Penajam Paser Utara

Kemarau Panjang Mulai Akhir Juli 2020, Petani PPU Diimbau Ganti Padi dengan Palawija

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 294 Kali
Kemarau Panjang Mulai Akhir Juli 2020, Petani PPU Diimbau Ganti Padi dengan Palawija

Petani PPU diimbau beradaptasi jelang kemarau panjang dengan tanaman yang cocok di lahan kering. (koresponden kaltimkece.id)

Menyiasati kemarau dengan menanam palawija ketimbang padi, dinilai tepat bagi kelompok tani.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
28 Juli 2020

kaltimkece.id Musim kemarau panjang diprediksi terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) selama Juli-Oktober 2020. Sejak jauh hari, petani diingatkan mengantisipasi. Seperti menyiapkan tanaman pengganti padi.

"Kami sarankan petani menanam palawija selama kemarau panjang," sebut Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, kepada koresponden kaltimkece.id di PPU.

Menurut Sujiati, menanam padi pada musim kemarau berpotensi gagal panen. Kalaupun tetap panen, produksi padi bakal tak bagus. Hal ini cukup beralasan lantaran lahan persawahan PPU masih tadah hujan. Saat kemarau bakal kekurangan air mengairi sawah.

Menyiasati kondisi alam tersebut, menanam palawija yang tahan cuaca panas bisa jadi solusi. Palawija merupakan tanaman alternatif selain padi. Berupa umbi-umbian atau kacang-kacangan.

Sujiati menyebut pengalamannya menanam ubi rambat saat musim kemarau panjang. Dan hasilnya berhasil membantu menambah pendapatan.

"Sebenarnya panen padi cukup dua kali. Satu kali panen lagi adalah palawija seperti jagung dan kedelai," lanjut Sujiati.

Dinas Pertanian PPU telah diminta lebih gencar menyuluh dan memberi pendidikan kepada masyarakat menanam varietas di lahan kering. Hal ini juga positif untuk menekan alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. (*)

 

Dilengkapi oleh koresponden kaltimkece.id di PPU

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar