• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • RUPA
  • KESEHATAN
  • Alarm Kasus TB-HIV, 63 Orang di Samarinda Meninggal Tahun Ini

RUPA

Alarm Kasus TB-HIV, 63 Orang di Samarinda Meninggal Tahun Ini

Minat masyarakat memeriksa kesehatan disebut masih rendah. Menjadi pemicu kasus penyakit menular ini terus tumbuh.
Oleh Risna
4 Agustus 2026 17:28
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismed Kusasih. FOTO: RISNA-KALTIMKECE.ID
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismed Kusasih. FOTO: RISNA-KALTIMKECE.ID

kaltimkece.id Jumlah kasus tuberkulosis (TB) di Samarinda masih memprihatinkan. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Samarinda, hingga Juli 2026, kasus TB mencapai 31 persen atau 1.826 pasien dari target 5.855 pasien. Sebanyak 27 pasien di antaranya meninggal dunia. Ada pula pasien yang mengalami komplikasi penyakit lain seperti diabetes melitus (DM) dan gagal ginjal.

Senin, 3 Agustus 2026, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, dr Ismed Kusasih, menghadiri agenda cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining TB di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Samarinda. Kepada kaltimkece.id seusai acara tersebut, dr Ismed menyebut Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan estimasi kasus TB tertinggi.

"Karena skriningnya rendah, masih di bawah 70 persen kalau tidak salah," sebutnya.

Tingginya kasus TB dan rendahnya skrining dan deteksi awal menjadi perhatian Dinkes Samarinda. Instansi tersebut menginginkan masyarakat memiliki kesadaran dan bersedia mengikuti skrining sehingga pasien TB dapat segera ditangani.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati," ujarnya.

Lebih lanjut, dr Ismed menyampaikan bahwa Samarinda telah menyelenggarakan standar pelayanan minimal (SPM) dengan capaian sebesar 46 persen atau sebanyak 9.241 dari target 19.909.

Sementara itu, dari total target 90 persen, sebanyak 64,3 persen pasien TB pada 2025 telah sembuh. Sisanya masih dalam proses pengobatan.

Tidak hanya mengobati pasien TB, Dinkes juga melaksanakan terapi pencegahan TB atau yang dikenal dengan istilah TPT. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, 1,7 persen atau 115 orang dilaporkan telah menjalani TPT.

Selain TB, HIV turut menjadi perhatian utama Dinkes Samarinda. Dua penyakit menular ini termasuk dalam SPM di bidang kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan wajib ditangani oleh setiap pemerintah daerah.

Per Juli 2026, proses skrining HIV di Samarinda telah menyentuh 60 persen atau 25.965 pasien dari target 43.189 pasien. Hasil skrining menemukan kasus HIV sebanyak 258 pasien. Dari temuan ini, sebanyak 213 pasien tengah menjalani pengobatan.

Selain itu, ditemukan pula 63 pasien menderita AIDS. HIV-AIDS disebut telah merenggut nyawa ratusan orang dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, Dinkes Samarinda mencatat 102 penderita HIV/AIDS meninggal. Jumlahnya bertambah satu orang pada 2025 menjadi 103 pasien. Per Juli 2026, tercatat sudah 36 pasien kehilangan nyawa akibat penyakit menular ini. Dengan demikian, pasien TB dan HIV/AIDS yang meninggal pada tahun ini berjumlah 63 orang.

Melihat kondisi tersebut, dr Ismed berharap seluruh masyarakat sadar dan terlibat aktif dalam proses skrining serta pengobatan TB maupun HIV/AIDS. Apalagi, tambahnya, obat-obatan yang diberikan terhadap pasien penyakit tersebut didistribusikan dari pusat.

"Tidak perlu takut karena kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada pasien penyakit TB dan HIV, termasuk obat-obatnya," ujarnya.

Ia memastikan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilaksanakan pemerintah tidak mengganggu program skrining maupun pencegahan penyakit menular. Pemerintah dipastikan terus mendistribusikan obat-obatan.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa masyarakat bisa waspada dengan memperhatikan gejala awal TB-HIV yakni mengalami gangguan di pernapasan seperti batuk yang tidak sembuh-sembuh dalam waktu lama.

"Kalau sudah kronis, berpengaruh ke sistem tubuhnya. Badannya bisa tambah kurus," katanya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan potensi koinfeksi TB-HIV. Istilah ini digunakan untuk pasien yang mengidap TB dan HIV secara bersamaan.

"Sekitar tujuh hingga sembilan persen pasien HIV juga menderita TB. Kedua penyakit ini berkaitan, selalu lengket, karena berhubungan dengan daya tahan tubuh," tandasnya. (*)

Editor : Surya Aditya

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.