Kutai Kartanegara

Kapurisasi dan Cetak Sawah, Upaya Pemkab Pertahankan Kukar sebagai Lumbung Padi Kaltim

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 2813 Kali
Kapurisasi dan Cetak Sawah, Upaya Pemkab Pertahankan Kukar sebagai Lumbung Padi Kaltim

Aktivitas pertanian di Kukar. (dok kaltimkece.id)

Kutai Kartanegara terus berupaya mempertahankan status sebagai lumbung padi Kaltim. Sejumlah langkah diambil untuk menggenjot produksi.

Ditulis Oleh: Fel GM
Jum'at, 13 November 2020

kaltimkece.id Kutai Kartanegara adalah lumbung padi Kaltim. Kabupaten ini menyumbang lebih dari separuh produksi gabah kering giling (GKG) provinsi setiap tahunnya. Untuk mempertahankan peran penting tersebut, sejumlah langkah diambil Pemkab Kukar agar produksi padi sawah dan ladang terus meningkat.

Menurut data yang disiarkan Badan Pusat Statistik, Kukar adalah penyumbang hasil panen padi terbesar di Bumi Etam. Pada 2015, contohnya, andil Kukar terhadap produksi gabah kering giling provinsi sebesar 52,4 persen. Selanjutnya pada 2018, sumbangsih kabupaten ini meningkat jadi 54,9 persen. Dalam lima tahun terakhir, Kukar selalu menyumbang lebih dari setengah produksi beras Kaltim.

Kukar memiliki 31 ribu hektare sawah dan ladang yang dipanen pada 2019. Total produksi sepanjang tahun lalu sebesar 121 ribu ton GKG. Beberapa kecamatan yang menjadi lumbung padi di antaranya Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Muara Kaman, Kota Bangun, dan Sebulu.

Demi mempertahankan peran sebagai lumbung padi Kaltim, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, Sutikno, mengatakan, ada tiga langkah utama. Yang pertama adalah kapurisasi tanah. Program ini bertujuan meningkatkan pH atau tingkat keasaman sehingga sawah lebih produkif.

“Menurut kajian kami dengan melibatkan akademikus dari Universitas Mulawarman, pH tanah diketahui hanya 3 (dari nilai netral 7),” jelas Sutikno. Itu berarti, tanah terlalu asam. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok agar padi dapat tumbuh dengan baik adalah antara 4 sampai 7. Pemberian kapur adalah salah satu cara yang terbukti mampu mengurangi kadar keasaman tanah tersebut.

“Kapurisasi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas sawah. Pada akhirnya, produksi padi di Kukar terus naik,” imbuhnya.

Langkah kedua, sambung kepala Distanak Kukar, adalah mendorong pembukaan sawah baru. Tahun ini, ada 4.000 hektare sawah yang dibuka. Sawah-sawah baru tersebut berlokasi di lima kecamatan yakni Loa Kulu, Tengarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman.

Langkah ketiga ialah menyalurkan bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian. Sebesar Rp 12 miliar dikucurkan untuk 13 kecamatan tahun ini. Anggaran tersebut disalurkan kepada kelompok tani dalam bentuk 22 traktor gelebeg, 15 cultivator, 12 power thester, 11.895 hand sprayer, dan satu pompa air. "Dengan langkah-langkah tersebut, Kukar yakin tetap menjadi lumbung beras Kaltim,” tutup Sutikno. (*) 

 

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar