Balikpapan

Duduk Perkara Perkelahian di Kantor Dinas PU Balikpapan, Bermula Penagihan Proyek Drainase

person access_time 10 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2465 Kali
Duduk Perkara Perkelahian di Kantor Dinas PU Balikpapan, Bermula Penagihan Proyek Drainase

Kericuhan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Selasa, 9 November 2021. (foto: istimewa)

Seorang karyawan kontraktor dipukuli di Dinas PU Balikpapan. Belakangan, ia juga dilaporkan ke polisi.

Ditulis Oleh: Surya Aditya
Sabtu, 13 November 2021

kaltimkece.id Sudah pukul 10 siang ketika pemuda berinisial AA tiba di kantor Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan. Lelaki berusia 22 tahun itu hendak menyerahkan berkas untuk ditandatangani pejabat Dinas PU. Berkas tersebut, kata AA, berisi penagihan bayaran untuk satu proyek pembangunan drainase di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, senilai Rp 180 juta. Proyek tersebut sudah dikelarkan perusahannya yang bergerak di bidang kontraktor sejak Oktober 2021.

Selasa, 9 November 2021, AA hanya bertemu seorang sekuriti berinisial RZ di lantai dua kantor Dinas PU Balikpapan. Kepada AA, RZ menyampaikan, pejabat yang dicari sedang tidak ada di kantor. AA yang setengah tidak percaya dengan informasi tersebut lantas menunggu. RZ mempersilakan AA menunggu di lantai bawah. Namun, AA bersikeras menanti di lantai dua.

“Saya pun menunggu di bangku kosong di ruangan SDA,” kata AA kepada kaltimkece.id, Sabtu, 13 November 2021.

_____________________________________________________PARIWARA

Setelah menunggu hampir empat jam, kira-kira pukul 13.43 Wita, RZ bersama koleganya kembali menghampiri AA. RZ meminta AA ke luar kantor. Permintaan tersebut ditolak keras oleh AA sehingga terjadi adu mulut. RZ lantas menarik AA sambil memberikan ancaman.

“Saya pukul kamu nanti kalau kamu enggak mau ke luar,” ucap AA menirukan ulang ancaman RZ.

“Pukul, lah,” balas AA yang balik menantang RZ.

Setelah itu, kata AA, RZ dan temannya memukuli dirinya berkali-kali. Pegawai Dinas PU yang melihat segera melerai. Akan tetapi, AA terus dikejar hingga ke luar kantor. Kericuhan ini baru berakhir setelah AA diselamatkan seorang tukang ojek daring di dekat Balikpapan Sport and Convention Center.

“Bagian mata kiri saya sampai memar akibat pengeroyokan itu,” sebut AA.

Tak terima, AA bersama pejabat perusahaannya melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Resor Kota Balikpapan dengan tuduhan pengeroyokan pada Selasa malam, 9 November 2021. Bukti visum et repertum AA dan rekaman CCTV turut diserahkan kepada polisi.

“Dia (AA) ke situ untuk kerja, bukan mau cari ribut. Lagi pula, wajar dong kami menagih karena kerjaan kami sudah selesai. Tapi, kok, malah digitukan,” kata kolega AA, Iwan Setiawan Batubara, 36 tahun.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Polresta Balikpapan, Komisaris Polisi Rengga Puspo Saputro, menyampaikan, laporan AA sudah diterima dan sedang dipelajari. Namun bukan hanya AA yang melapor. RZ juga disebut melaporkan AA kepada Polresta Balikpapan karena merasa lebih dulu dipukul AA.

“Keduanya saling lapor. AA lebih dulu melapor. Baru setelah itu sekuritinya,” kata Kompol Rengga Puspo Saputro.

AA tidak terima jika dirinya disebut lebih dulu memukul. Dia berkeras, RZ lah yang melakukan pemukulan duluan. Lantaran tudingan tersebut dinilai tidak berdasar, AA melaporkan lagi RZ ke Polresta Balikpapan dengan tuduhan penganiayaan pada Jumat, 12 November 2021.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Klarifikasi Dinas PU

Kepala Dinas PU Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli, membenarkan bahwa terjadi keributan di kantornya pada Selasa itu. Akan tetapi, ia enggan berkomentar banyak karena kasus ini sudah ditangani kepolisian. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Hanya saja, Yusri mengatakan, perselisihan tersebut dipicu karena AA tak mau mematuhi tata tertib pelayanan di kantornya.

“Penjelasan sekuriti kami, dia disuruh menunggu di bawah tapi enggak mau. Padahal, selama masa pandemi, setiap tamu memang menyampaikan keperluannya kepada resepsionis dan menunggu di ruang tamu di lantai bawah,” kata Yusri kepada kaltimkece.id.

Sementara itu, Kepala Polresta Balikpapan, Komisaris Besar Polisi Thirdy Hadmiarso mengatakan bahwa kasus pertengkaran ini mendapat atensi. Ia berjanji, penyelidikan kasus ini segera dirampungkan agar terang benderang. Sejauh ini, polisi disebut telah memeriksa enam saksi. “Secepat mungkin kami ungkap kasusnya,” kata Kombes Pol Thirdy Hadmiarso.

kaltimkece.id mendapatkan salinan rekaman CCTV perkelahian di kantor Dinas PU Balikpapan. Dalam video berdurasi 16 detik itu, terlihat, AA didorong-dorong oleh seseorang. Ia kemudian ditarik oleh seorang perempuan berkerudung. Saat ditarik, AA mengambil ancang-ancang memukul. Dari sinilah, AA dan pendorongnya itu saling pukul dengan tangan kosong. Namun, video tersebut tidak memperlihatkan secara jelas siapa yang lebih dulu memukul. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar