Kutai Kartanegara

Rekreasi Keluarga Berubah Petaka di Sangasanga, Bapak-Anak Tenggelam di Sungai

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 1102 Kali
Rekreasi Keluarga Berubah Petaka di Sangasanga, Bapak-Anak Tenggelam di Sungai

Tim Basarnas Balikpapan saat pencarian di Desa Sarijaya, Sangasanga, Kukar (foto: Basarnas Balikpapan)

Maksud hati menikmati panorama, justru berakhir petaka.

Ditulis Oleh: Surya Aditya
Rabu, 16 Juni 2021

kaltimkece.id Langit lumayan cerah ketika Untung, 39 tahun, mengajak putranya yang bernama Rasidi, 6 tahun, menuju sungai dekat kediaman mereka di Desa Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. Setibanya di anak Sungai Mahakam tersebut, Untung gembira melihat permukaan sungai yang begitu tenang. Rekreasi bersama anaknya berjalan sesuai rencana.

Selasa, 15 Juni 2021, sekira pukul 16.00 Wita, Untung segera menaikkan Rasidi ke perahu kayu kecil. Setelah sama-sama di atas perahu, Untung mendayung pelan-pelan. Bapak dan anak itu pun berkeliling sungai, menikmati sejuknya panorama alam pada sore hari.

Keadaan berubah mencekam setelah mereka berlayar 30 menit. Arus sungai mendadak deras. Segulung ombak bahkan menghantam perahu tersebut. Kapal kecil oleng, Rasidi terjatuh ke sungai. Untung yang disergap panik segera menceburkan diri ke sungai untuk menolong buah hatinya. Akan tetapi, kuatnya arus menyebabkan Untung terseret arus.

Dari tepi sungai, Sahrudin, 19 tahun, melihat dengan jelas Untung sedang melambaikan tangan sambil menjerit meminta tolong. Pemuda yang tinggal di Desa Sarijaya itu segera ke permukiman. Ia mengabarkan informasi kepada warga. Penduduk lantas mencari Untung dan anaknya. Setelah hampir dua jam, persis ketika azan magrib berkumandang, warga menemukan Untung di sungai. Laki-laki itu sudah tak bernyawa.

Masih ada satu korban lagi yang belum ditemukan. Warga melapor kepada pihak berwajib, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A atau Basarnas Balikpapan.

“Laporan kecelakaan kapal di Sarijaya kami terima pukul 19.35 Wita,” kata Melkianus Kotta, kepala Basarnas Balikpapan, Rabu, 16 Juni 2021.

Malam itu juga, Basarnas berangkat ke desa tersebut. Mengingat hari sudah gelap, operasi pencarian orang hilang ditunda. Keesokan paginya, petugas menyisir setiap kawasan sungai. Saat matahari tepat di atas kepala, petugas mendapat kabar sesosok bocah tersangkut jangkar kapal milik warga. Petugas yang mendatangi kapal tersebut menemukan bocah itu dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah tersebut dipastikan Rasidi, anak almarhum Untung.

“Pukul 12.20 Wita, kami menemukan korban kedua sejauh 50 meter dari titik awal dilaporkan menghilang ke arah hilir sungai,” jelas Melkianus.

Petugas lalu membawa jenazah Rasidi ke kediamannya untuk segera dikebumikan. Dengan telah ditemukannya korban terakhir tersebut, Basarnas menyatakan operasi pencarian orang hilang di sungai dekat Desan Sarijaya selesai dan dihentikan. (*)

Editor: Fel GM

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar