Kutai Timur

Arti Hutan dan Lebah Bagi Warga Desa di Kutim, Sumber Kehidupan yang Dibawa KalFor Project

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 749 Kali
Arti Hutan dan Lebah Bagi Warga Desa di Kutim, Sumber Kehidupan yang Dibawa KalFor Project

Warga Desa Tepian Terap, Kutai Timur, membudidayakan madu dari lebah kelulut. (foto: sobary/kaltimkece.id)

Hutannya yang masih terjaga membuat pakan kelulut berlimpah. Kelulut adalah lebah yang semua hasil produksinya memiliki nilai ekonomi.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary Ardan
Kamis, 14 Juli 2022

kaltimkece.id Raungan chain saw memecah keriuhan di halaman kantor Desa Tepian Terap, Sangkulirang, Kutai Timur. Belasan orang di situ terhenyak menyaksikan Rusman membelah sebatang pohon. Hampir setengah jam kemudian, tugas Ketua Lembaga Pengelola Hutan Milik Desa (LPHMD) Tepian Terap itu kelar.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 15 Juni 2022. Setelah memotong batang pohon, Rusman bergegas mengenakan bee coverall atau pakaian pelindung lebah bercorak loreng. Ia kemudian memeriksa sarang lebah yang didapat dari alam menggunakan sebilah pisau. Sejumlah koloni lebah ia pindahkan ke beberapa kotak kayu yang dibuat khusus atau biasa disebut stup. Umumnya, kotak ini berukuran 15x15 sentimeter. Kayu ulin, meranti, atau kapur, bisa menjadi bahan bakunya.

Semua stup akan dibawa Rusman ke lokasi pembudidayaan lebah kelulut di suatu tempat. Budi daya ini berlangsung selama tiga hingga enam bulan. Dalam pekerjaan ini, Rusman dibantu 19 warga Desa Tepian Terap, dua di antaranya perempuan.

Ilmu budi daya tersebut didapat Rusman saat mengikuti pelatihan budi daya madu kelulut di Desa Tepian Terap, Selasa dan Rabu, 14-15 Juni 2022. Pelatihan ini diadakan Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), sebuah lembaga pengelolaan lingkungan yang didirikan pada 2008. Desa Tepian Terap adalah salah satu desa yang didampingi KBCF.

_____________________________________________________PARIWARA

Pemateri pelatihan tersebut ialah Ketua Komunitas Pecinta dan Pelestari Trigona Bengalon (Mappatoba Community), Muhsin Pemma. Kepada kaltimkece.id, Jumat, 8 Juli 2022, Muhsin menjelaskan, kelulut adalah lebah tanpa sengat. Tetapi, dia mengingatkan, ada banyak sebutan untuk lebah jenis ini. Di Indonesia, ada yang menyebutnya lebah klanceng dan teuweul.

“Di Kalimantan dan Malaysia, sebutannya kelulut. Ukuranya bervariasi. Punya spesies yang sangat banyak,” terang pria tinggal di Sepaso Barat, Kutai Timur, itu.

Lebah kelulut, sambung dia, memiliki sebuah koloni atau perkumpulan lebah yang menghasilkan madu, propolis, dan bee polen. Ketiga hasil produksi koloni lebah itu memiliki nilai ekonomi. Lebah juga bermanfaat bagi tumbuhan karena menjadi pollinator atau perantara penyerbukan tanaman.

“Lebah itu dapat meningkatkan produksi tanamanan, salah satunya tanaman buah,” jelas Muhsin.

Dia menyebutkan beberapa syarat agar lebah kelulut dapat hidup dan berkembang biak. Satu di antaranya ketersediaan enzim. Enzim didapat lebah dari nektar yang manis di pohon atau bunga. Enzim itulah yang kemudian menjadi madu. Lebah kelulut juga membutuhkan serbuk sari bunga dari tumbuhan. Serbuk ini akan menghasilkan bee polen. Selain itu, lebah membutuhkan getah tumbuhan untuk menghasilkan propolis.

Dari semua yang diproduksi kelulut, Muhsin menilai, propolis memiliki potensi ekonomi paling besar. Mengingat, propolis biasanya digunakan untuk obat antibakteri. Muhsin menyebut, propolis  mengandung flavonoid yang dapat mengatasi sekitar 100 penyakit manusia.

“Banyak sekali potensi dari budi daya lebah kelulut, tidak hanya madu. Jadi, sangat menjanjikan jika dikembangkan. Masyarakat mendapat nilai ekonomi dan lingkungan pun terjaga,” ucapnya. Muhsin meyakini, potensi budi daya lebah tanpa sengat di Desa Tepian Terap sangat besar. Keyakini ini didapatnya setelah mengetahui ketersediaan makanan untuk kelulut sangat banyak di desa tersebut.

Potensi dari Kelulut

Desa Tepian Terap terletak di perbatasan Kutai Timur dan Berau. Tidak mudah mencapai desa tersebut. Dari Sangatta, ibu kota Kutim, jaraknya sekitar 123 kilometer atau lebih empat jam dengan menggunakan mobil. 

Kepala Desa Tepian Terap, Eko Sutrisno mengatakan, ketersediaan hutan yang masih terjaga, salah satunya Hutan Jiwata, membuat ketersediaan pakan kelulut melimpah. Hutan ini kerap dimanfaatkan masyarakat Desa Tepian Terap untuk mencari obat-obatan. Sungai Jiwata pun dimanfaatkan warga untuk menggerakkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

“Makanan untuk kelulut sangat melimpah di sini. Makanya, kami menjaga betul-betul hutan kami,” kata Kades Eko Sutrisno kepada media ini, Senin, 11 Juli 2022. 

Sebagai informasi, sebagian besar Hutan Jiwata merupakan areal penggunaan lain (APL). Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kalimantan Forest Project (KalFor Project), luasan APL di sana mencapai 210 hektare, terdiri dari 23 hektare daerah non-izin dan 187 hektare berstatus hak guna usaha (HGU).

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Project leader Mukti Ali menjelaskan, KalFor Project memiliki fokus melindungi hutan APL. Desa Tepian Terap merupakan salah satu desa dampingan KalFor Project. Kelompok tersebut menggandeng KBCF sebagai mitra kerja. Kegiatannya meliputi pengelolaan APL di Desa Tepian Terap yang saat ini memasuki tahap dua, yakni pendampingan usaha. Budi daya madu kelulut adalah satu proyek yang tengah dikerjakannya.

Selain memberikan pelatihan, Kades Eko Sutrisno melanjutkan, KalFor juga menawarkan kepada masyarakat untuk bersama membangun usaha budi daya madu kelulut. KalFor dipastikan memfasilitasi masyarakat yang tertarik membudidayakan lebah kelulut.

“Kami dari pemerintah juga akan memfasilitasi kepada yang antusias mengelola madu kelulut,” imbuh Eko.

Dia menyampaikan, Pemerintah Desa Tepian Terap dan KalFor Project telah membentuk peraturan desa ihwal hutan milik desa. Peraturan ini berfungsi mengamankan APL untuk kepentingan penduduk desa. “Kami dibimbing dan dibantu tim KBCF seperti bagaimana menjaga hutan sebagai habitat madu kelulut,” kuncinya. (*)

Editor: Surya Aditya

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar