Mahakam Ulu

Istri Wabup Mahulu Tak Tertolong dalam Perjalanan Darat selama Delapan Jam ke RS Rujukan Covid-19

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2680 Kali
Istri Wabup Mahulu Tak Tertolong dalam Perjalanan Darat selama Delapan Jam ke RS Rujukan Covid-19

Pemakaman Anastasia Dang Juk, istri Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun, di Kuburan Katolik, Sungai Siring, Samarinda.

Anastasia Dang Juk dirujuk ke rumah sakit sejauh 310 kilometer. Wafat sebelum tiba di RSUD AW Sjahranie.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary Ardan
14 Juli 2021

kaltimkece.id Karangan bunga dan papan ucapan belasungkawa berbaris dengan rapi di sepanjang jalan dekat gapura Perumahan Griya Tepian Lestari, Samarinda, yang bercat hijau. Di kompleks yang lebih dikenal dengan nama Karpotek itu, rumah duka Anastasia Dang Juk, istri Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun, berada di Blok JJ. Pendamping hidup orang nomor dua di Mahulu itu berpulang ke rumah Bapa di surga pada Senin, 12 Juli 2021, pukul 23.15 Wita.

Selasa malam, 13 Juli 2021, Yohanes Avun duduk di atas karpet rotan, tak jauh dari peti jenazah di rumah duka. Baru saja, Wabup mengikuti proses kremasi jenazah istrinya sebagaimana permintaan keluarga.

“Istri saya tidak punya riwayat penyakit kronis. Malah saya lihat, beliau justru sehat sekali sebelumnya,” tutur Wabup Mahulu yang diwawancarai kaltimkece.id dari luar rumah melalui sambungan telepon untuk menjaga protokol kesehatan.

Avun memaparkan, tanda-tanda awal kondisi mendiang memburuk terlihat pada Sabtu, 10 Juli 2021. Istri Avun yang terpapar Covid-19 menderita batuk dan pilek. Ketika dirawat di RS Gerbang Sehat Mahulu, Anastasia mengalami sesak napas. Keesokan harinya, Ahad, 11 Juli 2021, Anastasia dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar di Kutai Barat.

Perjalanan dari ibu kota Mahulu menuju Sendawar memakan waktu tiga jam menggunakan speed boat. Setibanya di Kutai Barat, istri Wabup dirawat semalam sebelum diputuskan untuk dirujuk ke Samarinda. Avun mengatakan, rumah sakit rujukan berikutnya adalah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Itu berarti, pasien harus menempuh 310 kilometer perjalanan darat yang memangsa waktu sekitar delapan jam.

Kondisi Anastasia semakin menurun dalam perjalanan darat itu. Saturasi oksigen dalam tubuhnya hanya 80-85 persen dari angka normal 95-100 persen. Padahal, alat bantu pernapasan untuk menyuplai oksigen sudah diberikan kepada Anastasia di dalam kendaraan.

“Kalaupun selang oksigen dicabut, (saturasinya) bisa sampai 40-60 persen. Perjalanan yang jauh juga menambah kondisi istri saya makin drop," lanjut Avun.

Keluarga memutuskan membawa Anastasia ke RSUD AM Parikesit di Tenggarong Seberang di tengah perjalanan. Kondisi perempuan 47 tahun itu kian mengkhawatirkan. Tidak sampai sejam di rumah sakit, Anastasia wafat.

“Sudah tak tertolong lagi,” jelas Avun dengan suara tertahan.

Setelah dikremasi pada Selasa pagi, mendiang didoakan bersama di Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda. Kemudian pada Rabu, 14 Juli 2021, jenazah dimakamkan di Pemakaman Katolik Sungai Siring, Samarinda Utara. Proses pemakaman disiarkan secara virtual dengan difasilitasi Pemkab Mahulu. Hanya keluarga dekat saja yang boleh ikut ke pemakaman.

“Istri saya itu wanita super. Super segalanya,” tutup Wabup.

Anastasia Dang Juk adalah perempuan yang lahir di Kampung Naha Aruq, Kecamatan Long Pahangai, Mahulu, pada 1974. Lulus SMP, Anastasia melanjutkan pendidikan ke SMA di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ia menikah pada 1998 dan dikarunai dua anak. Almarhumah dikenal sebagai sosok perempuan yang supel. Sifat tersebut membuat ketua Dharma Wanita Mahulu ini amat dekat dengan masyarakat setempat. (*)

Editor: Fel GM

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar