Mahakam Ulu

Bupati Mahulu Targetkan Sekolah Terpadu di Tiap Kecamatan, Lobi Pusat Bangun Politeknik

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 219 Kali
Bupati Mahulu Targetkan Sekolah Terpadu di Tiap Kecamatan, Lobi Pusat Bangun Politeknik

Bupati Mahulu Bonifiasius Belawan Geh meninjau gedung SD 007 Mamahak Besar. (nalendro priambodo/kaltimkece.id)

Rencana besar fasilitas pendidikan di Mahakam Ulu tengah mengemuka. Dari pendidikan dasar hingga sekolah tinggi.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
22 September 2020

kaltimkece.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) terus berupaya membangun fasilitas pendidikan dasar dan menengah. Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH bahkan berambisi membangun masing-masing satu sekolah terpadu di tiap kecamatan.

Program percontohan dimulai dari SD 007 Kampung Mamahak Besar Kecamatan Long Bagun. Meski demikian, Bonafius menyadari program strategis ini penuh tantangan.

Selasa, 22 September 2020, Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh meresmikan fasilitas sekolah dasar di kampung kelahirannya itu. Setelahnya, Boni diajak rombongan yang dipimpin seorang pastor berkeliling bangunan mengikuti prosesi pemberkatan. Dipandanginya seluruh bangunan tembok dengan lantai keramik putih dan pilar berlapis batu alam itu. Sesekali mengangguk saat seorang staf menjelaskan fungsi bangunan yang dikerjakan sejak 2017 dengan dibiayai APBD Mahulu lewat skema tahun jamak sebesar Rp 16,3 miliar.

Boni—sapaan akrab Bonifasius, menjelaskan bahwa kehadiran SD 007 diharapkan menjadi percontohan dan teladan pembangunan sekolah terpadu di lima kecamatan Mahulu lainnya. Berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan, peningkatan kualitas standar nasional tenaga pendidik serta manajemen pendidikan. “Saya punya cita-cita SD seperti ini dibangun di tiap kecamatan,” ucap Boni sela peresmian.

Sekolah terpadu adalah sekolah-sekolah yang berada di dalam satu kompleks dan dikelola terpadu. Baik dari sisi kurikulum, pembelajaran, sarana prasarana, dan manajemen. Menjadi sekolah yang efektif dan berkualitas. Mengedepankan konsep pendidikan yang saling berkesinambungan. Sehingga SD dan SMP menjadi satu bagian yang utuh.

Dalam konsep sekolah tersebut, setiap fasilitas menjadi milik bersama. Setiap tenaga pengajar maupun siswa bisa saling memperkuat dan menyinkronkan pembelajaran. Sehingga adaptasi antarjenjang lebih mudah dan berkelanjutan. Boni berkeyakinan kehadiran sekolah ini bersama sekolah lainnya mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Mahulu.

Bahkan, di kabupaten termuda Benua Etam yang ia pimpin, Boni bercita-cita menggagas keterpaduan sekolah dari jenjang dasar hingga sekolah tinggi. Sebagai contoh, perlunya pembangunan politeknik di Mahulu.

Ia menyadari kewenangan SMA dan sekolah tinggi berada di level provinsi dan pemerintah pusat. Sadar akan hal itu, ia berjanji bakal melobi pemerintah provinsi dan pusat mendukung pembiayaan ini.

“Tiap tahun kita upayakan terus bantuan pembiayaan dari pemerintah provinsi dan pusat. Karena kemampuan APBD kita minim,” ucap Boni.

Tantangan lain soal rencana pendirian sekolah terpadu adalah soal pembebasan lahan. Persoalan ini sudah pula ia petakan. Dalam beberapa kali pertemuan, ia mengaku telah berkoordinasi dengan camat dan petinggi kampung menyelesaikan persoalan ini. “Mudahan di tahun berikut, lahan sudah siap,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu Feridiana Hendoq menyampaikan jajarannya terus berupaya maksimal meningkatkan kompetensi pengajar. Upaya ini dimulai sejak pemekaran Kabupaten Mahulu dari Kabupaten Kubar 2013. Tahun ini, dinas yang ia pimpin juga berfokus melatih operator sekolah yang membantu menjalankan pendidikan daring selama pandemi Covid-19.

“Guru-guru dari PAUD dan SD yang belum S1 kita sekolahkan di Universitas Terbuka. Kalau guru SMP sudah semua S1,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar