Kutai Kartanegara

Menara Tuah Himba Pengganti Patung Naga CBD Tenggarong, Gabungan Futuristik dan Kearifan Lokal

person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 3865 Kali
Menara Tuah Himba Pengganti Patung Naga CBD Tenggarong, Gabungan Futuristik dan Kearifan Lokal

Momen penyerahan piagam penghargaan kepada Syandi Diantrinsa Kusuma. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Desain yang dibuat mengangkat filosofi Kukar yang harmonis dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
12 April 2021

kaltimkece.id Sayembara Landmark Kota Raja diikuti 112 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah berbulan-bulan, ditetapkan pemenang yang ternyata tak jauh-jauh dari lokasi landmark tersebut akan dibangun. Kontes tersebut dimenangkan oleh warga Tenggarong, Kutai Kartanegara, bernama Syandi Diantrinsa Kusuma, 27 tahun.

Minggu malam, 11 April 2021, Syandi ditahbiskan sebagai pemenang lewat karyanya yang berhasil memikat para dewan juri. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam rangkaian Tenggarong Creative Festival.

Syandi menang berkat desainnya yang berjudul Menara Tuah Himba. Terpilih sebagai konsep landmark Tenggarong pengganti patung naga yang gagal dibangun di Central Business District (CBD) Tenggarong di area Taman Kota Raja.

Sebelumnya, pada 31 Maret 2021 Syandi diberitahu oleh panitia bahwa karyanya tersebut masuk lima besar dari 112 peserta di seluruh Indonesia. Pada Jumat, 9 April 2021, ia di hubungi kembali dan diberitahu panitia bahwa ia akan menerima penghargaan secara simbolis dan keluar sebagai juara pada Minggu malam tersebut. Penghargaan diberikan langsung Bupati Kukar Edi Damansyah serta Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin.

Kepada kaltimkece.id, Syandi menyebut bahwa keikutsertaannya dalam sayembara tersebut bermula dari media sosial pada Desember 2020. Saat itu juga ia memulai membuat konsep desain dan bangunan.

Sulung dari dua bersaudara tersebut begitu bersemangat mengikuti sayembara desain itu. Apalagi sayembara tersebut bertujuan bagi pembangunan daerah kelahirannya sendiri.

Syandi yamg sedang melanjutkan studi magister jurusan arsitektur di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itupun terus mematangkan konsep akan desainnya. Mengambil filosofi Kukar yang harmonis dalam kehidupan masyarakat. Serta kebudayaan yang tak terpisahkan dalam kehidupan warganya.

Desain kolam dibuat berbentuk lingkaran. Memiliki makna alam yang berada di Kukar sebagai penopang kehidupan masyarakatnya. Di atas kolam itu terdapat 18 menara yang menjelaskan jumlah kecamatan di Kukar. Menara-menara itu menopang sebuah cincin mahkota yang berarti kemuliaan kehidupan masyarakat yang berbudaya.

“Tercetus lah Konsep Mahkota Tuah Himba," jelas Syandi. Mahkota Tuah Himba tak lain adalah semboyan Kutai, Tuah Himba Untung Langgong. Berarti menjaga kekayaan hutan dan alam, maka manfaat yang diperoleh akan lancar.

Adapun bentuk cincin di atas menara dari desain Sandi, memilki sonar panel yang akan menghidupkan segala peralatan di bangunan tersebut. Pun memiliki filosofi yang berarti teknologi dan kehidupan masyarakat tidak akan terlepaskan dan membawa manfaat.

Pemuda kelahiran Tenggarong melanjutkan bahwa dirinya membuat desain tersebut selama tiga bulan. Terhitung dari Desember 2020 hingga Februari  2021. Sebelumnya, Syandi menyelaraskan visi misi desain yang Pemkab Kukar kehendaki, yakni futuristic namun tak lepas dari nilai kearifan lokal.

Dari desainnya tersebut, Syandi keluar sebagai pemenang. Mendapatkan penghargaan dari Pemkab Kukar yang langsung diserahkan Bupati Edi Damansyah. Yaitu Piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 15 juta.

Anak pasangan Imam Sahroni dan Diah Nur Aini tersebut sangat bersyukur bisa menjadi salah satu yang terbaik. "Saya berharap desain saya benar-benar dibangun," tandasnya.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan bahwa desain buatan Syandi bakal menjadi bagian utama dan akan diperkaya lagi. Desain tersebut bakal diwujudkan untuk mengganti patung naga yang tidak jadi terbangun sebelumnya.

“Desain yang menjadi juara sayembara ini adalah bagian utama dari pembangunan. Nantinya tinggal ditambah-tabah saja, tapi desainnya sudah itu," ungkapnya.

Edi memastikan pembangunan landmark Kota Raja segera terwujud. Namun demikian, Edi tetap akan melihat kesiapan anggaran daerah untuk pembangunannya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar