Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Siapkan Rencana Besar Menangani Jembatan Sambera yang Sering Rusak

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 453 Kali
Pemkab Kukar Siapkan Rencana Besar Menangani Jembatan Sambera yang Sering Rusak

Kondisi Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara. (foto: aldi budiaris/kaltimkece.id)

Berkali-kali diperbaiki, jembatan di Muara Badak ini tetap rusak. Kerap dilintasi truk muatan sawit disebut biang keroknya.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Sabtu, 04 Juni 2022

kaltimkece.id Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, rusak lagi. Padahal, bangunan yang menghubungkan Muara Badak dengan Kecamatan Marangkayu ini telah berulang kali diperbaiki. Menyikapi masalah tersebut, pemerintah kabupaten menyusun rencana strategis.

Kepada kaltimkece.id, Jumat, 3 Juni 2022, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Restu Irawan, mengatakan, pada akhir 2021, Pemkab Kukar merawat konstruksi Jembatan Sambera. Biaya perawatannya Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD Kukar. Ini dilakukan agar jembatan berpondasi besi dan berbadan jalan uli itu tetap layak dilalui kendaraan.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Februari 2022, Restu mendapat kabar dari masyarakat, Jembatan Sambera rusak lagi. Pemkab Kukar pun kembali memperbaiki jembatan tersebut. Kali ini mereka mengganti beberapa papan ulin yang rusak dengan pipa besi. Bagian sisi jembatannya juga dipasangi plat besi.

_____________________________________________________PARIWARA

Tiga bulan berselang, Jembatan Sambera dilaporkan kembali rusak. Restu mengatakan, jembatan tersebut sering rusak karena dilintasi kendaraan besar seperti truk yang mengangkut sawit dan minyak sawit mentah (CPO). “Perbaikan yang sebelumnya memang belum permanen,” katanya.

Menanggapi laporan tersebut, Pemkab Kukar berencana mempermanenkan Jembatan Sambera. Restu menyebut, ada tiga tipe alternatif tipe jembatan yang bakal dipakai merenovasi Jembatan Sambera. Ketiganya yakni jembatan rangka baja, jembatan girder beton bertulang precast, atau jembatan girder SBArch. Ketiga tipe jembatan tersebut dipastikan lebih kokoh.

“Perlu waktu panjang membangun jembatan pengganti karena perlu perencanaan yang matang membangun sebuah jembatan,” ucap Restu.

Dalam waktu dekat, Dinas PU Kukar membuat detail engineering design (DED) Jembatan Sambera yang baru. Direncanakan renovasi dimulai pada 2023. Anggaran untuk renovasi ini, termasuk membuat jalan pendekat ke Jembatan Sambera, diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. “Anggaran pastinya diketahui setelah DED-nya selesai,” sebut Restu.

Dia menjelaskan, renovasi ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Pemkab Kukar disebut menyadari bahwa Jembatan Sambera punya peran peran sebagai akses mobilitas masyarakat. Selain menjadi jalur ke Muara Badak dan Marangkayu, jembatan tersebut juga bisa tembus ke Bontang. “Kami berharap, kendaraan yang melintasi jembatan ini menyesuaikan dengan kapasitas jembatannya,” ujarnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Rencana Pemkab Kukar merenovasi Jembatan Sambera disambut antusias pemilik Pantai Panrita Lopi di Muara Badak, Daeng Lompo. Pria berusia 37 tahun ini mengatakan, kerusakan jembatan tersebut turut mempengaruhi usahanya. Tak sedikit wisatawan disebut enggan ke pantai di Muara Badak karena Jembatan Sambera.

“Semoga, pembangunan jembatan yang permanen itu bisa segera dilakukan karena perannya sangat vital. Jembatan ini akan meningkatkan daya tarik wisatawan dan ekonomi warga setempat,” ujar Daeng Lompo. Ia pun menyatakan bersedia terlibat dalam merawat Jembatan Sambera jika telah diperbaiki.

“Harus ada kesadaran semua pihak menjaga jalan yang sudah dibangun pemerintah. Kalau jalan berlubang, jangan nunggu hancur dulu baru diperbaiki,” ucapnya. (*)

Editor: Surya Aditya

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar