Kutai Kartanegara

Yang Dicemaskan Sopir Truk di Tenggarong dari Pemindahan Antrean Solar

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1187 Kali
Yang Dicemaskan Sopir Truk di Tenggarong dari Pemindahan Antrean Solar

Sejumlah truk mengantre di Taman Kota Raja, Tenggarong, Kukar, untuk membeli solar di SPBU Timbau. FOTO: ALDI BUDIARIS-KALTIMKECE.ID

Pemkab Kukar memindahkan pakiran truk dari SPBU Timbau ke Taman Kota Raja. Pertamina acungkan jempol.

Ditulis Oleh: Aldi Budiaris
Kamis, 01 September 2022

kaltimkece.id Sekitar 70 unit truk pakir di dekat Taman Kota Raja, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Pada Rabu, 31 Agustus 2022, kendaraan-kendaraan itu tengah menunggu giliran masuk SPBU Timbau. Dari kendaraan paling depan, stasiun tersebut hanya berjarak kurang lebih 600 meter. Tujuannya, tentu saja, mengisi solar agar kendaraan bisa terus beroperasi.

Muhammad Taufik Hidayat adalah salah seorang sopir truk yang ikut dalam antrean tersebut. Kepada kaltimkece.id, pria itu menjelaskan, para sopir truk memakirkan kendaraannya di pakiran Taman Kota Raja karena kendaraan di atas roda enam kini dilarang mengantre di SPBU. Ketentuan ini berlaku sejak Rabu itu. “Aturan baru tersebut dari Dinas Perhubungan Kukar,” sebutnya.

Dia pun menyatakan setuju dengan peraturan tersebut. Menurutnya, tidak ada yang mengantre di SPBU Timbau membuat estetika kota menjadi lebih baik. Pakiran di dekat Taman Kota Raja pun dinilai lebih rapi.

“Kami juga tidak lagi dianggap mengganggu pengguna jalan umum,” ucapnya. Hanya saja, ia menyarankan, petugas yang mengurusi pembelian solar di SPBU Timbau selalu ada setiap hari. Pada hari pertama diberlakukannya mengantre di Taman Kota Raja, petugas Dishub Kukar mengatur jalannya pembelian solar, baik di SPBU maupun di lokasi pakiran. Jika mereka tidak ada, Taufik khawatir, adanya masalah baru.

“Bisa saja, antrean kami diserobot oleh pengendara lain jika tidak ada petugas yang mengawasi,” Taufik waswas. Ia juga meminta solar selalu ada dan mencukupi semua kebutuhan para sopir truk. “Kalau solar di SPBU kosong, sia-sia saja mengantre lama,” imbuhnya.

Ditemui di lokasi berbeda, Kepala Seksi Pengelolaan Perparkiran, Dinas Perhubungan Kukar, Obaja Alexander, memberikan penjelasan tambahan soal pemindahan pakiran dari SPBU Timbau ke Taman Kota Raja. Hal ini juga untuk menertibkan lalu lintas di Jalan Wolter Mongisidi. Sebelumnya, kantong parkir di jalan tersebut kerap dipenuhi oleh kendaraan yang mengantre solar di SPBU Timbau. Kendaraan-kendaraan peminum solar juga disebut sering pakir di bahu jalan.

Lebih dari itu, pemindahan ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah alias PAD. Mengingat, para pemilik kendaraan yang pakir di Taman Kota Raja dikenai biaya. Biayanya Rp 5.000 untuk semua kendaraan roda empat ke atas. Obaja Alexander mengklaim telah menyosialisasikan ketentuan ini kepada para sopir kendaraan.

“Alhamdulillah, teman-teman sopir tidak keberatan dengan aturan tersebut,” klaimnya. Dia pun memastikan selalu ada petugas Dishub yang mengawasi antrean dan parkiran kendaraan di sana. Petugas juga akan membantu para sopir mendapatkan bahan bakar minyak.

“Sebenarnya, aturan ini baru percobaan. Kita lihat efektivitasnya ke depan,” ujarnya. Agar bisa efektif, ia mengimbau, petugas SPBU tidak melayani truk parkir di katong parkir atau badan jalan yang dilarang digunakan. “Penertiban parkiran ini sudah sesuai Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 3 Tahun 2011 agar tidak membuat kumuh wajah kota,” sambungnya.

Tanggapan Pertamina

Langkah Pemkab Kukar memindahkan pakiran truk dari SPBU Timbau ke Taman Kota Raja mendapat apresiasi dari Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Kalimantan, Susanto August Satria. Menurutnya, inovasi tersebut sudah tepat untuk mengatasi masalah antrean di SPBU.

Infografik antrean solar di SPBU Timbau dipindah ke Taman Kota Raja.
DESAIN GRAFIS: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID
 
“Kami berterima kasih atas usaha Pemkab Kukar itu,” ucap Satria kepada kaltimkece.id pada kesempatan berbeda. Ia pun memastikan pasokan BBM untuk semua SPBU di Kaltim tersedia. Ini sebagai bentuk sinergisitas Pertamina dengan pemda dalam menyediakan bahan bakar yang baik untuk masyarakat.
 
Berdasarkan catatan Pertamina MOR Kalimantan, rata-rata kuota BBM untuk SPBU adalah 18.000 kiloliter per hari. Sepanjang tahun ini, konsumsi pertalite di Benua Etam mencapai 416.267 kiloliter sedangkan solar 46.706 kiloliter. “Pertamina menjamin ketersedian bahan bakar untuk semua daerah,” pungkas Satria. (*)

 

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar