kaltimkece.id Video yang diunggah media sosial lokal itu menunjukkan puluhan orang berswafoto dan bersantai pada malam hari. Lokasinya di sekitar bundaran Menara Tuah Himba di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Tak jauh dari situ, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat parkir di sepanjang badan jalan.
Rekaman yang diunggah pada Ahad, 4 Februari 2024, kemudian menuai beragam komentar. Aktivitas di sekitar bundaran disebut mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Kepada kaltimkece.id, Kepala Satuan Lalu Lintas, Kepolisian Resor Kukar, Ajun Komisaris Polisi Rachman Ashari, menyampaikan tanggapannya. Kegiatan tersebut memang mengganggu ketertiban berlalu lintas. Sebetulnya, kata AKP Rahcman, jalan di sekitar Menara Tuah Himba berfungsi sebagai jalur poros. Jalan tersebut merupakan jalur satu-satunya yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang melalui Jembatan Kutai Kartanegara.
"Kami sudah meninjau lokasi Menara Tuah Himba. Dalam waktu dekat, kami merekayasa lalu lintas termasuk penertiban parkir," katanya, Senin, 5 Februari 2024.
Ia menerangkan bahwa semenjak Menara Tuah Himba diresmikan pada 31 Desember 2023, lokasi itu menjadi daya tarik warga lokal maupun luar daerah. Warga kerap berhenti dan memarkir kendaraan di sepanjang jalan di dekat landmark baru tersebut. Biasanya, pada sore hingga malam. Kebanyakan warga ingin berfoto dengan latar belakang menara dan permainan lampu tematik dan air mancur di situ.

Sementara itu, jalan di dekat lokasi memiliki fungsi yang vital. AKP Rachman melanjutkan, jalur tersebut setiap hari dilalui ratusan kendaraan. Banyaknya kendaraan yang berhenti dan parkir di tepi jalan membuat akses arus lalu lintas terganggu. Tidak sedikit pengguna jalan mengeluhkan kondisi tersebut karena membahayakan pengguna jalan sekaligus warga yang menyeberang jalan.
Satlantas Polres Kukar masih menunggu peraturan dan pemasangan rambu lalu lintas oleh Dinas Perhubungan Kukar. Walaupun demikian, Satlantas telah berkoordinasi dengan Dishub Kukar untuk menyiapkan sejumlah langkah sementara untuk mengurai permasalahan tersebut.
Untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung Menara Tuah Himba, pihaknya akan berpatroli bersama dinas perhubungan. Pos pengawasan sementara juga dibuat untuk mengurangi potensi yang membahayakan pengguna jalan dan pengunjung.
"Kami juga mengimbau warga untuk tidak berhenti di sepanjang jalan di dekat menara," imbuhnya.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan, telah melaksanakan rapat bersama sejumlah pihak termasuk Satlantas Polres Kukar. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyepakati tiga poin penanganan sementara.
Pertama, pemerintah daerah segera melengkapi dan menambah rambu lalu lintas termasuk menyiapkan imbauan bertuliskan larangan parkir atau berhenti di sepanjang jalan Menara Tuah Himba. Kedua, Dishub Kukar menempatkan petugas penertiban kendaraan dan petugas parkir di sekitar landmark tersebut.
"Masyarakat yang parkir di badan jalan akan kami arahkan ke kantong parkir yang disediakan," jelasnya.

Sebagai implementasi jangka pendek, petugas gabungan dari Dishub dan Satlantas Kukar akan berjaga di lokasi Menara Tuah Himba sejak sore hingga petang. Terutama pada hari-hari ramai pada Kamis, Sabtu, dan Minggu. Upaya itu untuk memastikan arus lalu lintas berjalan lancar.
"Kami juga mengimbau masyarakat menaati peraturan agar ketertiban berlalu lintas bisa terjaga," pesannya. (*)