kaltimkece.id Di hadapan para pengurus Pemuda Tani Indonesia Kaltim yang baru saja dilantik, Siti Farisyah Yana menumpahkan unek-uneknya ihwal pertanian di provinsi ini. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim itu mengaku, membangun pertanian di Bumi Etam tidaklah gampang. Sejumlah masalah datang hampir bersamaan.
Senin, 14 Oktober 2024, di sebuah hotel di Balikpapan, Siti mengisi sambutan dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia Kaltim periode 2024-2029. Ia pun menjabarkan kendala-kendala dalam membangun pertanian di Kaltim. Beberapa di antaranya yakni tanah yang tidak subur, kerap terjadi alih fungsi lahan untuk pertambangan batu bara, sebagian besar petani berusia di atas 39 tahun, rendahnya minat generasi muda terhadap usaha tani, petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, hingga perubahan iklim.
âLuas lahan yang dimiliki petani juga kian sempit karena lahan sudah dibagi-bagikan kepada anak-anak mereka,â kata Siti.
Padahal, sambungnya, Kaltim memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Ia menjadikan data Badan Pusat Statistik Kaltim tentang pertanian sebagai rujukan. Dalam data tersebut, nilai tukar petani (NTP) per April 2024 disebut 137,77 poin atau naik 0,40 persen dibandingkan NTP Maret 2024. Sementara itu, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) per April 2024 adalah 143,55 poin atau naik 1,64 persen dibanding bulan sebelumnya.
NTP pada April itu terbagi beberapa subsektor. Pertama, NTP bidang tanaman pangan sebesar 104,88 poin. Berikutnya yakni NTP hortikultura 118,21 poin, NTP perkebunan rakyat 184,37 poin, NTP peternakan 104,95 poin, serta nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan 99,29 poin.
Siti turut membeberkan hasil sensus pertanian 2023 yang dihimpun BPS Kaltim. Pada tahun itu, terdapat 178.543 petani di provinsi ini. Sebanyak 47.260 orang di antaranya merupakan petani gurem atau petani yang mengusahakan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektare. Adapun petani berusia di atas 39 tahun, baik pria maupun perempuan, berjumlah 59.318 orang.
âSedangkan petani berusia di bawah 39 tahun yang dikelompokkan petani milenial hanya sekitar 15.941 orang,â sebut perempuan itu.
Melihat semua masalah tersebut, Siti memberikan apresiasi atas hadirnya Pemuda Tani Indonesia di Kaltim. Menurutnya, visi dan semangat yang dibawa organisasi tersebut bisa menuntaskan problematika sektor pertanian dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pemuda Tani Indonesia disebut punya visi besar melahirkan generasi baru yang inovatif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi modern dalam mengelola sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan di Kaltim.
âDengan demikian, kita bisa menghadirkan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi anak-anak muda,â ucapnya.
Pemerintah daerah, kata Siti, mendukung penuh upaya kelompok tersebut dalam mengajak generasi muda terlibat aktif di sektor ini. Ia berharap, DPD Pemuda Tani Indonesia Kaltim dapat bekerja sama dengan pemerintah, organisasi kepemudaan, dan para pelaku usaha untuk mewujudkan petani muda yang kreatif dan inovatif.
Akbar Patompo adalah ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Kaltim 2024-2029. Dalam pidatonya, ia menyatakan siap berkolaborasi dengan instansi-instansi pertanian untuk memajukan pertanian Kaltim. Termasuk menggandeng seluruh pengurus Pemuda Tani Indonesia tingkat kabupaten-kota, juga akan dilakukannya.
âKami juga akan merangkul anak muda sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan cita-cita pemerintah yakni swasembada pangan,â kata Akbar. Ia menambahkan, timnya segera turun ke lapangan untuk membantu para petani di Kaltim. (*)