Balikpapan

’Neraka’ Tiga Jam Ruko di Balikpapan, Empat Orang Terpanggang, Dua Anak Dilempar dari Lantai Tiga

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1591 Kali
’Neraka’ Tiga Jam Ruko di Balikpapan, Empat Orang Terpanggang, Dua Anak Dilempar dari Lantai Tiga

Puing-puing ruko yang terbakar di Muara Rapak, Balikpapan Utara (foto: surya aditya/kaltimkece.id)

Tragedi Selasa dini hari yang memilukan. Empat orang terpanggang di Balikpapan.

Ditulis Oleh: Surya Aditya
Rabu, 09 Maret 2022

kaltimkece.id Teriakan disertai bunyi lonceng itu sebenarnya didengar Mardi, 55 tahun. Akan tetapi karena lima hari ini diserang demam, ketua RT 13 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, itu sukar beranjak dari kasur. Ia baru keluar rumah setelah ditarik paksa putrinya yang masih berusia lima tahun.

Selasa dini hari, 8 Maret 2022, pukul 03.45 Wita di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 2, Mardi terbelalak. Di tengah kegelapan di depan pintu rumahnya, api sudah menguasai sejumlah bangunan. Mardi merasa panas sekali karena titik kebakaran itu hanya 10 meter dari tempat ia berdiri.

“Tolong, tolong! Panas, kami tidak bisa keluar!” demikian jeritan yang Mardi dengar seperti dituturkan ulang kepada kaltimkece.id, Rabu, 9 Maret 2022.

_____________________________________________________PARIWARA

Ketua RT itu tak bisa berbuat banyak. Warga yang lain juga sama karena api kelewat besar. Dari depan rumah, Mardi menghirup aroma daging manusia terbakar. Lidah-lidah api sudah menjilat tiga bangunan. Satu di antaranya terdiri dari empat pintu ruko tiga lantai. Keempat ruko itu membuka usaha rumah makan, pangkas rambut, toko peralatan bulu tangkis, dan toko sembako. Dua bangunan yang lain adalah rumah kosong yang berdiri di belakang ruko.

Lima menit kemudian, mobil branwir datang. Petugas pemadam kebakaran menembakkan air ke titik api yang melalap ruko. Saat pemadaman itulah, petugas menemukan seorang pria yang terpanggang. Korban tersebut bernama Muhammad Noor, 40 tahun. Lelaki malang itu diketahui tak bisa bangkit dari tempat tidurnya di lantai tiga karena stroke. Sementara istri dan dua anaknya selamat. Istrinya melempar kedua anaknya yang berusia tujuh dan lima tahun dari lantai tiga. Warga menangkap anak-anak tersebut di bawah. Setelah itu, sang istri melompat dari lantai tiga.

“Sampai hancur muka ibu itu. Kakinya bengkak semua,” terang Mardi.

Tiga setengah jam kemudian matahari mulai nampak. Api pelan-pelan berhasil dikendalikan. Pada saat proses pendinginan, petugas menemukan dua jenazah yang hangus di depan pintu ruko. Kedua korban ini bernama Lukman Harun dan Adi Nurdiansyah, sama-sama 25 tahun. Mereka berasal dari Jawa Barat dan bekerja di rumah makan ayam goreng. Jika dilihat dari posisinya di dekat pintu, kedua pemuda itu sepertinya berusaha keluar.

“Padahal, mereka baru sehari tiba di Balikpapan. Kasihan banget,” sebut Mardi.

Pendinginan selesai pukul 09.00 Wita. Petugas kembali menemukan satu jenazah yang terbakar di bagian belakang rumah makan. Namanya Indra Sofiyan, 25 tahun. Tubuhnya tertimpa reruntuhan sehingga menyulitkan evakuasi. Petugas mesti mendatangkan sebuah ekskavator. Setelah 30 menit menggali, jasad Indra berhasil dikeluarkan dari puing-puing.

“Tubuh tiga korban jiwa yang ditemukan di rumah makan ini sudah tidak utuh,” demikian Izmir Novian, sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Kepolisian Resor Kota Balikpapan dan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri sudah mendatangi lokasi kebakaran. Mereka memeriksa sejumlah saksi dan mengambil barang bukti berupa abu dan kabel. Sejauh ini, polisi belum mengetahui penyebab kebakaran.

“Sampel-sampel itu akan dibawa ke Puslabfor di Surabaya untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan yang dapat mengetahui penyebab terjadinya kebakaran,” terang Kepala Polresta Balikpapan, Komisaris Besar Polisi Vincentius Thirdy Hadmiarso.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Kepolisian Daerah Kaltim, Komisaris Besar Polisi Djarot Biantor, melaporkan, empat korban kebakaran sulit diidentifikasi. Semua jenazah disebut dalam kondisi hancur. “Mereka hanya bisa dikenali dari susunan gigi dan keterangan saksi,” tutupnya. (*)

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar