Kutai Kartanegara

Makna di Balik Bupati Kutai Kartanegara Lantik Pejabat di Bundaran Eks Patung Naga

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 224 Kali
Makna di Balik Bupati Kutai Kartanegara Lantik Pejabat di Bundaran Eks Patung Naga

Pelantikan pejabat eselon II di Tenggarong pada 14 September 2021 (foto: aldibudiaris/kaltimkece.id)

Tersirat makna dari pelantikan pejabat Kukar di bundaran eks patung naga. Pejabat tidak boleh bekerja lambat. 

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
14 September 2021

kaltimkece.id Tidak seperti hari biasanya, bundaran eks patung naga di kawasan Central Business District, Tenggarong, ramai dengan orang berkumpul. Sebagian besar yang datang adalah aparatur sipil negara yang mengenakan seragam resmi. Di tempat itu, Bupati Kukar Edi Damansyah melantik sejumlah pejabat setingkat kepala dinas.

Selasa, 14 September 2021 itu, pelantikan “outdoor” itu menarik perhatian masyarakat yang melintas di Jembatan Kutai Kartanegara. Beberapa warga heran dengan keramaian di lokasi yang terbilang sudah lama mangkrak tersebut.

"Pekerjaan rumah kita masih banyak. Gaya bekerja lambat dan minta dilayani harus diubah," tegas Bupati Kukar Edi Damansyah dalam pelantikan. Edi Damansyah menambahkan, semua pejabat harusnya bisa bekerja sungguh-sungguh. Semua pejabat juga ditekankan harus mengubah pola pikir dalam bekerja.

“Harus realistis, sesuai dengan data, dan bekerja dengan perasaan,” imbuh Bupati.

Kepada kaltimkece.id, Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi Pimpinan Kukar, Ismed, memberikan penjelasan. Menurutnya, pelantikan seperti ini sudah beberapa kali dilakukan semasa kepemimpinan Bupati Edi Damansyah. Pertama di Pasar Tenggarong pada 23 November 2019. Kedua di Jalan Desa Sebelimbingan 19 Desember 2019, tepat ketika jalan di desa itu rusak parah.

Ismed mengatakan, pelantikan ini memang sarat makna. Masih banyak program yang hingga saat ini belum direalisasikan. "Contohnya kawasan CBD ini. Sudah diprogramkan pembangunannya namun belum tampak tanda-tanda pengerjaan," terang Ismed. Makna yang lain, sambungnya, bupati tak ingin para pejabat hanya bekerja di dalam ruangan.

Dalam mutasi ini, sejumlah pejabat mengisi tempat baru. Mereka di antaranya M Yamin, dari Kadis Pekerjaan Umum menjadi Staf Ahli Bidang Hukum. Dadang dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian. Bahteramsyah dari Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Hardi Dwi Putra dari Kepala Balitbangda menjadi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Selanjutnya, Hamly dari Kepala Distransnaker menjadi Kepala Dinas Sosial, Wicaksono dari Staf Ahli Bupati menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Ahyani dari Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Didi Ramyadi dari Kepala Dinsos menjadi Kepala Balitbangda, Dafip Haryanto dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menjadi Kepala Diskominfostandi. (*)

Editor: Fel GM

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar