Kesehatan

Layanan Telemedicine Covid-19 Unmul, Konsultasi Pasien Isolasi Mandiri Berbasis Online

person access_time 3 days ago remove_red_eyeDikunjungi 198 Kali
Layanan Telemedicine Covid-19 Unmul, Konsultasi Pasien Isolasi Mandiri Berbasis Online

Salah satu momen peluncuran Telemedicine Covid-19 Unmul, Rabu, 21 Juli 2021. (muhibar sobary/kaltimkece.id)

Unmul mengambil peran agar pasien Covid-19 isolasi mandiri tetap mendapatkan layanan kesehatan dan terpantau.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary Ardan
22 Juli 2021

 

kaltimkece.id Sebaran Covid-19 kian masif di Kaltim. Beberapa rumah sakit rujukan pun mulai kolaps. Hal ini mendorong Universitas Mulawarman (Unmul) turun tangan dalam penanganan, terutama untuk pasien isolasi mandiri.

Kontribusi itu ditandai dengan peluncuran layanan kesehatan konsultasi berbasis online. Unmul berharap layanan ini membantu penanganan dan pencegahan Covid-19 di Bumi Etam.

Rabu, 21 Juli 2021, Telemedicine Covid-19 Unmul diluncurkan. Layanan kesehatan secara online itu dapat diakses pasien isolasi mandiri melalui bantucovid19.unmul.ac.id.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Unmul, dr Nataniel Tandirogang, mengatakan bahwa platform tersebut diluncurkan melihat pasien Covid-19 yang kesulitan mendapatkan ruangan perawatan. Unmul mencoba mengambil peran agar pasien isolasi mandiri tetap mendapatkan layanan kesehatan dan terpantau setiap hari.

“Atas dasar itulah kami rancang web sehingga menjangkau untuk konsultasi seluruh masyarakat Kaltim. Terbentuk dalam satu minggu ini dan terbangun web yang sangat sederhana. Tentu akan dikembangkan lebih lanjut,” ujar Nataniel di Gedung Hub Unmul.

Hadir dalam peluncuran tersebut, Gubernur Kaltim, Isran Noor; Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Padilah Mante Runa; serta Rektor Unmul, Masjaya.

Telemedicine merupakan layanan kesehatan dalam bentuk konsultasi pasien positif Covid-19. Dikhususkan kasus yang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk tetap dapat berkonsultasi dan mendapat pengawasan.

Telemedicine juga memenuhi kebutuhan obat-obatan bagi pasien Covid-19 yang belum mendapatkan perawatan otoritas terkait. Pemberian obat disesuaikan bantuan dari Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan Kaltim. Makanan bergizi juga akan disalurkan kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. “Semua gratis,” sebut Nataniel.

Meski demikian, khusus layanan obat dan makanan masih terbatas di Samarinda. Kelak diharapkan pihaknya dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah di kabupaten dan kota Kaltim lainnya untuk memperluas layanan tersebut.

Nataniel mengakui layanan kesehatan tersebut masih terbatas. Sehingga, pihaknya membuka pintu bagi masyarakat yang terpanggil berdonasi. Baik secara finansial atau pun kebutuhan kesehatan lain seperti tabung gas. Nantinya, semua kebutuhan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Inovasi Layanan Kesehatan

Ide telemedicine sebenarnya sudah lama dikemukakan. Tepatnya ketika awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Kala itu, telemedicine digunakan untuk pasien non-Covid-19 yang kesulitan mengakses rumah sakit dan layanan kesehatan. Layanan kesehatan saat itu, sambung Nataniel, berupa konsultasi kesehatan dengan sistem sederhana.

“Basisnya hanya WhatsApp. Jadi kami punya call center. Dari call center kami ada dokter-dokter jaga membalas melalui WA. Itu awal mulanya,” kata Nataniel.

Inovasi layanan kesehatan tersebut juga dapat dipantau 24 jam. Sebanyak 20 dokter siap melayani pasien isolasi mandiri yang hendak berkonsultasi. Terdiri dari 13 dokter umum dan tujuh dokter spesialis. Dokter yang berpartisipasi diperkirakan terus bertambah.

“Mudah-mudahan pengembangannya bisa berjalan baik dan basis telemedicine yang tadinya berbasis web bisa kita kembangkan menjadi lebih praktis melalui Android dalam jangka panjang,” tambah Nataniel.

Gubernur Kaltim, Isran Noor, menyambut baik inovasi tersebut. Isran berharap semua yang memangku kepentingan dan menangani Covid-19 dapat bekerja sama dalam pengembangan platform tersebut. Terlebih, kata Isran, layanan kesehatan tersebut juga membantu pasien isolasi mandiri yang ada di Bumi Etam. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar