Balikpapan

Setelah Didemo, Antrean Solar di SPBU Balikpapan Akhirnya Dilaporkan Terurai

person access_time 5 months ago remove_red_eyeDikunjungi 3237 Kali
Setelah Didemo, Antrean Solar di SPBU Balikpapan Akhirnya Dilaporkan Terurai

Suasana SPBU Kilometer 13 di Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara. (foto: chandra ismi/kaltimkece.id)

SPBU Kilometer 13 dibuka lebih cepat dari jadwal. Pertamina pun segera menambah kuota solar bersubsidi untuk Kaltim.

Ditulis Oleh: Chandra Ismi Martaningtyas
Senin, 04 April 2022

kaltimkece.id Antrean soar di sejumlah SPBU di Balikpapan dilaporkan berkurang pascaunjuk rasa enam hari lalu. Kondisi ini diyakini berkat dioperasikannya SPBU Kilometer 13 di Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara, dan pengungkapan kejahatan minyak. Pertamina pun memastikan segera menambah jatah solar bersubsidi untuk Kaltim.

Ahad, 3 April 2022, Pertamina, Pemkot Balikpapan, dan kepolisian, mendatangi empat SPBU yang kerap terjadi antrean solar bersubsidi di Kota Minyak. Keempatnya berlokasi di Kebun Sayur, Km 9, Km 13, dan Km 15. Khusus SPBU Km 13, baru dibuka pada Jumat, 1 April 2022. Kepada kaltimkece.id, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Dedi Sunardi, mengatakan, kunjungan dadakan ini bertujuan melihat kondisi SPBU pascakelangkaan solar bersubsidi beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, antrean di empat SPBU tersebut sudah berkurang,” lapor Dedi. 

Ia meyakini, berkurangnya antrean ini berkat peran kepolisian mengungkap sejumlah kasus penimbunan solar di beberapa daerah di Kaltim. Atas upaya tersebut, Dedi memberikan apresiasi kepada aparat.

_____________________________________________________PARIWARA

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) V, Susanto August Satria, menambahkan, kuota solar bersubsidi untuk SPBU Km 13 adalah 16 kiloliter setiap hari. Ia pun meyakini, kehadiran SPBU Km 13 menjadi salah satu penyebab masalah antrean solar di SPBU teratasi.

“Sekarang, (kendaraan) sudah pindah di sini. Bisa kita lihat, antrean sudah terurai,” terangnya.

Ia turut membeberkan jatah solar bersubsidi untuk Balikpapan dan Kaltim secara keseluruhan. Sepanjang 2022 ini, kuota Balikpapan adalah 27 ribu kiloliter. Sedangkan Kaltim mencapai 205.382 kiloliter pada tahun ini. Susanto pun menyampaikan, dalam waktu dekat, kuota solar untuk provinsi ini ditambah 25 persen.

“Kami sudah berbicara bersama Gubernur, akan ada kenaikan 25 persen untuk Kaltim dari kuota yang sudah ada,” bebernya.

Ajun Komisaris Polisi Yusuf dari Sub Direktorat Indagsi, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah Kaltim, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Balikpapan yang membuat program kartu kendali solar subsidi. Program ini diyakini dapat membuat penyaluran solar bersubsidi menjadi tepat sasaran. AKP Yusuf pun memastikan bahwa kepolisian tidak berhenti memberantas kejahatan minyak. “Kami siap mengamankan BBM di Kaltim agar bisa dirasakan masyarakat banyak,” ujarnya.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud, memberikan apresiasi kepada Pertamina yang telah mempercepat pengoperasian SPBU Km 13. Sebelumnya, SPBU tersebut dijadwalkan dibuka setelah Lebaran. Wali Kota Rahmad mengatakan, SPBU Km 13 menjadi salah satu tuntutan para pengunjuk rasa yang berdemo di depan kantor Pemkot Balikpapan pada 30 Maret 2022.

“Dengan beroperasinya SPBU Km 13 telah mengurai antrean di SPBU-SPBU yang lain dan efeknya telah dirasakan,” ucapnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Manfaat dari kehadiran SPBU Km 13 dirasakan seorang sopir truk logistik, Agus, 42 tahun. Kepada media ini, ia mengaku tidak lagi mengantre panjang untuk mendapatkan solar bersubsidi. Waktu kerjanya pun kini menjadi lebih efektif dan efisien. “Sebelum ada SPBU Km 13, waktu dan uang saya terkuras banyak untuk mengantre. Sekarang, sudah enggak antre lama lagi,” kata bapak dua anak ini. (*)

Editor: Surya Aditya

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar