sektor pertanian terus naik sejak 2010. PDRB dari sektor ini sebesar Rp 7,79 triliun pada 2010 dan meningkat dua kali lipat menjadi Rp 20,84 triliun pada 2018. Peningkatan tersebut juga diiringi dengan naiknya sumbangsih sektor pertanian terhadap total PDRB Kukar. Pada 2010, sektor ini hanya memberi andil 6,42 persen, sementara pada 2018 menjadi 12,98 persen (Kukar dalam Angka 2019, hlm 474-477).

Sektor pertanian dalam menyumbang PDRB Kukar hanya kalah dari sektor penggalian. Sudah jamak diketahui, Kukar sebagaimana daerah lain --dengan sumber daya alam besar-- sangat menggantungkan perekonomian dari sektor pertambangan dan penggalian. Namun demikian, kebergantungan terhadap sektor pertambangan itu pelan-pelan makin berkurang. Masih menurut BPS Kukar, sektor pertambangan menyumbang 81,67 persen dari total PDRB pada 2010. Jumlahnya berkurang drastis pada 2018 yang tinggal 64,91 persen. 

Menurut Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018 Kaltim, jumlah petani di Kukar adalah yang terbanyak di Bumi Etam. Kabupaten ini memiliki 68.384 rumah tangga usaha pertanian atau 31,33 persen dari total rumah tangga usaha pertanian se-Kaltim.

Ada 23 komoditas pertanian yang didominasi Kukar. Paling mencolok adalah produksi padi. Pada 2019, panen padi Kukar mencapai 121.202 ton atau 47,8 persen produksi provinsi. Komoditas berikutnya dari tanaman hortikultura. Kukar adalah penghasil terbesar bawang merah dengan panen 588 kuintal panen (34 persen produksi Kaltim) pada 2019. Begitu juga cabai rawit, hasil panen dari Kukar sebesar 33.443 kuintal (41 persen) dan cabai besar 19.397 kuintal panen (41 persen). Komoditas selanjutnya yaitu tomat dengan hasil panen 26.243 kuintal (35 persen), dan ketimun 60.825 kuintal (46 persen).

Kukar juga menjadi kabupaten terdepan di Kaltim dari tanaman biofarmaka. Produksi jahe Kukar pada 2019 sebesar 892 ton atau 76 persen dari total produksi jahe Kaltim, sementara mahkota dewa sebesar 21 ton (45 persen). Produksi buah-buahan di Kaltim sebagian besar juga berasal dari Kukar. Kabupaten ini adalah penghasil terbesar mangga, durian, pisang, nanas, rambutan, termasuk buah naga.

Tidak hanya di darat, komoditas pertanian dari laut dan perairan Kukar juga yang terbesar di Kaltim. Sebanyak 42.950 ton ikan tangkapan laut dari Kukar pada 2019 atau 36 persen dari total produksi Kaltim. Sementara untuk perikanan tangkap di perairan umum daratan, produksi Kukar mencapai 35.348 ton atau 55 persen dari produksi Kaltim.

Kukar juga penghasil komoditas budi daya perikanan terbesar di Kaltim. Produksi gurami mencapai 6 ton, baung sebesar 2,333 ton, bawal 10,2 ton, dan jelawat 251 ton. Demikian pula untuk jenis mujair, patin, toman, lele, nila, dan gabus, Kukar adalah penghasil utama di Bumi Mulawarman. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar