Pariwara

Menjalin Kebersamaan Lewat Sepak Bola, Cara Abdul Rasyid Rayakan HUT Batuah

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 6067 Kali
Menjalin Kebersamaan Lewat Sepak Bola, Cara Abdul Rasyid Rayakan HUT Batuah

Batuah Cup tahun ini dimenangkan Abee Cell dari Samarinda. (istimewa)

Tradisi Batuah Cup terus terjaga. Menjadi yang pertama pada era Abdul Rasyid sebagai kepala desa.

Ditulis Oleh: Robithoh Johan Palupi
08 Februari 2020

kaltimkece.id Jumat sore, 7 Februari 2020, Abdul Rasyid sudah siap dengan setelan olahraga berwarna oranye. Lengkap dengan sepatu plus kaus kakinya. Ban kapten melingkar di lengannya. Tak hanya sebagai kepala desa, pria lulusan Fakultas Teknik Universitas Balikpapan itu juga memimpin perangkatnya di kantor, untuk turun ke lapangan sepak bola.

Tidak seperti laga umumnya sepak bola, pertandingan 11 lawan 11 itu hanya digelar 10 menit kali dua. Tim Abdul Rasyid dinamai Pemerintah Batuah FC (PBFC) melawan Tim RT, yang merupakan gabungan para ketua RT se-Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Laga yang membuahkan skor 2-0 itu, dimenangkan tim PBFC pimpinan Abdul Rasyid.

Laga yang digelar di lapangan sepak bola Desa Batuah, Loa Janan, Kukar itu adalah ekshibisi sebelum final turnamen Batuah Cup. Event tahunan yang digelar untuk memperingati hari lahir Desa Batuah tersebut, sudah masuk edisi ke-10. 

“Saya ingin agar perangkat desa dan seluruh lembaga di lingkungan desa semakin akrab, sehingga dalam melaksanakan tugas nantinya sudah terbiasa kompak. Prinsipnya membangun Batuah harus ada kebersamaan, sehingga semua program bisa berjalan maksimal,” ungkap Abdul Rasyid terkait alasan digelarnya partai ekshibisi tersebut.

Turnamen Batuah Cup X, membuahkan nama Abee Cell dari Samarinda sebagai juaranya. Di partai final, Abee Cell mengalahkan tim asal Batuah, Ladosa FC dengan skor 4-1.

Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid, ST, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin Desa Batuah yang biasanya digelar November karena dirangkai HUT Desa Batuah. Namun karena adanya pemilihan kepala desa sehingga acaranya diadakan setelah pelantikan kepala desa baru. “Sebenarnya terlambat, tapi kami bersama anak-anak muda batuah tetap ingin melaksanakan meski persiapannya mepet,” katanya.

Ditambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi klub-klub yang ada di beberapa wilayah, seperti Samarinda, Kukar, dan Balikpapan. “Kami ingin agar Batuah ikut andil dalam mempersatukan masyarakat khususnya pencinta sepak bola. Kami juga ingin agar anak-anak Batuah termotivasi untuk menekuni bakatnya dengan melihat permainan dari tim luar Batuah.” 

Selain itu, kata Rasyid, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mencari pemain berbakat dari Batuah. Mantan wartawan ini menganggap yang terpenting dari setiap kegiatan yang dilaksanakan desa adalah ada nilai pembinaan dan perberdayaan bagi masyarakat. “Pemain Batuah ada yang pernah mewakili Liga Santri dan bahkan ada yang ikut seleksi pemain PON Kaltim, yakni Syahdan Husein,” ungkap suami dari Evi Wardhana ini.

Selain Abee Cell dan Ladosa FC yang jadi juara dan runner up, dua tim asal Batuah, SSB Pratama Batuah dan Batuah FC mampu masuk ke semifinal dan merebut posisi ketiga dan keempat. Untuk pemain terbaik diraih Ramli dari Abee Cell, Top Scorer diraih Rizky Andika dari Batuah FC. Sementara panitia menyediakan total uang pembinaan hingga Rp 25 juta. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, kepolisian, TNI, BPD Desa Batuah, LPM, PKK dan Panitia Pelaksana. Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada PT ABK dan TMU yang ikut berpartisipasi di ajang Batuah Cup X,” tutupnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar