Bontang

Bulan Kedelapan 2020, Sudah 35 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Bontang

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 689 Kali
Bulan Kedelapan 2020, Sudah 35 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Bontang

Puing-puing bekas kebakaran di Rawa Indah, Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan. (koresponden kaltimkece.id)

Bontang menjadi kota yang rentan kebakaran pada 2020 ini. Rentetan kasus terjadi di hampir setiap bulan.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
27 Agustus 2020

kaltimkece.id Bontang mendapat banyak pelajaran pada tahun 2020 ini. Rentetan musibah mewarnai perjalanan Kota Taman. Setidaknya 35 kali peristiwa kebakaran membara di kota ini.

Dari delapan bulan berjalan, Februari menjadi periode paling panas. Dengan 13 kali peristiwa kebakaran terdata Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bontang. Sepuluh di antaranya lahan terbakar, dua kali kebakaran rumah, dan satu unit pemasak aspal.

Bulan berikutnya, terdapat tujuh insiden kebakaran lahan. Menyusul lima kebakaran lahan pada April. Sementara Januari, Mei, dan Juni, masing-masing tiga kali kebakaran. Mulai lahan, rumah, meteran listrik, hingga kandang ayam.

Pada Juli lalu, menurut Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, M Yani, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Akhmad Rivani, menjadi periode yang paling tenang. Di sinilah si jago merah puasa beraksi di wilayah kerjanya.

Sebaliknya, korban materi terbesar yang dialami warga Bontang berlangsung pada bulan berikutnya. Rabu, 12 Agustus 2020, kebakaran besar melanda warga Rawa Indah, Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan. Selama 4 jam si jago merah menghanguskan 40 rumah serta bangunan warga.

Dengan keadaan kota yang rawan kebakaran, petugas masih dihadapkan kendala besar. Bukan haya keterbatasan alat atau unit mobil pemadam kebakaran (damkar). Tapi juga tindakan warga di areal kebakaran.

Seringkali petugas tak dapat bekerja maksimal karena banyak warga mengganggu konsentrasi petugas di lapangan. Bentuk gangguan bahkan sampai mengambil kendali unit damkar. “Mohon kepada masyarakat agar tak bersikap ceroboh dan gegabah ketika kami melaksanakan tugas. Kami tahu banyak warga yang panik. Tapi Insya Allah damkar sesegera mungkin menanggulangi,” kata dia.

Dalam melaksanakan tugas, pemadam kebakaran dibekali kemampuan dan skill memadai. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir dan panik.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang terbagi dalam empat regu berisi 60 personel. Bekerja secara shift dan tersebar di 2 pos. Yakni Basecamp Jalan Piere Tendean serta pos kedua di Loktuan. Pos ketiga diharapkan segera dibangun dengan lokasi kantor di wilayah Bontang Lestari. (*)

 

Dilengkapi oleh koresponden kaltimkece.id di Bontang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar