Kutai Kartanegara

Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Kukar Baru 16 Persen, Bupati Tagih Kontribusi Perusahaan

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 510 Kali
Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Kukar Baru 16 Persen, Bupati Tagih Kontribusi Perusahaan

Kegiatan vaksinasi covid-19 di Kukar. (aldi budiaris/kaltimkece.id)

Pemkab Kukar bersurat resmi kepada pemerintah pusat dan provinsi mempercepat distribusi vaksin.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
30 Juli 2021

kaltimkece.id Realisasi vaksinasi Covid-19 di Kukar masih sangat jauh dari target. Pemkab Kukar mendata 548.231 sebagai sasaran vaksinasi di kabupaten tersebut. Namun sampai saat ini baru terealisasi 16 persen alias 88.895 orang.

"Tinggal ketersediaan vaksin saja saat ini. Kami menunggu distribusi dari Pemprov dan Kementerian Kesehatan," jelas orang nomor satu di Kukar tersebut.

Pemkab Kukar disebut terus berkomunikasi dan bersurat resmi kepada pemerintah pusat dan provinsi mempercepat distribusi vaksin. Vaksin gotong royong juga disebut telah banyak membantu untuk mencapai kekebalan kelompok.

Oleh sebab itu, Pemkab juga meminta dunia usaha, khususnya perusahaan swasta yang beroperasi di Kukar, untuk melaksanakan program vaksin gotong royong.

Di Kukar, Arsad, 31 tahun, karyawan swasta di bidang finansial, adalah salah satu warga yang merasakan manfaat vaksin gotong royong. Penduduk Tenggarong itu sedari awal memang sangat menanti divaksin demi meminimalisasi dampak buruk virus corona.

"Hal ini tak lepas, perusahaan menjaga kesehatan para karyawan," jelasnya, kepada kaltimkece.id, Kamis, 29 Juli 2021.

Di samping itu, dirinya juga ingin mendapatkan sertifikat vaksin. Dengan memperoleh sertifikat ini, ia mendapatkan keuntungan lain. Yaitu bisa menggunakan surat keterangan vaksin, sebagai syarat keluar kota.

"Di samping mendapatkan jaminan berkurangnya resiko terpapar Covid-19. Surat keterangan telah vaksin ini juga bermanfaat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kukar, Imam Pranawa Utama, mengungkapkan jika awalnya masyarakat banyak tak mau mengikuti vaksinasi yang dikemukakan pemerintah. Faktor utamanya disebabkan beredarnya kabar bohong atau hoaks terkait vaksinasi.

Namun, setelah kebijakan pemerintah bahwa sertifikat vaksinasi nantinya digunakan sebagai syarat perjalanan keluar daerah, atau digunakan sebagai syarat tertentu, keinginan masyarakat untuk vaksinasi kian meningkat. "Sertifikat yang menjadi syarat melakukan kegiatan, membuat masyarakat berbondong-bondong ingin di vaksin," jelasnya.

Masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi sebelumnya dianjurkan untuk melihat jadwal dan spot-spot lokasi vaksinasi. Ia juga menyarankan calon penerima vaksin bisa mengikuti informasi di media sosial Dinas Kesehatan Kukar atau akun informasi publik.

Atau, secara langsung masyarakat juga bisa mendatangi puskesmas di kecamatan masing-masing, sesuai domisili warga. Dan masyarakat bisa menanyakan informasi seputar vaksin melalui nomor layanan kesehatan milik pemerintah Kukar.

Saat ini, kegiatan vaksinasi di Kukar tersebar di sejumlah tempat, lokasi pertama dilaksanakan di gedung bela diri kompleks Stadion Aji Imbut. Kedua, di puskesmas seluruh kecamatan. Kegiatannya menyesuaikan jadwal dan ketersediaan dosis vaksin yang diterima Kukar.

Imam menghimbau masyarakat agar tak mempercayai kabar yang digunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Yang menginformasikan efek samping vaksinasi Covid-19 berbahaya. Dirinya menyebutkan efek samping dari vaksin bermacam-macam, tergantung dari tingkat kesehatan penerima.

Ia menjamin bahwa efek samping vaksin masih wajar. Masyarakat yang divaksin juga akan melewati rangkaian tahapan dari petugas, seperti mengenai riwayat penyakit tertentu. Bila tak memiliki penyakit dengan kategori tertentu dan kondisinya sehat, masyarakat ini masuk kriteria berhak divaksin.

"Setiap penerima dosis vaksin efeknya cenderung merasa lapar, mengantuk dan ada yang tak merasakan efek apa-apa," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar