Kutai Kartanegara

Pemerintahan Dua Kecamatan Baru di Kukar segera Dibentuk

person access_time 3 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 411 Kali
Pemerintahan Dua Kecamatan Baru di Kukar segera Dibentuk

Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono. FOTO: ISTIMEWA

Pelantikan para pejabat pemerintah kedua kecamatan tengah disiapkan. Setelah dua tahun dimekarkan.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Jum'at, 09 September 2022

kaltimkece.id Dua kecamatan baru di Kutai Kartanegara, yakni Samboja Barat dan Kota Bangun Darat, segera punya struktur kepemerintahan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tengah menyiapkan calon pejabat dan stafnya, termasuk anggaran operasionalnya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, kepada kaltimkece.id, Jumat, 9 September 2022.

“Ya, kami sedang persiapkan pelantikan calon-calon pejabatnya,” kata Sunggono. Pemkab Kukar pun telah menyiapkan rancangan anggaran operasional Kecamatan Samboja Barat dan Kota Bangun Darat. Sunggono menyebutkan, anggaran yang disiapakan untuk operasional dua kecamatan tersebut sebesar Rp 2 miliar

“Uang itu untuk gaji pegawai kecamatan, termasuk anggaran alat tulis kantor, pembiayaan rapat dan perjalanan dinas,” sebutnya.

Samboja Barat dimekarkan dari Kecamatan Samboja. KTP Samboja Barat pun sudah diterbitkan. Akan tetapi, warga Samboja Barat masih membuat KTP di Kecamatan Samboja. Hal ini dampak dari belum adanya kepemerintahan tingkat kecamatan.

Camat Samboja, Burhanudin, menjelaskan, Kecamatan Samboja Barat sudah memiliki nomor induk kecamatan yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri pada 2021. Oleh sebab itulah, Kecamatan Samboja bisa menerbitkan KTP Samboja Barat. “Walau penjabat definitifnya (Samboja Barat) belum ada tapi data kependudukannya sudah mulai migrasi,” jelasnya.

Belum adanya struktur kepemerintahan Kecamatan Samboja Barat dan Kota Bangun Darat mendapat kecaman dari sejumlah warga. Ketua Forum Persiapan Pemekaran Kecamatan Samboja Barat, Masyur, mengatakan, tanpa pemerintah kecamatan, pengurusan administrasi kependudukan menjadi sulit. Pembangunan infrastruktur di Samboja Barat pun menjadi lambat.

“Kan lucu, KTP Samboja Barat sudah diterbitkan tapi struktur kecamatannya belum ada,” ucapnya kepada kaltimkece.id.

Kecamatan Samboja Barat terdiri dari delapan kelurahan dan desa. Kedelapannya yakni Bukit Merdeka, Sungai Merdeka, Karya Merdeka, Amborawang Darat, Argosari, Salok Api Darat, Salok Api Laut, dan Desa Tani Bakti.

Adapun Kota Bangun Darat, dimekarkan dari Kecamatan Kota Bangun. Kecamatan ini menaungi sembilan desa yakni Benua Baru, Kedang Ipil, Kota Bangun I, Kota Bangun II, Kota Bangun III (Sarinadi), Sedulang, Suka Bumi, Sumber Sari, dan Wonosari. Desa Kedang Ipil ditunjuk sebagai ibu kota Kecamatan Kota Bangun Darat.

Pelaksana tugas Kepala Desa Kedang Ipil, Erhamsyah, juga mengeluhkan soal belum adanya kepemerintahan Kota Bangun Darat. Pasalnya, hal ini membuat warga Desa Kedang Ipil masih harus mengurus administrasi kependudukan di Kota Bangun. Padahal, jarak dari Desa Kedang Ipil ke Kota Bangun cukup jauh, yakni sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam menggunakan kendaraan bermotor. “Itu terlampau jauh,” ucap Kades Erhamsyah kepada kaltimkece.id.

Infografik dua kemcatan baru di Kukar belum memiliki pemerintahan.
DESAIN GRAFIS: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID

 

Ia pun mendesak struktur pemerintahan Kecamatan Kota Bangun Darat segera dibentuk. Dengan begitu, warganya dapat mudah mengurus segala administrasi, termasuk perekonomian masyarakat juga akan meningkat. Pembangunan infrastruktur pun diyakini semakin menggeliat dengan adanya pemerintahan tingkat kecamatan. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar