Kutai Kartanegara

Kasus Positif Melonjak Drastis, Kukar Nyaris Kibarkan Bendera Putih Tangani Pasien Covid-19

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2332 Kali
Kasus Positif Melonjak Drastis, Kukar Nyaris Kibarkan Bendera Putih Tangani Pasien Covid-19

RSUD AM Parikesit menambah tempat tidur pasien Covid-19. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Rata-rata konfirmasi kasus harian di Kukar meroket jadi 50 kasus dari sebelumnya 30.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
05 Juli 2021

 

kaltimkece.id Kasus Covid-19 di Kukar kian meningkat. Per 4 Juli 2021, ada 617 kasus aktif menjalani perawatan di RSUD AM Parikesit dan Wisma Atlet Kukar. Rata-rata konfirmasi kasus harian pun meroket jadi 50 kasus dari sebelumnya 30.

RSUD Parikesit di Tenggarong Seberang sebagai fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 di Kukar, telah menambah ruang inap pasien virus corona. Kini terdapat 211 tempat tidur di rumah sakit pelat merah tersebut untuk kasus covid-19. Sebanyak 170 di antaranya telah terisi. Situasi serupa juga terjadi di wisma atlet.

Senin, 5 Juli 2021, Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti, menyebut peningkatan kasus Covid-19 di kabupaten tersebut membuat penambahan fasilitas mau tak mau dilakukan. Di RSUD AM Parikesit, tiga gedung yang sebelumnya untuk pasien umum, telah dialihfungsikan untuk kasus Covid-19. Baik untuk pasien tanpa gejala maupun bergejala berat. Salah satu gedung yang dialihfungsikan tersebut adalah Gedung Enggang dengan kapasitas tiga lantai.

Menurut Martina, itulah penambahan terakhir untuk fasilitas penanganan Covid-19 di RSUD AM Parikesit. Itupun sudah mengorbankan banyak ruang dari pasien umum. Tenaga kesehatan yang menangani pasien umum pun sudah sangat terbatas.

Sementara di Wisma Atlet Kukar Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, sementara terdapat menampung 180 tempat tidur yang telah terisi 130. "Tidak semua bangunan wisma digunakan karena sebagian rusak," ucapnya.

Martina menegaskan kapasitas rumah sakit saat ini telah dimaksimalkan untuk pasien Covid-19. Bila penambahan dalam signifikan masih akan terjadi, tentu pihaknya harus mencari tempat lain.

Meski demikian, disebutkan jika peralatan penunjang pasien virus corona seperti tabung oksigen masih cukup. “Kami ambil oksigen di perusahaan yang sama dan digunakan pula oleh rumah sakit di seluruh Indonesia. Jika ini habis, kami tidak punya antisipasi lain," jelasnya.

Martina menyesalkan pandemi Covid-19 kian berlarut-larut di Kukar. Ia berharap masyarakat terus menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kelalaian akan hal tersebut menjadi penyebab utama terjadinya lonjakan kasus. “Jika ada lonjakan kasus lagi, kami menyerah karena tak mampu lagi memberikan pelayanan terbaik," sebutnya.

Kepala Satpol PP Kukar, Fidah Hurasani, menambahkan bahwa saat ini pihaknya yang termasuk ke Satgas penanganan Covid-19 terus menggencarkan operasi yustisi di Kecamatan Tenggarong. Tempat yang disasar rata-rata pusat keramaian seperti kafe, rumah makan, dan pusat pedagang kaki lima.

Selain menegakkan protokol kesehatan, Satgas dibantu Dinas Kesehatan Kukar juga melaksanakan pemeriksaan antigen kepada pengunjung secara acak untuk memeriksa keadaan kesehatannya. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan hingga PPKM di Kukar berakhir.

Disebut Fidah, dalam kegiatan tersebut pihaknya masih menemukan warga yang tak mematuhi PPKM. Ke depan, bila ditemukan warga tak menggunakan masker, Satgas akan melakukan tes antigen. Hal tersebut akan terus dilakukan agar memahami saat ini pemerintah tengah berupaya menekan laju Covid-19. Peran masyarakat pun dibutuhkan untuk menghentikan sebaran virus corona.

Fidah pun mengambil contoh temuan saat menggelar razia di pusat kuliner dan kafe di Jalan Robert Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, enggarong. Dua orang tak mematuhi protokol kesehatan dan dites antigen, reaktif Covid-19 meski tanpa gejala. "Kedua orang tersebut langsung dibawa ke wisma atlit, dan dilakukan tes Swab lanjutan," jelasnya.

Setelah temuan itu, lokasi kuliner tersebut ditutup sementara hingga batas waktu yang tak ditentukan. Dirinya mengimbau masyarakat agar dengan sadar dan taat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

"Kami minta warga taat prokes, hanya itu yang kami minta, Satgas tidak minta duit, kami minta tolong patuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar