• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • WARTA
  • KUTAI KARTANEGARA
  • Rita Widyasari Kembali, Warga Tenggarong Tumpah ke Jalan

WARTA

Rita Widyasari Kembali, Warga Tenggarong Tumpah ke Jalan

Spanduk, konvoi, dan air mata menyambut kepulangannya. Berbicara dari Pulau Kumala, masakan yang dirindu, hingga perkara hukum.
Oleh Aldi Budiaris
13 Juni 2026 19:13
Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (baju putih), berswafoto dengan warga saat tiba di Tenggarong, Jumat malam, 12 Juni 2026. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID
Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (baju putih), berswafoto dengan warga saat tiba di Tenggarong, Jumat malam, 12 Juni 2026. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID

kaltimkece.id Sore di Tenggarong pada Jumat, 12 Juni 2026, tak seperti biasanya. Ratusan warga memadati sejumlah titik di sepanjang jalur poros Samarinda-Tenggarong. Sebagian berdiri di tepi jalan, sebagian lain mengendarai sepeda motor dan mobil. Mereka menunggu satu sosok yang selama hampir satu dekade hanya mereka lihat melalui layar televisi, media sosial, dan pemberitaan.

Sosok tersebut adalah Rita Widyasari. Bupati Kutai Kartanegara 2010-2017 itu dikabarkan akan kembali ke kampung halaman di Tenggarong setelah menyelesaikan masa hukuman penjara dalam perkara korupsi. Pada 2017, Rita ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi terkait perizinan proyek dengan nilai mencapai Rp110 miliar.

Rita tiba di Tenggarong ketika langit sudah gelap. Masyarakat yang sudah lama menanti segera berkonvoi mengantarkan Rita menuju kediamannya. Selama perjalanan, warga nyaris tak henti menyapa, mengabadikan momen, hingga meminta berswafoto. Kepada kaltimkece.id, Rita mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan sebesar itu.

"Saya pikir enggak banyak orang. Ternyata ada motor-motor, ada iring-iringan. Alhamdulillah, luar biasa. Disambut luar biasa, enggak terbayangkan," ucapnya.

Rita Widyasari telah kembali ke kediamannya di Tenggarong. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID

Rita Widyasari telah kembali ke kediamannya di Tenggarong. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID

Sepanjang perjalanan, Rita mengaku memperhatikan sejumlah perubahan di kampung kelahirannya. "Saya senang lihat Tenggarong sekarang. Keren. Cuma tadi sekilas lihat Pulau Kumala. Dulu saya punya cita-cita membuat tempat-tempat nongkrong seperti itu. Alhamdulillah, sekarang sudah jadi, bagus," katanya.

Setelah hampir sembilan tahun menjalani kehidupan di balik jeruji, Rita mengatakan belum memiliki agenda politik. Untuk sementara, ia ingin menetap di Tenggarong dan beristirahat.

"Aku lahir di sini. Sudah lama sekali enggak tinggal di rumah ini. Saya mau lihat-lihat dulu. Masih ada aset yang harus saya urus. Kalau di Jakarta biaya hidup lebih besar. Jadi sementara saya di sini dulu," ujarnya.

Ditanya mengenai ramainya dukungan di media sosial yang mengaitkannya dengan kemungkinan kembali ke dunia politik atau maju dalam pemilihan kepala daerah, Rita enggan menanggapi. "No comment. Saya mau istirahat dulu," singkatnya.

Dalam waktu dekat, ia berencana berziarah ke makam ayah, adik, dan sejumlah anggota keluarga yang telah meninggal selama dirinya menjalani masa tahanan.

"Saya terputus komunikasi cukup lama. Banyak keluarga yang meninggal saya enggak tahu," ujarnya.

Selain keluarga, Rita mengaku rindu dengan makanan khas yang biasa ia santap saat masih tinggal di Tenggarong. Salah satunya adalah masakan warung legendaris yang dikenal warga setempat. Ia bahkan berseloroh bahwa dirinya seperti "endorser" salah satu rumah makan karena bisa menyantap hidangan di tempat itu hingga tiga porsi.

"Saya memang kangen makanan sini. Kangen suasana sini. Saya orang Kutai. Lahir dan besar di sini," katanya.

Kenangan masa sekolah pun kembali muncul. Rita mengenang masa-masa menjadi mayoret hingga aktif dalam kegiatan seni saat masih bersekolah di Tenggarong.

Klarifikasi Perkara Hukum

Saat melayani tanya-jawab dengan wartawan, Rita juga menyinggung perkara hukum yang pernah menjeratnya. Ia kembali menyatakan pandangannya bahwa terdapat ketidakadilan dalam proses penanganan kasus yang menyeret namanya.

Menurutnya, selama persidangan tidak ada saksi yang secara langsung menyebut dirinya menerima uang sebagaimana yang didakwakan.

"Saya dari awal bilang di sidang, saya tidak pernah disebut menerima. Itu yang saya rasakan tidak adil," ujarnya.

Meski demikian, Rita mengaku berusaha menjalani masa hukuman dengan kegiatan positif. Ia mengisi waktu dengan olahraga, melukis, dan aktivitas lain yang tidak menggunakan perangkat elektronik.

"Saya sekarang malah lebih sehat dibanding dulu. Saya olahraga setiap hari. Bahkan satu koper saya isinya alat olahraga," katanya sambil tertawa.

Terlepas dari kontroversi yang masih melekat pada namanya, kepulangan Rita menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Tenggarong masih menyimpan kedekatan emosional dengan mantan kepala daerah tersebut.

Spanduk-spanduk penyambutan terpasang di sejumlah titik. Iring-iringan kendaraan mengawal perjalanannya hingga rumah. Di sepanjang jalan, warga berebut menyapa dan mengabadikan momen. Rita mengaku terharu melihat sambutan tersebut.

"Saya sedih sekaligus terharu. Mereka sampai menyiapkan spanduk dan penyambutan seperti ini. Saya benar-benar tidak menyangka," ucapnya. (*)

Editor : Surya Aditya

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.