Kutai Kartanegara

Kelanjutan Kawasan Cadangan Pangan Desa Hijau di Tanjung Batu, 60 Hektare Telah Dikembangkan

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 548 Kali
Kelanjutan Kawasan Cadangan Pangan Desa Hijau di Tanjung Batu, 60 Hektare Telah Dikembangkan

Program kemandirian pangan di Desa Tanjung Batu. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Desa Tanjung Batu dijajal sebagai desa kemandirian pangan yang juga menjadi program nasional.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
05 Agustus 2021

kaltimkece.id Desa Tanjung Batu adalah sebuah wilayah di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Dikenal sebagai lokasi pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTU dan PLTG berkapasitas 220 megawatt.

Oleh Pemkab Kukar, dewa ini turut dijajal sebagai desa kemandirian pangan yang juga menjadi program nasional. Mengejar swasembada pangan memanfaatkan lahan tidur seluas 460 hektare, berkolaborasi dengan TNI dan Polri.

"Desa Tanjung Batu menjadi fokus pengembangan kawasan cadangan pangan strategis nasional," ungkap, Edi Damansyah, bupati Kutai Kartanegara, kepada kaltimkece.id, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dari 460 hektare kawasan yang dicanangkan, sudah terbuka 60 hektare. Turut dikemukakan untuk mendukung pemindahan ibu kota negara ke Kaltim. Dinamai kawasan cadangan pangan desa hijau. Meliputi kegiatan pertanian dalam arti luas. Melingkupi tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan.

Harapan Bupati Kukar, dari pengembangan kawasan tersebut bisa menjadi contoh daerah-daerah lain. Sebab, kebijakan Kukar saat ini adalah mengembangkan pertanian berbasis kawasan dan hilirisasi pertanian.

Mendukung keberlangsungan dan hilirisasi pertanian, Pemkab juga akan mengoptimalisasi beberapa aset. "Salah satunya Rice Processing Unit yang juga berdekatan desa ini agar diintegrasikan," imbuhnya.

Dandim 0906/Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling, berharap rencana di Desa Tanjung Batu tak hanya menjadi tagline. Melainkan bisa benar-benar mandiri, terutama di bidang ketahanan pangan. "Optimalkan desa mandiri ini, terlebih di masa pandemi begini,” ungkap Charles Alling.

Husni, kepala Desa Tanjung Batu, mengapresiasi program yang disodorkan kepada pihaknya yang dimulai Oktober 2020 lalu. Manfaatnya dinilai sudah terasa secara signifikan dan saat ini berafiliasi dengan program desa mandiri.

Dijelaskannya, di kawasan tersebut saat ini telah terdapat padi sawah, cabai, bawang merah, peternakan sapi, dan pengembangan tambak ikan. Saat ini seluas 60 dari 460 hektare kawasan pengembangan telah dimanfaatkan. Seluas 55 hektare pengembangan padi sawah dan 5 hektare bagi cabai, bawang, dan lainnya.

"Gubernur Kaltim juga mengapresiasi kegiatan ini, agar dapat terus ditingkatkan pencapaiannya," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar