Kutai Kartanegara

Hujan Deras Lima Jam, Genangan Mengepung Kukar, Rendam Sawah dan Rumah Sakit

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 352 Kali
Hujan Deras Lima Jam, Genangan Mengepung Kukar, Rendam Sawah dan Rumah Sakit

Banjir di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Sekkab Kukar, Sunggono, mengakui sejumlah persoalan turut memperburuk banjir di Kukar.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
02 Juli 2021

kaltimkece.id Hujan deras mengguyur Kutai Kartanegara (Kukar) pagi tadi. Terpantau sejak pukul 04.00 Wita dan berlangsung sekitar lima jam. Cuaca buruk itupun diikuti banjir yang menggenang di berbagai titik. Tak terkecuali rumah sakit.

Di antaranya yang tergenang adalah kawasan permukiman di wilayah Kelurahan Timbau dan Baru. RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang dan akses Jalan Poros Tenggarong-Samarinda juga terendam.

Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, menyebut intensitas hujan yang tinggi sebagai dalang di balik genangan yang banyak mengepung kabupaten ini. Kendati demikian, ia mengakui sejumlah persoalan turut memperburuk keadaan.

"Air pasang, drainase tak berfungsi normal, dan berkurangnya serapan air menjadi problem," jelasnya kepada kaltimkece.id, Jumat pagi, 2 Juli 2021.

Sunggono mengklaim genangan tidak berlangsung lama dan tak begitu mengganggu aktivitas warga serta fasilitas publik. Tetapi, hal tersebut ditegaskan tetap menjadi evaluasi Pemkab Kukar. Apalagi mengenai drainase di beberapa tempat yang tak berfungsi sebagaimana mestinya.

RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang adalah contoh fasilitas publik yang tergenang pagi tadi. Sejumlah ruangan terendam. Aktivitas pun terganggu. "Kalau melihat lokasi, Rumah Sakit AM Parikesit saat ini berada di lembah dan dikelilingi bukit," sebut Wakil Direktur RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Mauritz Silalahi.

Selain itu, areal terbuka tanpa pepohonan di belakang rumah sakit juga diduga menjadi faktor banjir. Air hujan jadi tak mengalir dan terserap. Membuat membuat genangan dengan volume tinggi terjadi di lokasi yang dimaksud.

Arus air bahkan sempat membuat dinding belakang rumah sakit jebol padahal awalnya hanya menggenangi tempat parkir. Luapan pun terus terjadi hingga memasuki bangunan rumah sakit. Di antaranya yang terendam adalah ruangan instalasi gawat darurat alias IGD. Ketinggian air kurang lebih 5-10 sentimeter. Diperkirakan masuk rumah sakit sejak pukul 06.00 Wita.

Petugas pun dikerahkan mengalihkan genangan, dibantu mesin pompa air. Genangan pun berakhir pukul 08.00 Wita. Dilanjutkan proses pembersihan yang berlangsung kurang lebih tiga jam.

Mauritz Silalahi memastikan pihaknya akan mengevaluasi dan mencari solusi atas persoalan tersebut. Sehingga kejadian yang sama tak terulang kembali. Pihaknya berencana membuat saluran pembuangan air ke drainase dii depan rumah sakit. "Kami akan coba membuat saluran air di sekeliling areal rumah sakit agar air cepat mengalir,” terangnya.

Di tempat lainnya, Kepala Desa Bukit Raya, Harnoto, menjelaskan jika banjir sempat terjadi di Kilometer 7 Jalan Poros Tenggarong-Samarinda. Banjir juga menyebabkan ratusan hektare sawah terendam. Tujuh kelompok tani dengan total 210 anggota terdampak. "Semoga cepat mengalir dan tidak mengganggu jalan dan pertanian," ungkapnya.

Luapan air juga sempat membuat Jalan Poros Tenggarong-Samarinda diberlakukan buka tutup. Apalagi arus air cukup tinggi dan deras. "Air menggenangi wilayah ini setinggi setengah meter," jelasnya.

Pihak desa telah mengupayakan pembersihan saluran air agar genangan cepat berakhir. Upaya tersebut diharapkan mempercepat arus air menuju sungai di Desa Tanjung Batu.

"Sementara tidak ada kerugian, sawah tidak masalah terendam selama satu hari semoga hari ini atau besok tidak hujan kembali," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar