PARIWARA

QRIS Dorong Perkembangan dan Pembangunan Daerah, Berikan Kemudahan dan Keamanan

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 968 Kali
QRIS Dorong Perkembangan dan Pembangunan Daerah, Berikan Kemudahan dan Keamanan

QRIS merupakan penyatuan berbagai macam QR dari ragam PJSP menggunakan QR Code. (istimewa)

Sejak diluncurkan 1 Januari 2020, saat ini ada sekitar 5,2 juta yang terdaftar di QRIS.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
14 November 2020

kaltimkece.id Rangkaian agenda Creativity Offers Through Visual Digital Banking (COVID) terus berjalan. Pada Jumat, 13 November 2020 berlangsung Sosialisasi QRIS Rumah Ibadah dalam bentuk webinar. Khususnya Perspektif Islam Terkait Transaksi Non Tunai.

QRIS merupakan kependekan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Saat ini dengan QRIS seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun baik dari bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS meskipun penyedian QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Dalam Webinar Perspektif Islam Terkait Transaksi Non Tunai, Dr Yuslam Fauzi menjadi Pembicara Utama dengan Opening Speech oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, KH Muhammad Haiban.

Selain itu hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Tutuk SH Cahyono; Pimpinan Cabang Bankaltimtara Syariah Samarinda, Sayid Mohammad Hanafiah; dan Analis Yunior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Gandang Dwi Haryo S.

Dalam Opening Speech, Wakil Ketua MUI Kaltim, KH Muhammad Haiban,  memberi apresiasi dan mendukung program QRIS. Karena berdasarkan ajaran Islam program ini memudahkan orang untuk berinfaq dan bersedekah. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini, menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus. Dengan adanya program QRIS lebih menjamin keamanan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi.

"Dari sisi Islam, Majelis Ulama Indonesia mengapresiasi dan mendukung proram ini. QRIS ini memberi kemudahan. Pembukuan juga menjadi semakin tertib, baik itu bank maupun masjid. Saya juga berharap program ini bisa dilaksanakan di semua masjid dan panti asuhan yang banyak memberima sumbangan," ucap KH Muhammad Haiban.

Selain itu KH Muhammad Haiban mengajak untuk memanfaatkan teknologi IT karena memudahkan dalam beraktivitas, salah satunya mengikuti webinar. Demikian juga ketika melakukan transaksi pembayaran dan lainnya. Terlebih di tengah situasi yang banyak dilakukan pembatasan karena pandemi Covid-19.

Walaupun dilakukan secara virtual, webinar ini juga menampilkan hiburan, yakni pertunjukkan band asal Samarinda yang membawakan lagu-lagu Islami.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Tutuk SH Cahyono, mengatakan Bank Indonesia (BI) sejak awal, jauh sebelum pandemi Covid-19, terus mendorong adanya transformasi digital menuju era baru untuk mendukung ekonomi dan keuangan nasional.

"Mendorong tansformasi menuju era digital ini memang suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari, termasuk negara. Kami juga mendukung rencana pembangunan jangka menengah nasional. Di sana pun dicantumkan adanya Indonesia digital dan pemerintah digital termasuk BI. Kami juga mempunyai visi yakni BI digital. Dalam kebijakan-kebijakan kami saat ini banyak terkait BI digital 4.0," jelas Tutuk SH Cahyono.

"Tentu dengan produk-produk ini, kami juga sebagai otoritas sistem pembayaran juga meluncurkan blue print sistem pembayaran yang di dalamnya adalah bagaimana era digital ini mampu mendorong ekonomi dan keuangan nasional termasuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Kami melakukan banyak inovasi, salah satunya saat ini adalah bagaimana kami melakukan inovasi pembayaran digital yang mudah, cepat dan murah untuk semua orang termasuk di ekonomi syariah. Jadi ekonomi digital dan ekonomi syariah menjadi program utama kami di Bank Indonesia saaat ini," lanjut Tutuk.

Bank Indonesia juga mendorong digitalisasi dalam berbagai sektor, seperti di sekolah-sekolah dan pasar-pasar tradisional. Selain itu BI terus mendorong lewat webinar dengan pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menuju elekteonisasi atau digitalisasi transaksi pemerintah. Tentunya saat ini mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti di pasar-pasar BI membuat E-Retribusi, di pajak, hingga dalam uji KIR. Selain itu, BI melakukan sosialisasi ke rumah tangga melalui RT di Samarinda dan Bontang dan akan berlanjut ke daerah-daerah lain di Kaltim. Dan tak kalah penting adalah mendigitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tutuk SH Cahyono menyebut sejak diluncurkan 1 Januari 2020, saat ini ada sekitar 5,2 juta yang terdaftar di QRIS. Sebanyak 12.500 di antaranya lembaga-lembaga sosial, termasuk tempat-tempat ibadah. Ada lima keuntungan QRIS untuk rumah ibadah, yakni efisien, bebas biaya administrasi, bebas uang palsu, transaksi cepat dan tercatat, dan juga aman. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar