Kutai Kartanegara

Setelah Gagal Membangun CBD, Pemkab Kukar Mau Mengubahnya Jadi Taman Kota Raja

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 723 Kali
Setelah Gagal Membangun CBD, Pemkab Kukar Mau Mengubahnya Jadi Taman Kota Raja

Kondisi pembangunan Central Business District di Tenggarong, Kukar. (foto: aldi budiaris/kaltimkece.id)

Proyek di Tenggarong ini telah mangkrak selama enam tahun. Rencana perubahan konsep digulirkan.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
25 Januari 2022

kaltimkece.id Pemkab Kukar membangun Central Business District (CBD) di Tenggarong, Kutai Kartanegara, pada 2013. Tapi, pembangunan pusat bisnis terpadu senilai Rp 390 miliar itu berhenti pada 2016 sebelum kelar. Kini pemerintah kabupaten mau mengubah konsep pembangunannya menjadi taman.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Dijelaskan, pembangunan taman di lokasi CBD dimulai pada tahun ini. Di taman itu nantinya terdapat sarana joging dan usaha mikro, kecil, dan menengah alias UMKM. Hal ini dilakukan agar semua lahan bisa dimanfaatkan dan tidak ada bangunan yang mangkrak.

_____________________________________________________PARIWARA

Tujuannya agar ekonomi kerakyatan berjalan kembali setelah terpuruk akibat pandemi, jelas Bupati Edi Damansyah kepada kaltimkece.id, Senin, 24 Januari 2022.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wisnu Wardana, menambahkan, nama CBD juga akan diubah menjadi Taman Kota Raja. Konsep pembangunannya yakni tempat berekreasi yang tidak banyak terdapat bangunan.

“Supaya mudah dibenahi dan tidak terlalu banyak makan biaya,” terang Kadis Wisnu kepada kaltimkece.id pada kesempatan yang berbeda. Dia menambahkan, konsepnya juga mengedepankan keindahan. Mengingat, lokasi taman dekat Jembatan Kartanegara yang menjadi pintu gerbang keluar masuk Tenggarong.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Anggaran pembangunan Taman Kota Raja, sebut Wisnu, sekitar Rp 7 miliar yang bersumber dari APBD Kukar 2022. Dinas PU juga akan membangun tugu baru di bundaran CBD. Sedangkan bangunan yang sudah dibangun sebelumnya dijadikan pusat informasi wisata dan ekonomi kreatif. Dinas PU segera melakukan studi kelayakan desain landmark yang menjadi hasil sayembara desain pada April 2021.

“Untuk sementara, kami benahi dulu secara sederhana karena anggaran kami juga terbatas, tandas Wisnu. (*)

Editor: Surya Aditya

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar