Pariwara

Petani Loa Ipuh di Kukar Ketiban Rezeki setelah Harga Jagung Meroket, Raup Rp 1 Miliar dalam Setahun

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 392 Kali
Petani Loa Ipuh di Kukar Ketiban Rezeki setelah Harga Jagung Meroket, Raup Rp 1 Miliar dalam Setahun

Sejumlah pejabat memanen jagung di Loa Ipuh, Tenggarong. (foto: aldi budiaris/kaltimkece.id)

Para para petani Loa Ipuh amat bergairah menanam jagung hibrida. Selain mudah, keuntungannya menggiurkan.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
05 Oktober 2021

kaltimkece.id Para petani jagung di Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Kutai Kartanegara, sedang berbahagia. Jagung hibrida yang mereka tanam sudah bisa dipanen. Panen kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan meroketnya harga jual jagung. Akan tetapi, sejumlah problematik masih membelenggu para petani. Secercah asa diberikan pemerintah setempat.

Rabu, 29 September 2021, sejumlah pejabat dari DPRD, Pemkab Kukar, dan Pemprov Kaltim, mengunjungi ladang jagung di Gunung Wang, Loa Ipuh. Sambil memperingati Hari Tani Indonesia, mereka dan para petani memanen jagung hibrida sekitar 100 kilogram yang telah memasuki masa panen. Jagung yang mereka petik ini hanya sedikit dari total panen raya tersebut.

Sekertaris Kelompok Tani Saka Makmur di Loa Ipuh Darat, Labir Prawoto, memaparkan, terdapat 120 hektare lahan pertanian di Loa Ipuh. Lahan pertanian jagung menjadi yang terbanyak dengan luasan 50 hektare. Sebanyak 30 hektare merupakan pertanian padi. Sisanya diisi dengan berbagai macam tanaman pertanian yang lain.

Dari 50 hektare lahan tersebut, para petani bisa menghasilkan 150 ton jagung hibrida dalam setahun. Labir menyebut, saat ini harga jual jagung yang biasa menjadi pakan ternak itu adalah Rp 7.000 per kilogram. Itu artinya, para petani di sana bisa meraup Rp 1 miliar lebih pada tahun ini. Jumlah tersebut dipastikan adalah yang terbesar sepanjang para petani Loa Ipuh menanam jagung sejak 2016.

“Selama ini, harga jagung hanya berkisaran Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu saja,” terang Labir kepada kaltimkece.id.

_____________________________________________________PARIWARA

Para petani Loa Ipuh amat menyukai menanam jagung hibrida. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, membudidayakan komoditas tersebut tidak susah. Jagung disebut sebagai tanaman yang jarang diganggu hama. Pemasarannya pun terbilang gampang. Yang paling penting lagi, tanah Kukar dinilai cocok dengan tanaman tersebut.

Meski demikian, bukan berarti kendala tidak ada. Labir mengungkapkan, pabrik mengolah jagung untuk menghasilkan produk bernilai tambah belum ada di Kaltim sampai sekarang. Hal ini membuat harga jual jagung menjadi tak tentu. Selain itu, petani Loa Ipuh masih minim memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan). Pemerintah diharapkan hadir mengatasi masalah tersebut.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Kaltim, produksi jagung dari Kukar mencapai 1.576 ton pada 2020. Untuk memastikan produksi tersebut terus berkembang, Pemkab Kukar menggagas program revolusi jagung. Salah satu poin dalam program tersebut adalah, memastikan hasil pertanian jagung mendapatkan pasar.

Jawaban Pemerintah

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menjawab semua keluhan petani Loa Ipuh. Pemkab Kukar disebut akan membangun 120 embung khusus pertanian. Selain itu membangun jalan usaha tani sepanjang 120 kilometer secara bertahap. Jalan ini bakal menghubungkan lima kawasan pertanian di Kukar yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu. Kebutuhan alsintan, pupuk, hingga bibit, juga akan diperbanyak.

Mengenai pembangunan pabrik jagung, kata Edi, masih dipertimbangkan. Pemkab Kukar mesti mengetahui seberapa besar kebutuhan dan manfaat pabrik tersebut. Edi pun telah memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan rencana tersebut. “Agar tidak ada perencanaan yang sia-sia dan tidak bermanfaat,” jelasnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sutikno, memberikan keterangan tambahan. Pembangunan infrastruktur penunjang pertanian dimulai pada 2022. Nilai proyeknya sekitar Rp 40 miliar. Seluruh pendanaannya bersumber dari APBD Kukar.

“Itu termasuk membangun 120 embung dan jalan usaha tani,” beber Sutikno. Hasil pertanian jagung dari Kukar, sambungnya, untuk memenuhi kebutuhan jagung di Kaltim. Selain itu, jagung dari Kukar juga dipasarkan ke Kalimantan Selatan dan Jawa. “Kaltim dan Kalsel menjadi pasar utama jagung Kukar," tambah Sutikno.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim, Isran Noor, menerangkan bahwa pembangunan pabrik jagung sudah lama direncanakan Pemprov Kaltim. Belum terealisasi karena banyak syarat mendirikan pabrik tersebut belum terpenuhi. Seperti belum tersedianya bahan baku pakan ternak secara berkesinambungan.

“Bahan bakunya itu seperti dedak, kedelai, hingga tepung ikan. Nah, ini belum bisa dipenuhi,” tutup Isran.

Editor: Surya Aditya

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar