kaltimkece.id Debat Pemilihan Kepala Daerah Mahakam Ulu di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Ahad malam, 17 November 2024, berlangsung seru. Tiga pasangan calon menghadirkan gagasan untuk memajukan kabupaten berjuluk Urip Kerimaan itu.
Debat tersebut mengangkat tema Mahakam Ulu, Maju, dan Berdaya Saing. Hadir ketiga paslon bupati dan wakil bupati Mahulu periode 2024-2029. Mereka adalah Yohanes Avun-Juan Jenau (paslon 01), Novita Bulan-Artya Fathra Marthin (paslon 02), dan Owena Mayang Shari Belawan-Stanislaus Liah (paslon 03).
Debat diawali dengan pemaparan visi-misi dari setiap paslon. Mereka kemudian diberi kesempatan memperdalam visi-misi. Hampir semuanya memiliki visi-misi memajukan desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta berkomitmen memajukan UMKM dan kebudayaan.
Setelah itu, para paslon diminta melemparkan pertanyaan ke paslon lain dan saling menanggapi secara bergantian. Dalam kesempatan ini, Yohanes Avun mengajukan pertanyaan tentang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) kepada paslon 03. Berikut kutipan pertanyaannya.
Paslon nomor tiga menyebutkan program transformasi tata kelola dan pelayanan publik, termasuk bebas dari KKN. Bagaimana tanggapan paslon nomor tiga terhadap politik uang yang terjadi selama pilkada? Jika kelak terpilih menjadi pemimpin Mahakam Ulu, langkah apa yang akan diambil untuk memberantas praktik politik uang?
Sebelum waktu bertanya habis, Juan Jenau menambahkan pertanyaan untuk paslon 03.
Paslon nomor 3 berencana melanjutkan dan menambah program dana untuk RT sebesar Rp200 juta sampai Rp300 juta per tahun. Dari mana sumber dananya? Bagaimana pelaksanaan dan pertanggungjawabannya?
Setelah diberi kesempatan oleh moderator, Stanislaus Liah menjawab pertanyaan tersebut. Calon wakil bupati itu menyatakan bahwa paslon 03 berkomitmen memberantas KKN. Caranya yakni meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Lembaga swasta hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan dilibatkan untuk mewujudkan komitmen ini. Berikut jawaban Stanislaus Liah.
Kami akan memastikan bahwa pejabat yang dipilih adalah mereka yang memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai dengan tugas yang diemban. Meskipun Mahakam Ulu masih kekurangan tenaga kerja yang terampil, kami akan melatih sumber daya manusia (SDM) secara serius, tidak hanya selama satu atau dua minggu, tetapi bisa sampai enam bulan atau satu tahun. Dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik, kami yakin praktik KKN akan berkurang karena prosesnya akan lebih terbuka dan terkontrol.
Yohanes Avun kemudian menanggapi jawaban paslon 03 itu.
Walaupun jawaban dari paslon nomor tiga agak malu-malu dalam menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya, kami yakin bahwa mereka juga menginginkan tidak adanya politik uang di Mahakam Ulu. Politik uang ini jangan menjadi tren. Kita harus memilih pemimpin yang berpengalaman dan bisa membawa daerah ini lebih maju, serta bebas dari KKN.
Saat tiba giliran paslon 03 bertanya, Owena Mayang Shari mengajukan pertanyaan mengenai seni dan kebudayaan di era teknologi kepada paslon 01. Berikut kutipannya.
Kami ingin tahu bagaimana Anda memastikan seni-budaya seperti seni ukir dan tari tetap relevan dan bermanfaat bagi generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada teknologi modern? Karena kita tahu betul, sekarang adalah eranya digitalisasi atau era teknologi.
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Yohanes Avun.
Kami sudah membuktikan komitmen kami. Grup seni yang kami dirikan hingga saat ini terus berkembang. Bahkan, salah satu lagu Avun Juan Gerbang Permata adalah ciptaan anak-anak dari GSPD (Grup Sapeq Putra Daerah). Ini menunjukkan bahwa pengembangan seni budaya lokal sudah mulai membuahkan hasil. Ke depan, kami akan lebih menggiatkan festival seni tari, kelompok seni, dan kegiatan budaya lainnya agar anak-anak muda tidak hanya memahami seni daerah tetapi juga menjadi lebih kreatif.
Stanislaus Liah kemudian menanggapi jawaban tersebut.
Kami mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh paslon nomor satu. Itu luar biasa. Terutama untuk seni-budaya lokal di Mahakam Ulu. Namun, kita ingin seni-budaya ini tidak hanya berkembang di level lokal tetapi juga bisa diakui di level regional, nasional, bahkan global. Kami sudah dan akan terus mengirim para musisi dan seniman daerah ke lembaga seni seperti IKJ, ISI Solo, dan ISI Yogyakarta. Harapannya, mereka dapat kembali dengan improvisasi yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Sementara itu, paslon 02 melemparkan pertanyaan tentang peningkatan status desa di Mahulu kepada paslon 03. Berikut pertanyaan Novita Bulan.
Kami ingin tahu bagaimana Anda akan memastikan bahwa kebijakan peningkatan status desa tidak hanya mengacu pada indikator kuantitatif, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah perbatasan yang sering terabaikan dalam perencanaan pembangunan?
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Owena Mayang Shari.
Melalui program Desa Mandiri Mahulu, kami akan membangun infrastruktur dasar, menyediakan layanan kesehatan, serta mendukung pendidikan di desa berkembang. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan agar masyarakat desa dapat memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.
Sebelum waktu habis, Stanislaus Liah melengkapi penjelasan pasangannya itu.
Makna mendasar dari program kami adalah memberikan perhatian pada setiap lapisan masyarakat. Kami akan meningkatkan anggaran dana kampung, memberi subsidi kepada kelompok RT, dan kelompok ibu-ibu melalui Dasa Wisma. Pembangunan tidak hanya soal cor atau aspal tetapi juga tentang melibatkan rakyat secara langsung. Tujuan kami adalah menjadikan Mahulu mandiri, di mana setiap individu dan komunitas desa dapat bergerak maju dengan kemandirian dan kesejahteraan.
Jawaban tersebut ditanggapi oleh Novita Bulan dengan memaparkan sejumlah program unggulannya.
Pembangunan di perbatasan adalah hal yang harus mendapatkan perhatian dan keadilan. Dalam program Mahulu Prima, kami menekankan pentingnya pendidikan yang adil melalui Mahulu Cerdas. Beasiswa akan diberikan tanpa tebang pilih sehingga semua anak didik memiliki akses yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas. Dalam (program) Mahulu Sehat, kami berkomitmen untuk meningkatkan kondisi fasilitas kesehatan, baik di kota maupun di perbatasan. Semua harus mendapatkan perhatian yang setara demi pelayanan kesehatan yang optimal. (*)