Pariwara

Pegadaian Samarinda Berbagi di Tengah Pandemi, Bantu Kelompok Pengelola Bank Sampah

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 529 Kali
Pegadaian Samarinda Berbagi di Tengah Pandemi, Bantu Kelompok Pengelola Bank Sampah

Pimpinan PT Pegadaian Persero Area Samarinda berfoto bersama pengelola bank sampah di rumah kompos, Kelurahan Rawa Makmur. (Foto: PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda)

Ramadan di tengah pandemi menambah nikmat dari indahnya berbagi. Hal inilah yang dilakukan PT Pegadaian Persero Area Samarinda.

Ditulis Oleh: PARIWARA
06 Mei 2020

kaltimkece.id PT Pegadaian Persero area Samarinda memanfaatkan momentum masa tanggap darurat Covid-19 dan bulan Ramadan kali ini untuk bisa berbagi dengan sesama. Dipimpin langsung Deputi Bisnis PT Pegadaian area Samarinda, Ahmad Zaenudin, rombongan melakukan kunjungan untuk memberikan bantuan kepada kelompok pengelola bank sampah yang menjadi binaan dari program Pegadaian, The Gade Clean and Gold, Selasa, 5 Mei 2020.

Pada kesempatan itu, ada tiga bank sampah binaan mereka yang diberi bantuan paket sembako yakni Bank Sampah Makmur Bersama Rawa Makmur  yang dipimpin Imam Chudori, Bank Sampah Mitra Mandiri Sejahtera Bantuas  yang diketuai Darno, serta Bank Ramli (ramah lingkungan) Graha Indah yang diketuai Sri Purwatiningsih.

Dikatakan Ahmad Zaenudin melalui Asisten Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian Persero Area Samarinda, Frederickus Yuga menuturkan, program The Gade Clean and Gold adalah salah satu program CSR unggulan Pegadaian area Samarinda bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda yang fokus melakukan pembinaan terhadap bank sampah sejak satu tahun belakangan.

Melalui program tersebut, pihaknya ingin memberikan edukasi pada masyarakat untuk memanfaatkan sampah rumah tangga yang selama ini dianggap limbah tak berguna, untuk dijual ke bank sampah agar uang hasil penjualannya bisa ditabung menjadi saldo dalam bentuk tabungan emas. 

Menariknya lagi, dengan adanya tabungan emas ini, warga yang memilki saldo di tabungan tersebut bisa mengambil saldonya dalam bentuk emas logam mulia, perhiasan atau dikumpulkan sebagai jaminan untuk mendapatkan porsi haji dengan minimal saldo 3,5 gram emas. “Setoran tabungan emas ini mulai Rp8 ribuan, dan biaya administrasinya hanya Rp30 ribu setahun, biaya administrasinya tetap sama berapa pun saldo tabungan emasnya,” kata Yuga, sapaan Frederickus Yuga.

Dia juga menyebutkan, jumlah nasabah tabungan emas khususnya di Pegadaian Area Samarinda yang juga membawahi PT Pegadaian wilayah  Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini sudah tembus mencapai 90 ribu rekening tabungan. “Sebagai contoh, di bank sampah Rawa Makmur saja, ada 118 rekening tabungan emas yang aktif hal ini dikarenakan nasabah tidak hanya dapat menabung emas dengan menggunakan sampah tapi juga bisa langsung datang sendiri ke outlet pegadaian terderkat atau menggunakan aplikasi Pegadaian Digital dan untuk mendapatkan tabungan emas ini hanya cukup menggunakan KTP dan setoran minimal Rp10 ribu saja, Artinya, minat warga dengan produk tabungan emas ini sangat tinggi sekali,sangat mudah untuk berinvestasi di pegadaian, ayo ke Pegadaian!” ungkap Yuga.

Dia berharap, dengan adanya program The Gade Clean and Gold atau pegadaian memilah sampah menabung emas ini bisa membimbing masyarakat untuk giat menabung di tabungan emas, serta menyadarkan masyarakat, bahwa sampah itu sekarang ini memiliki nilai ekonomis jika dijual ke bank sampah.”Dan yang lebih penting lagi, kita bisa membantu program pemerintah untuk mengurangi volume sampah, sehingga  lingkungan kita bisa menjadi lebih bersih dan sehat,” tambahnya.

Turut hadir pada pemberian paket sembako  itu, Kepala Departemen Gadai PT Pegadaian Persero Area Samarinda, Totok Suhartono, serta Relationship Manager Zaki Kamal Akram dan Kenny Fahrian Fardani. (*)

 

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar