Kutai Kartanegara

Fasilitas yang Belum Beres Ditangani di Pulau Kumala

person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 531 Kali
Fasilitas yang Belum Beres Ditangani di Pulau Kumala

Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara, sudah dibuka lagi untuk masyarakat umum. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID

Wisata yang pernah jadi andalan Kukar ini kembali dibuka. Namun masih ada kekurangan di dalamnya.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Sabtu, 03 September 2022

kaltimkece.id Setelah ditutup selama dua tahun, Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara, kembali dibuka untuk masyarakat umum. Pada hari pertama pembukaan, Kamis, 1 September 2022, reporter kaltimkece.id mengunjungi objek wisata di Sungai Mahakam itu. Suasana lingkungannya tampak asri dan bersih. Tak ada lagi rumput-rumput setinggi batang lidi.

“Setelah ditutup pada 2020, ilalang tumbuh subur di sini,” kata salah seorang staf pengelola Pulau Kumala, Edmon Tatis, kepada kaltimkece.id.

Tak hanya bersih-bersih, pengelola juga memperbaiki beberapa wahana permainan di Pulau Kumala. Empat di antaranya yakni komedi putar, permainan bom-bom car atau mobil listrik, sepeda tandem, dan sepeda listrik. Kedua sepeda itu biasa digunakan untuk mengantar wisatawan berkeliling pulau. “Semua wahana tersebut sudah bisa digunakan,” jelas Edmon.

Pulau Kumala dibuka setiap hari pada pukul 09.00-17.00 Wita. Tarif masuknya Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu bagi anak-anak. Pada Kamis itu, Edmon melaporkan, terdapat 83 pengunjung Pulau Kumala, terdiri dari 77 orang dewasa dan enam anak. “Mungkin karena hari kerja jadi pengunjungnya belum signifikan,” imbuhnya.

Kepala Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Kukar, Muhammad Ridha Fatrianta, menambahkan, selain memperbaiki wahana permainan, jaringan listrik dan air di Pulau Kumala juga sudah diperbaiki. Permainan komedi putar pun sempat digratiskan selama dua hari pertama. “Ini sebagai uji coba dan menarik perhatian wisatawan agar mau datang,” ujarnya dikonfirmasi secara terpisah.

Meski demikian, masih ada sejumlah wahana permainan di pulau seluas 76 hektare itu yang belum dioperasikan karena rusak. Dua di antaranya sky tower dan kereta gantung. Ridha menyebutkan dua penyebab belum diperbaikinya kedua permainan tersebut. Penyebab paling utama, anggaran Pemkab Kukar selaku pengelola Pulau Kumala terbatas. Kedua, perusahaan yang membuat sky tower dan kereta gantung sulit ditemukan.

“Perusahaan yang membuat wahana ini berasal dari dari luar sehingga kami kesulitan mencarinya,” sebut Ridha. Meski demikian, ia memastikan, seluruh fasilitas di Pulau Kumala diperbaiki dalam waktu dekat. Pemkab Kukar disebut akan mengkaji dan menghitung seluruh biaya perbaikannya.

“Kami perbaiki semua fasilitas secara bergantian,” ucapnya. Agenda selanjutnya, sambung dia, mengajak sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk berjualan di Pulau Kumala. Beberapa di antaranya pedagang suvenir dan kuliner. Ini dilakukan untuk menambah daya tarik pulau tersebut.

Infografik kondisi terkini Pulau Kumala di Tenggarong.
DESAIN GRAFIS: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID
 
Sementara itu, Sub Koordinator Daya Tarik Destinasi Wisata, Dinas Parawisata Kukar, Hetty, mengatakan, Pulau Kumala pernah menjadi objek wisata andalan Kukar karena banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pada 2019 saja, jumlah pengunjung pulau ini dilaporkan mencapai 10.318 orang. Dari kunjungan ini Pemkab Kukar meraup omzet Rp 1 miliar. (*)
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar