Lingkungan

Melihat Komitmen Kutai Timur dalam Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 211 Kali
Melihat Komitmen Kutai Timur dalam Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Pelatihan inventarisasi emisi gas rumah kaca di Taman Botani Kutai Timur.

Pelatihan inventarisasi emisi gas rumah kaca diadakan di Kutim. Diisi pemateri-pemateri berkompeten di bidangnya. 

Ditulis Oleh: Fel GM
27 Oktober 2021

kaltimkece.id Pemkab Kutai Timur turut serta dalam aksi penurunan emisi gas rumah kaca. Komitmen tersebut disampaikan melalui sambutan Bupati Kutim yang dibacakan Asisten II Setkab Kutai Timur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Suroto, dalam Pelatihan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Aksi Mitigasi untuk Pengurangan Emisi di sektor Lahan dan Perkebunan serta Pengukuran Karbon ANKT di Dalam Izin Perkebunan.

Pelatihan yang diadakan Dinas Perkebunan Kutim difasilitasi Kalimantan Forest Project (KalFor Project) dan GIZ SCPOPP. Berlangsung tiga hari, 26-28 Oktober 2021, di Hotel Royal Victoria Sangatta dan Taman Botani Kutai Timur.

Suroto menuturkan, komitmen Kutim menekan gas rumah kaca tertuang dalam visi-misi 2021-2026. "Dalam misi kelima yaitu mewujudkan sinergitas pengembangan wilayah dan integrasi pembangunan yang berwawasan lingkungan," kata Suroto.

Pemkab Kutim juga telah membentuk Pokja Perencanaan Pembangunan Ekonomi Hijau dan Pengembangan Kegiatan Aksi Mitigasi Penurunan Emisi. Pokja dibentuk melalui Keputusan Bupati 055/K.107/2015 dan nomor 050/K.810/2016.

"Meskipun seiring perjalanan waktu kelompok kerja ini belum optimal kontribusinya. Oleh karena itu, saya berharap, kita dapat merevitalisasi dan mengaktifkan kembali Pokja ini sebagai vocal point dalam usaha-usaha penurunan gas rumah kaca, bersama-sama dengan OPD terkait," kata Suroto.

Sebagai daerah dengan penggerak ekonomi di sektor berbasis lahan, kata Suroto, Pemkab Kutim sangat fokus kepada pembangunan ekonomi berkelanjutan. "Khususnya subsektor perkebunan. Lahan yang perlu pencermatan dan fokus perhatian adalah area penggunaan lain (APL) sebagai bagian kewenangan pemerintah kabupaten," katanya.

Suroto mengharapkan peserta pelatihan dapat mengidentifikasi dan menginventarisasi emisi gas rumah kaca. Serta menganalisis dampak aksi mitigasi di sektor lahan dan perkebunan di Kutim. "Selain itu, saya berharap, dengan pelatihan ini dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan informasi dan memahami mekanisme pelaporan pencapaian target penyerapan dan penurunan emisi GRK di sektor lahan dan perkebunan," katanya.

Suroto juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda dan Dinas Perkebunan menyiapkan materi tingkat emisi dan realisasi capaian penurunan emisi gas rumah kaca secara reguler ke Pemprov Kaltim.

Kepala Bidang Perlindungan, Dinas Perkebunan Kutai Timur, Didik Prayitno, menjelaskan, pelatihan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Aksi Mitigasi menggunakan dua pendekatan.  Yakni dalam ruangan untuk penyampaian materi, dan di luar ruangan untuk praktik dan simulasi perhitungan karbon. Adapun praktik simulasi perhitungan karbon dilaksanakan pada area terbuka Taman Botani Kutai Timur.

Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber. Prof Dr Daddy Ruhiyat yang merupakan Ketua Harian DDPI Kalimantan Timur membahas tema strategi dan kebijakan penurunan emisi Provinsi Kaltim. Pemateri kedua yakni Dr Ali Suhardiman Ph.D dari Universitas Mulawarman dengan tema pengukuran karbon pada areal berhutan. Selanjutnya, Dr Yohanes Budi Sulistyoadi, Ph.D dari Unmul dengan materi metode dan kalkulasi inventarisasi emisi GRK (gas rumah kaca) dan pengurangan emisi GRK dari sektor lahan.

Pemateri terakhir yakni dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim. Materi yang dibawakan seputar pengukuran, pelaporan dan verifikasi emisi di Kaltim. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar