Kutai Kartanegara

Ingar Bingar Balapan Lari dan Sepeda di Tenggarong, Diikuti Atlet, Disaksikan KONI hingga Wakil Rakyat

person access_time 5 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1861 Kali
Ingar Bingar Balapan Lari dan Sepeda di Tenggarong, Diikuti Atlet, Disaksikan KONI hingga Wakil Rakyat

Ratusan orang menyaksikan sejumlah pemuda beradu lari di Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kutai Kartanegara. (foto: istimewa)

Seperti kompetisi pada umumnya, balapan ini juga memberikan hadiah. Atlet kebanggaan Kukar diharapkan lahir dari aksi jalanan ini.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Selasa, 12 April 2022

kaltimkece.id Suasana Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kutai Kartanegara, tampak penuh ingar bingar ketika waktu telah memasuki dini hari. Ratusan warga Tenggarong bergembira meyaksikan beberapa pemuda saling adu balap lari. Sorak-sorai menyemangati jagoan sambil bertepuk tangan bergemuruh tiada henti. Kegirangan para penonton semakin menjadi-jadi saat aksi balap sepeda dimulai.

Ahad, 10 April 2022, pukul 01.00 Wita, sejumlah pemuda Tenggarong mengadakan balap lari dan sepeda secara liar di jalanan. Salah satu yang menjadi pesertanya adalah atlet sepeda Kukar, Deri Wirayuwanda, 28 tahun. Kepada kaltimkece.id, pria yang pernah membela Kaltim di PON Riau 2012 ini menceritakan perkembangan balap lari dan sepeda di Kukar.

“Awalnya, cuma iseng dan dilakukan beberapa orang. Kemudian diunggah di media sosisal dan viral. Jadinya, semakin banyak peserta dan penotontonnya setiap malam,” katanya.

_____________________________________________________PARIWARA

Deri manaruh harapan, kegiatan ini bisa didukung Pemkab Kukar agar tidak mati. Meski ilegal, kata dia, balap lari dan sepeda tetap saja olahraga yang bisa menyehatkan tubuh. Kegiatan ini juga untuk menghindarkan generasi muda dari hal negatif seperti balapan liar sepeda motor yang dapat menimbulkan kecelakaan.

“Mudahan-mudahan juga bisa menemukan atlet berprestasi dari kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Komunitas BMX Kukar. Salah seorang anggota komunitas tersebut, Zamil Karim, mengatakan, kelompoknya memberikan dukungan karena balapan lari dan sepeda adalah kegiatan positif dan menghibur masyarakat. Antusias warga dilaporkan sangat tinggi terhadap ajang tersebut. Pada Ahad itu saja, dilaporkan ada 40 orang yang menjadi peserta balapan lari dan sepeda. “Pesertanya dari Tenggarong, Samarinda, dan Bontang,” sebutnya kepada media ini.

Seperti kompetisi pada umumnya, balapan ini juga memberikan hadiah. Juara pertama balap lari dan sepeda hadiahnya berupa uang tunai Rp 250 ribu, juara kedua Rp 200 ribu, dan juara ketiga Rp 150 ribu. Hadiahnya disponsori sejumlah komunitas olahraga Kukar secara swadaya. Dua di antaranya adalah Komunitas BMX Kukar dan Komunitas Milenial Kutai.

“Kami rencanakan event ini menjadi kegiatan resmi setiap malam minggu. Hadiahnya akan ditambah,” kata Zamil yang menjadi ketua panitia balapan.

Balapan lari dan sepeda pada dini hari itu turut disaksikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, Rahman; dan Wakil Ketua DPRD Kukar, Didik Agung Eko Wahono. Ditemui kaltimkece.id, keduanya menyatakan tidak mempermasalahkan kegiatan tersebut.

Alasannya, terang Rahman, karena balapan lari dan sepeda merupakan olahraga yang dapat menyehatkan tubuh. Tidak menutup kemungkinan juga bisa mencetak atlet kebanggaan Kukar. Lagi pula, tak sedikit warga kabupaten merasa terhibur dari balapan lari dan sepeda. Kegiatan ini disebut menjadi hiburan warga saat sahur pada masa Ramadan.

“Saya rasa, ini event positif. Daripada balap liar sepeda motor yang lebih berisiko kecelakaan, mending ini,” katanya. Meski demikian, Rahman menyadari, kegiatan tersebut ilegal. Oleh sebab itu, agar ajang tersebut bisa terus berlangsung, KONI berencana memberikan fasilitas yang lebih baik untuk para pemuda dapat berolahraga.

“Nanti kami coba fasilitasi. Semoga bisa menjaring calon atlet Kukar,” imbuhnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Senada dengan Rahman, Didik Agung Eko Wahono turut menyatakan, balap lari dan sepeda bisa menjaga kesehatan serta meningkatkan imunitas masyarakat selama Ramadan. Selain itu dapat menghindarkan para pemuda Tenggarong dari hal negatif seperti kejahatan. “Toh, semuanya hanya spontanitas dari sesama penggiat olahraga,” tutupnya. (*)

Editor: Surya Aditya

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar