Kutai Kartanegara

Kejadian Pilu di Tenggarong, Ibu Korbankan Nyawa demi Selamatkan Putranya yang Menyeberang Jalan

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 11225 Kali
Kejadian Pilu di Tenggarong, Ibu Korbankan Nyawa demi Selamatkan Putranya yang Menyeberang Jalan

Ibu yang mengorbankan nyawa demi menyelamatkan putranya (foto: arsip keluarga)

Ibu yang menyelamatkan putranya itu meninggal dunia. Pribadi yang dikenal ramah dan dermawan.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
08 Oktober 2021

kaltimkece.id Hari masih pagi ketika Bunda, 35 tahun, bukan nama sebenarnya, keluar dari rumahnya yang juga membuka jasa pangkas rambut di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ibu dua anak itu hendak menuju warung sembako untuk membeli sekotak tisu di seberang jalan. Bunda pun menyeberangi persimpangan yang ramai lalu-lalang kendaraan. Belum sampai di pintu warung, langkahnya terhenti.

Sabtu, 2 Oktober 2021, kurang lebih pukul 09.00 Wita, Bunda menoleh ke belakang dan kaget setengah mati. Putra bungsunya yang berusia tiga tahun ingin menyusulnya. Naluri keibuannya memberitahu bahaya tengah mengintai. Bunda segera berlari ke rumah dan menyeberang jalan dua jalur tersebut. Akan tetapi, tubuhnya dihantam sebuah truk hijau sebagaimana terekam kamera pengawas di lokasi kejadian.

Bunda segera dilarikan ke RSUD Aji Muhammad Parikesit di Tenggarong Seberang. Setelah lima hari dirawat, ia dirujuk ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada Kamis pagi, 7 Oktober 2021. Tuhan rupanya lebih sayang kepada Bunda. Pada pukul 19.00 Wita, ia menghadap Yang Maha Kuasa. Bunda meninggalkan seorang suami dan dua putra berusia lima dan tiga tahun.

“Saat tiba, kondisinya memburuk. Dokter dan perawat memberi alat bantu pernapasan dan perawatan medis. Mendiang juga sempat memakai ventilator," jelas Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan, RSUD AW Sjahranie, dr Arysia Andhina, kepada kaltimkece.id, Jumat, 8 Oktober 2021.

______________________________________________________________PARIWARA

Menurut dr Arysia, pasien menderita banyak patah tulang seperti di paha, pinggul, dan kaki. Risiko patah tulang paha disebut berbahaya karena terdapat saluran pembuluh darah besar. Pasien juga mengalami gagal pernapasan diduga akibat kurangnya oksigen dalam aliran darah yang terindikasi dari kandungan hemoglobin yang rendah.

Di Tenggarong, keponakan Bunda yang berusia 21 tahun menambahkan penjelasan. Pada awalnya, kata dia, Bunda masih bisa mengobrol dengan keluarga. Pada Kamis dini hari, kondisi kesehatan tantenya menurun sehingga dirujuk ke Samarinda. Bunda sebenarnya akan dioperasi di RSUD AW Sjahranie.

Merantau di Tenggarong

Bunda bersama suaminya mengadu nasib ke Tenggarong dari Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ketika baru memiliki seorang anak. Empat tahun silam, pada 2017, ia dan suami membuka usaha kecil-kecilan. Suaminya menjalankan usaha pangkas rambut sementara Bunda membantu dengan berjualan gado-gado dan pecel.

Hasil kerja pasangan suami istri ini sudah lumayan. Makanya, suaminya memanggil adik laki-lakinya dari Madura untuk datang ke Tenggarong. Suami Bunda berencana membuka sebuah warung makan tak jauh dari tempat mereka tinggal.

“Saya bahkan mau dimodali untuk jualan sate. Tempat berjualan juga disediakan kakak,” tutur adik ipar Bunda, 40 tahun, yang baru sebulan menetap di Kota Raja. Menurut sang adik ipar, Bunda adalah perempuan yang sangat baik. Mendiang kini telah diterbangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan.

"Sebelum meninggal, ipar saya itu pernah bilang, kalau meninggal ingin dimakamkan di kampungnya," terang sang adik ipar.

______________________________________________________________INFOGRAFIK

Bunda memang dikenal berhati mulia sekaligus dermawan. Tetangganya, seorang perempuan berusia 33 tahun, adalah pemilik warung di seberang jalan kediaman Bunda. Di warung inilah, almarhumah ingin berbelanja pada waktu kejadian. Menurut sang tetangga, Bunda sangat ramah. Apabila dagangannya tak habis, Bunda selalu ringan tangan membagikannya kepada para tetangga.

"Pokoknya, almarhumah adalah orang yang suka bersedekah," kenangnya.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, Inspektur Satu Sunarto, menyatakan, kasus ini tengah ditangani kepolisian. Petugas masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti sekaligus meminta keterangan para saksi. “Sementara untuk sopir truk, masih berstatus saksi,” jelasnya. (*)

Editor: Fel GM

Catatan redaksi: Berita ini mengikuti Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) sebagaimana diatur Dewan Pers, sesuai Undang-undang 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar