Kutai Kartanegara

Museum Mulawarman Kembali Padat setelah Setahun Tutup, Targetkan Rp 750 Juta Tahun Ini

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 560 Kali
Museum Mulawarman Kembali Padat setelah Setahun Tutup, Targetkan Rp 750 Juta Tahun Ini

Suasana di pintu masuk Museum Mulawarman. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Museum Mulawarman merasakan tanggal merah pertamanya sejak kembali dibuka pada 24 Mei 2021.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
26 Mei 2021

kaltimkece.id Hari libur nasional dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak 2565 BE pada Rabu, 26 Mei 2021, menjadi momentum baik bagi Museum Mulawarman di Tenggarong. Setelah sekian lama tutup lantaran pandemi covid-19, fasilitas tersebut telah kembali dibuka dan kembali bisa merasakan ramainya pengunjung pada tanggal merah ini.

Museum Mulawarman kembali dibuka pada Senin lalu, 24 Mei 2021. Terhitung satu tahun destinasi wisata itu tak buka karena mewabahnya virus corona. Antusiasme pengunjung yang datang setelah dua hari dibuka, menjadi tanda beroperasinya fasilitas tersebut sudah lama dinantikan.

Pantauan kaltimkece.id pada Rabu pagi hingga sore, Museum Mulawarman tak pernah sepi dari pengunjung. Wisatawan hilir mudik bergantian masuk. Lapangan parkir pun terlihat padat terisi kendaraan, dari doa dua, empat, hingga bus.

Meski demikian, kerumunan pengunjung terpantau cukup terkendali. Petugas telah dikerahkan memastikan pengujung mengikuti prosedur protokol kesehatan berlaku. Termasuk mengantre dalam pembelian tiket hingga menunggu giliran pemeriksaan tubuh.

Pengelola museum mencatat 220 pengunjung datang dari pagi hingga sore itu. Datang dari Samarinda, Balikpapan, hingga luar Kaltim. Salah satunya adalah FX Hadi Rudyatmo. Bagi yang tak familier dengan nama tersebut, ia adalah wali kota Solo, Jawa Tengah, periode 2016-2021. Ia juga pernah menjabat wakil wali kota, mendampingi Presiden Joko Widodo saat menjabat wali kota Solo. Dalam kesempatan ini, FX Hadi Rudyatmo datang bersama kerabat dan kolega dalam rangka berlibur.

FX Hadi Rudyatmo pun tak begitu terkesan dengan koleksi-koleksi dari Museum Mulawarman. Apalagi ia sempat tak mengetahui sejarah peninggalan kerajaan Hindu tertua yang masuk ke Indonesia. "Walau lama tidak dibuka, barang-barangnya masih bagus dan ruangan di dalam masih terawat," sebut mantan orang nomor satu Solo tersebut.

Sementara Imam, warga Tenggarong yang juga berkunjung, bersyukur Museum Mulawarman kembali dibuka. Pria 40 tahun tersebut juga merasa senang karena bisa berkunjung bersama keluarga jauhnya dari Jawa Timur. “Sehingga saya bisa mengenalkan daerah tempat tinggal saya,” terangnya.

Kepada kaltimkece.id, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Jaka Budiana, menuturkan bahwa pihaknya sebagai pengelola telah menerapkan aturan protokol kesehatan ketat di fasilitas tersebut. "Kami mengimbau pengunjung mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ucapnya.

Sesuai ketentuan yang telah disepakati dengan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kukar, pengunjung Museum Mulawarman diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, menjaga jarak, dan melalui pengukuran suhu tubuh oleh petugas.

Pengelola juga membatasi pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas. Sebelum pandemi merebak, Museum Mulawarman bisa menerima 100-200 pengunjung dalam sekali kunjungan. “Kami melaksanakan protokol kesehatan secara ketat sesuai aturan dari Satgas Covid-19,” sambungnya.

Sebelum virus corona mewabah, atau pada 2019 lalu, Museum Mulawarman bisa mendapatkan pemasukan Rp 1 miliar setahun. Angka yang sama sulit ditargetkan pada 2021 ini. Sehingga pengelola pun menetapkan target hanya Rp 750 juta tahun ini.

Kasubag TU Museum Mulawarman, Sugiono Ideal, menambahkan bahwa saat ini pengunjung Museum Mulawarman masih termasuk wajar. Ia berharap ke depan kunjungan bisa terus stabil, apalagi ketika hari libur seperti pada Rabu ini. “Hari ini pengunjung yang datang adalah 180 orang dewasa dan 40 anak-anak. Dengan total keseluruhan pengunjung 220 orang,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar