Ekonomi

Ekonomi Melamban, Bankaltimtara Justru Gemilang

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 476 Kali
Ekonomi Melamban, Bankaltimtara Justru Gemilang

Foto: BPD Kaltimtara

Urusan menghimpun dana, Bankaltimtara patut berbangga. Unggul dari 46 bank umum yang beroperasi di Kaltim dan Kaltara.

Ditulis Oleh: Fel GM
15 Januari 2019

kaltimkece.id Bahtera perekonomian global sepanjang 2018 terombang-ambing di tengah lautan. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok adalah muasalnya. Seteru kedua negara raksasa itu menimbulkan kabut ketidakpastian perekonomian. Banyak negara terkena imbasnya, termasuk Indonesia.

Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berupaya keras mengarungi badai ekonomi global tersebut. Lewat kerja keras, perusahaan milik pemerintah daerah ini mencetak kinerja menggembirakan. Total aset Bankaltimtara telah melebihi target rencana bisnis. Per 31 Desember 2018, total aset menembus Rp 25,75 triliun. Angka itu lebih tinggi Rp 3,12 triliun dari realisasi tahun sebelumnya yakni Rp 22,63 triliun.

“Pertumbuhan aset sebesar 13,8 persen dibanding 2017,” demikian pimpinan sekretariat Bankaltimtara, Abdul Haris Sahilin, kepada kaltimkece.id, Selasa, 15 Januari 2019.

Kinerja tersebut masih dalam audit akuntan publik untuk mendapatkan opini. Kemudian, dilaporkan kepada pemegang saham dalam RUPS untuk disahkan. Sesuai data yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, terang Haris, pencapaian Bankaltimtara dapat ditilik dari sekup Kaltim dan Kaltara. 

Pertama, pertumbuhan aset Bankaltimtara lebih tinggi dari pertumbuhan aset perbankan di Kaltim dan Kaltara. Sampai November 2018, total aset perbankan di Kaltim dan Kaltara sebesar Rp 118 triliun. Adapun realisasi aset Bankaltimtara yang sebesar Rp 25,75 triliun, artinya, bank ini menyumbang andil 21,78 persen (dari total aset Rp 118 triliun —total aset 46 bank umum di Kaltim dan Kaltara).

Haris menguraikan komponen atau pembentuk total aset Bankaltimtara. Pertama, berasal dari simpanan masyarakat yang dihimpun Bankaltimtara. Dana ini disebut juga dana pihak ketiga atau DPK. Porsi DPK terhadap total aset Bankaltimtara mencapai 73,17 persen pada 2018. “Dalam rupiah, DPK yang kami himpun Rp 18,84 triliun,” sebut Haris.

Baca juga:
 

Yang menggembirakan, realisasi total DPK ini naik Rp 3,19 triliun atau tumbuh 20,42 persen dibanding 2017. Pertumbuhan DPK tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK seluruh perbankan di Kaltim dan Kaltara. Sementara ini, angkanya 10,92 persen. Selain itu, dengan penghimpunan Rp 18,84 triliun, Bankaltimtara menyumbang 19,2 persen dari total DPK 46 bank umum di Kaltim dan Kaltara.

“Patut diketahui, 74,38 persen dari seluruh DPK kami, atau Rp 14,01 triliun, merupakan DPK pihak swasta atau masyarakat murni,” lanjut Haris. Dengan kata lain, DPK sektor swasta Bankaltimtara naik Rp 922 miliar atau tumbuh 7,04 persen dibanding 2017.

Kunci Keberhasilan

Peningkatan DPK swasta memang merupakan target kinerja Bankaltimtara sejak beberapa tahun terakhir. Untuk mencapainya, bank menyiapkan strategi berupa pembukaan jaringan kantor di seluruh pelosok Kaltim dan Kaltara. Sampai hari ini, Bankaltimtara hadir di hampir seluruh kecamatan di kedua provinsi. Terutama kecamatan pedalaman dan perbatasan.

“Kebijakan itu juga sesuai komitmen Bankaltimtara kepada pemegang saham. Komitmen itu adalah hadir 100 persen di seluruh kecamatan pada 2018. Baik berupa jaringan kantor maupun layanan,” jelas Haris.

Pada awalnya, pembukaan jaringan kantor dan layanan di kecamatan untuk mewujudkan peran Bankaltimtara. Sebagai badan usaha milik daerah, Bankaltimtara memegang peran agen pembangunan. Bankaltimtara pun memberikan jasa layanan perbankan kepada seluruh masyarakat. Dalam perjalanan, strategi ini justru meningkatkan kinerja Bankaltimtara dalam menghimpun DPK. Di daerah-daerah yang belum dijangkau layanan perbankan, dana masyarakat ternyata sangat besar. Selama ini tiada bank yang membuka layanan di sejumlah kecamatan terpencil. Kebanyakan disebabkan kendala akses dan infrastruktur. 

“Berbeda dengan Bankaltimtara. Meskipun biaya untuk membuka kantor kas sangat besar, kami tetap lakukan. Sekarang, kami mendapat hasilnya,” kunci Haris. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar