Ekonomi

KEK MBTK, Peresmian yang Terus-terusan Diundur

person access_time 7 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1572 Kali
KEK MBTK, Peresmian yang Terus-terusan Diundur

Foto: Google Maps

Fasilitas KEK MBTK diklaim rampung 100 persen. Menanti diresmikan bersama dua KEK lain di Indonesia.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
13 Maret 2019

kaltimkece.id Angin segar peresmian Kawasan Ekonomis Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) ternyata semu. Awal Januari 2019, KEK di Kutai Timur itu rencananya diresmikan 14 Maret 2019. Jelang hari H, rencana dibatalkan.

Pemprov Kaltim mengumumkan peresmian KEK MBTS diundur hingga akhir Maret 2019. KEK MBTS akan diresmikan bersama KEK Bitung di Sulawesi Utara dan KEK Mototai di Maluku Utara. Pusat peresmian berada di Bitung.

Diungkapkan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin, Gubernur Sulawesi Utara telah menghadap Presiden Joko Widodo. Peresmian di Bitung dinyatakan belum siap. “Mau tidak mau Kaltim harus ikut mundur,” ujarnya saat ditemui kaltimkece.id Selasa, 12 Maret 2019.

KEK MBTS diklaim telah siap 100 persen. Semua persyaratan sarana dan prasarana di Maloy sudah rampung. KEK Bitung diyakini pula demikian. Ketidaksiapan disinyalir berkaitan teknis penyambutan presiden. Kepastian presiden meresmikan tiga KEK dari Bitung baru diberitahu beberapa pekan sebelumnya. “Kaltim pun kalau mendadak seperti itu pasti kelimpungan,” ujarnya.

Dari Bitung, peresmian KEK di Kaltim terhubung lewat teleconference. Dilaksanakan di ruang Heart of Borneo, Kegubernuran Kaltim.

Selayang Pandang KEK MBTK

Diresmikannya KEK MBTK menjadi penantian panjang. Proyek ini mengemuka di bawah kepemimpinan gubernur Kaltim dua periode sebelumnya, Awang Faroek Ishak. Sebelum menerima amanah menjabat orang nomor satu di provinsi ini, Faroek adalah bupati Kutai Timur dua periode. Dari kabupaten tersebut, dia mewacanakan kawasan industri dan pelabuhan internasional di lokasi ini.

Pelabuhan tersebut berlokasi di sebuah teluk, tepat di bawah “hidung” Borneo di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur. Lokasi strategis berhadapan Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI II, Selat Makassar.

Dilihat dari utara ke selatan, Maloy tepat di tengah Kalimantan. Dari sini, Pulau Jawa, Sulawesi, Filipina, bahkan Laut China Selatan, mudah dijangkau.

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy dibagi tiga tahap. Pertama, dimulai pada 2008 hingga 2013. Pembangunan berfokus konektivitas sekitar Maloy dan pembebasan lahan di Teluk Golok, Kutai Timur. Tahap kedua diarahkan kepada pembangunan pelabuhan internasional di Teluk Golok serta akses jaringan jalan. Infrastruktur ini untuk menunjang proses distribusi barang dan penunjang pelabuhan. Pada tahap ketiga, pembangunan diarahkan penyelesaian dan pembangunan kawasan wisata di KIPI Maloy.

Melalui Peraturan Pemerintah 85/2014, KIPI Maloy ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan atau KEK MBTK (Derap Langkah Pembangunan Kaltim 2008-2018, Sebuah Karya Besa dari Gubernur Awang Faroek Ishak, 2018, hlm 89-90).

“Yang belum siap hanya saluran instalasi pengolahan limbah. Itupun tak dibebankan ke Pemprov, melainkan penyewa,” tutur Fuad. Sudah ada tiga perusahaan siap berinvestasi di sana. Pendataan berada di Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) selaku operator. Para investor kemungkinan diumukan setelah peresmian.

Saat ini DPRD Kaltim tengah menyusun Raperda KEK MBTK sebagai kawasan khusus. Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Enoh Suharto Pranoto menyatakan, KEK MBTK bisa diresmikan sebagai raperda. Ada tiga syarat agar KEK bisa beroperasi. Ketiganya adalah kesiapan infrastruktur dan fasilitas kawasan, kelembagaan, serta perangkat pengendali.

Maju Mundur Peresmian

Peresmian KEK MBTS pertama kali mencuat Agsutus 2018. Belakangan diundur September 2018 lantaran beberapa hal teknis. Namun, hingga September pun peresmian tak dilakukan. Lagi-lagi karena masalah teknis. Saat Itu rencana peresmian bergeser Oktober 2019.

Namun, awal 2019 mencuat kabar peresmian KEK MBTS bisa lebih cepat. Presiden direncanakan meresmikan langsung proyek tersebut pada Februari 2019. Plt Sekda Prov Kaltim Meiliana, memastikan Presiden Jokowi ke Kaltim sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia atau Rakornas Forsesdasi, 20 Februari 2019.

Selain membuka rakor, Jokowi rencananya meninjau beberapa proyek tahun jamak. Termasuk Waduk Teritip dan Tol Balikpapan-Samarinda. Hingga Februari berakhir, rencana itu tak terealisasi. Hingga rencana peresmian terakhir pada 14 Maret 2019, kembali harus ditunda.

Kontribusi ke Ekonomi Kaltim

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kaltim Muhammad Nur, KEK MBTK bisa mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan. Ketika sudah beroperasi, KEK MBTS bisa menarik investor. Saat ini, sudah beberapa investor diklaim berminat.

“Saat ini kontribusi sektor perkebunan cukup besar kepada industri pengolahan, sekitar 16 persen,” ucapnya. Bila sektor perkebunan yang saat ini didominasi kelapa sawit tumbuh pesat, ketergantungan terhadap batu bara bisa mulai dikurangi. Selama ini, produk domestik regional bruto atau PDRB Kaltim masih didominasi pertambangan dan penggalian. Berkisar di angka 45 persen. Padahal, harga batu bara diprediksi kembali turun pada 2019. Sudah saatnya Kaltim mendorong sektor-sektor potensial di luar pertambangan.

“Yang ada di depan, adalah perkebunan kelapa  sawit dan produk turunannya,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar