Kutai Kartanegara

Duit Rp 67,7 Miliar untuk Bangun RSUD di Muara Badak Sudah Siap

person access_time 5 months ago remove_red_eyeDikunjungi 566 Kali
Duit Rp 67,7 Miliar untuk Bangun RSUD di Muara Badak Sudah Siap

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau calon lokasi RSUD di Muara Badak. FOTO: ISTIMEWA

Pembangunan fisiknya dimulai tahun depan. Ditarget kelar pada 2024.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Senin, 15 Agustus 2022

kaltimkece.id Penantian warga Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, akan hadirnya rumah sakit umum daerah segera terjawab. Pemerintah Kabupaten Kukar memastikan, pembangunan RSUD di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, dimulai tahun depan. Duit sebesar Rp 67,7 miliar disiapkan untuk menuntaskan proyek tersebut.

“Anggarannya menggunakan APBD 2022. Pembangunan fisiknya dimulai pada 2023. Tahun 2024, harus sudah tuntas,” jelas Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, kepada kaltimkece.id, Jumat, 12 Agustus 2022.

Wabup menuturkan, kehadiran RSUD dapat menuntaskan masalah fasilitas kesehatan di Muara Badak. Pasalnya, warga di sana disebut harus ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan yang memadai. Hal ini dinilai tidak efektif dan efisien. “Selama ini, warga di sana lebih banyak berobat di Samarinda karena lebih dekat,” jelasnya.

Lebih jauh, Wabup menjelaskan, Desa Tanjung Limau dipilih sebagai lokasi RSUD karena berada dekat dengan kecamatan lainnya seperti Marang Kayu dan Anggana. Dengan begitu akan banyak yang memanfaatkan rumah sakit tersebut.

RSUD di Muara Badak nantinya bertipe C dan diisi 50 tempat tidur untuk pasien rawat inap. Pembangunan rumah sakit juga akan dibarengi dengan pembangunan jalan yang menjadi akses keluar masuk rumah sakit tersebut. Wabup Rendi berharap, rumah sakit ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kukar, Vanesa Vilna, menjelaskan, RSUD akan dibangun di lahan seluas 5 hektare di Desa Tanjung Limau. Anggaran pembangunannya dikucurkan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Rp 65 miliar, tahap kedua Rp 1,5 miliar, dan yang terakhir Rp 1,2 miliar. “Total anggarannya Rp 67,7 miliar,” sebut Vanesa Vilna.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yuliani, mengklaim, rencana pembangunan RS di Muara Badak mendapat antusias besar dari masyarakat Muara Badak, Marang Kayu, dan Anggana. “Masyarakat yang memerlukan penanganan medis tidak perlu jauh-jauh ke Samarinda atau Tenggarong,” ucapnya.

Infografik rencana pembangunan RSUD di Muara Badak, Kukar.
DESAIN GRAFIS: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID
 
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharuddin, berharap, pembangunan RSUD di Muara Badak dipercepat. Pasalnya, rumah sakit sudah sangat didambakan masyarakat yang tinggal di Muara badak, Marang Kayu, dan Anggana. “Agar tidak perlu lagi masyarakat pergi ke Bontang atau Samarinda jika ingin berobat,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. (*)

 

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar