Berau

Pandemi Covid-19 dan Penurunan Produksi Batu Bara Menggerogoti Setengah Pendapatan Berau

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 216 Kali
Pandemi Covid-19 dan Penurunan Produksi Batu Bara Menggerogoti Setengah Pendapatan Berau

Penandatanganan MoU antara Pemkab dan DPRD Berau, Senin, 14 September 2020. (dedi warseto/kaltimkece.id)

Mayoritas atau 61 persen pendapatan Berau berasal dari bagi hasil royalty batu bara.

Ditulis Oleh: Dedi Warseto
14 September 2020

kaltimkece.id Rapat paripurna Pemkab dan DPRD Berau pada Senin, 14 September 2020, memunculkan dugaan mengkhawatirkan. Kejamnya pandemi Covid-19 menghantam kabupaten ini, berpotensi membuat pendapatan daerah turun hingga 50 persen.

Prediksi tersebut mengemuka dari penandatanganan nota kesepakatan atau MoU antara Pemkab dan DPRD Berau tentang KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2021. Berlangsung di Gedung DPRD Berau, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, pukul 10.00 Wita, Senin, 14 September 2020.

Hasil dari rapat tersebut, APBD Kabupaten Berau diprediksi turun hingga 50 persen pada 2021 dibandingkan 2020 yang hampir Rp 3 triliun. "Tahun depan kemungkinan setegahnya, yakni sekitar Rp 1,6 Triliun," ungkap Wakil Bupati Berau Agus Tantomo

Penurunan pendapatan tak lepas dari dampak Covid-19. Juga sektor batu bara sebagai penyumbang 61 persen pendapatan asli daerah atau PAD mengalami penurunan produksi sejak sebelum pandemi menyerang.

“Dari 61 persen pendapatan kita di Berau itu bagi hasil royalty batu bara dan saat ini bisnis itu paling terasa dampaknya,” lanjut Agus.

Guna peningkatan PAD dalam jangka pendek, sementara ini Pemkab akan menyesuaikan langkah-langkah yang diambil pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim dan mempersiapkan RPJMD.

“Nanti pasti akan ada program-program stimulant dan kita menyesuaikan Langkah yang diampil pemerintah provinsi dan pusat,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Berau Madri Pani, merasa jika PAD tak bakal menurun 50 persen akibat Covid-19. Dirinya berharap pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan bisa mengambil langkah untuk memaksimalkan PAD. Misalnya dari retribusi

Untuk meningkatkan PAD, pemerintah disebut harus memikir langkah-langkah strategis ke depannya. Seperti memaksimalkan potensi pengembangan ekowisata, pariwisata dan lain-lain.

"Banyak sektor bisa dikembangkan jika dikelola dengan baik. Dan bisa menambah PAD kita ke depan jika ini bisa tak lagi bergantung batu bara," tutupnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar