• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • WARTA
  • BERAU
  • Tepi Layar, Cara Tepian Kolektif Merawat Dialog Lewat Sinema

WARTA

Tepi Layar, Cara Tepian Kolektif Merawat Dialog Lewat Sinema

Film-film yang diangkat komunitas di Berau ini nyaris tak pernah menghiasi layar bioskop. Hubungan manusia dengan sungai, tradisi Maladup, hingga berbagai persoalan sosial menjadi cerita yang ditawarkan.
Oleh Marta
31 Juli 2026 17:05
Tepian Kolektif menggelar Tepi Layar #5 di sebuah tempat di Berau, beberapa waktu lalu. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID
Tepian Kolektif menggelar Tepi Layar #5 di sebuah tempat di Berau, beberapa waktu lalu. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID

kaltimkece.id Gelap ruangan bukan sekadar menjadi penanda dimulainya pemutaran film. Di Tepi Layar #5, layar justru menjadi titik awal lahirnya percakapan. Bukan tentang siapa tokoh utamanya atau bagaimana akhir ceritanya, melainkan tentang bagaimana setiap penonton memaknai apa yang baru saja mereka saksikan.

Tahun ini, Tepian Kolektif, sebuah komunitas lokal di Kabupaten Berau, kembali menghadirkan Tepi Layar untuk kali kelima. Program penayangan film alternatif tersebut tampil dengan wajah baru. Jika penyelenggaraan sebelumnya hanya menghadirkan satu film di satu lokasi, edisi kali ini berlangsung selama dua hari di dua venue berbeda dengan sepuluh film berdurasi beragam. Tak hanya itu, Tepi Layar #5 juga menjadi kolaborasi perdana bersama Aliansi Layar Terjal (ALT).

Tepi Layar bukan sekadar menonton film melainkan cara untuk merawat diskusi. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID

Tepi Layar bukan sekadar menonton film melainkan cara untuk merawat diskusi. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID

Bagi Tepian Kolektif, bertambahnya jumlah film bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah memperluas ruang perjumpaan antara penonton dan karya-karya sinema yang selama ini berada di luar arus utama.

Anggota Tepian Kolektif, Azwar Ahmad, menuturkan bahwa keberhasilan Tepi Layar tidak pernah diukur dari banyaknya penonton yang hadir. Menurutnya, keramaian tidak akan berarti jika tidak meninggalkan kesan atau memantik pemikiran baru.

"Bukan sekadar ramai yang dicari tapi kami ingin ini meninggalkan bekas," ujarnya.

Perjalanan program inipun tidak berlangsung dengan mudah. Selama lima tahun, Tepi Layar konsisten hadir satu kali setiap tahunnya. Di balik penyelenggaraannya, seluruh anggota Tepian Kolektif harus membagi waktu karena masing-masing memiliki pekerjaan utama. Persiapan dilakukan berbulan-bulan agar setiap seri dapat terlaksana.

Film-film yang dipilih pun sengaja berbeda dari tontonan yang lazim ditemui di bioskop. Alih-alih menyajikan film komersial atau box office, Tepi Layar menghadirkan karya eksperimental, video art, hingga film-film yang lebih akrab beredar di festival.

Azwar, anggota Tepian Kolektif yang lain, mengatakan bahwa masyarakat selama ini cenderung memandang film sebagai hiburan semata. Padahal, dunia sinema memiliki ruang yang jauh lebih luas dengan berbagai bentuk, struktur, dan cara bertutur yang tidak selalu mengikuti pola umum.

"Ada karya-karya yang menawarkan bentuk, struktur, dan cara bercerita yang berbeda. Itu yang ingin kami hadirkan di Tepi Layar," katanya.

Ia mengakui bahwa tidak semua karya mudah dipahami dalam sekali menonton namun di situlah letak nilai pentingnya. Ketika penonton mulai bertanya tentang makna sebuah adegan atau pesan yang ingin disampaikan, diskusi pun terbuka dengan beragam sudut pandang.

Menurut Azwar, Tepi Layar tidak pernah menuntut setiap orang memiliki tafsir yang sama terhadap film yang diputar. Pertanyaan sederhana seperti "film tadi sebenarnya tentang apa?" sudah cukup untuk memulai dialog yang hidup.

"Tidak semua orang yang menonton harus langsung mengerti. Justru dari ketidakmengertian itu kami berharap akan banyak pertanyaan muncul dan semakin banyak diskusi yang terbangun," ungkapnya.

Para penyelenggara dan penonton Tepi Layar #5. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID

Para penyelenggara dan penonton Tepi Layar #5. FOTO: MARTA-KALTIMKECE.ID

Semangat itulah yang terus dijaga oleh Tepian Kolektif. Tepi Layar bukan ruang untuk mengarahkan penonton pada satu kesimpulan, melainkan tempat bagi setiap orang untuk merasakan, menafsirkan, dan merefleksikan pengalaman menonton dengan caranya sendiri.

Ia menegaskan bahwa setiap orang bebas merefleksikan diri setelah menonton. Yang paling penting adalah orang mau datang dan menonton.

"Tentunya paling penting membuka diri untuk berdialog," tutur Azwar.

Tak hanya menghadirkan bentuk sinema yang berbeda, Tepi Layar juga mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat tetapi jarang memperoleh ruang dalam media populer. Hubungan manusia dengan sungai, tradisi lokal seperti Maladup, cara masyarakat memandang buaya, hingga berbagai persoalan sosial lainnya menjadi bagian dari cerita yang ditawarkan melalui layar.

Bagi Tepian Kolektif, isu-isu tersebut bukanlah persoalan pinggiran karena tidak penting, melainkan karena selama ini luput dari perhatian banyak orang.

Melalui film, mereka berharap percakapan tentang hal-hal tersebut dapat terus tumbuh, menjadikan layar bukan sekadar tempat menonton, tetapi ruang bersama untuk saling mendengar dan memahami. (*)

Editor : Surya Aditya

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.