kaltimkece.id Puluhan pelajar dilarikan ke Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, Rabu, 11 Februari 2026. Mereka ditengarai keracunan usai menyantap hidangan makan bergizi gratis atau MBG. Video yang menampilkan kondisi para pelajar dirawat di puskesmas beredar di media sosial.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU, Durajat, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyebut total 26 pelajar menjadi korban, 23 pelajar dari SD 008 Waru dan tiga siswa SMA 2 PPU. Puluhan murid SD terdiri dari 16 siswa dan delapan siswi.
Durajat menjelaskan mobil MBG tiba di sekolah pukul 07.40 Wita. Makanan kemudian dibagikan pukul sembilan pagi. Setengah jam setelahnya, siswa-siswi menyantap menu MBG. Tak lama kemudian, sebagian anak mengeluhkan pusing dan mual. Ada pula yang muntah.
Pihak SD 008 membawa satu per satu murid ke puskesmas. Ambulans disebut tiga kali bolak-balik ke sekolah tersebut.
Durajat menyambangi Puskesmas Waru sekira pukul 12 siang. Saat itu, tiga anak diperbolehkan pulang. Ia juga sempat melihat seorang anak nyaris pingsan hingga dibantu alat pernapasan.
Lebih lanjut, ia mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru baru beroperasi sembilan hari, bersama satu SPPG di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu. Kasus dugaan keracunan MBG ini disebut yang pertama di PPU.
Durajat mengapresiasi program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Manfaatnya disebut dapat meningkatkan konsentrasi belajar hingga mengurangi pengeluaran orang tua. Hanya saja, ia berharap program MBG dibenahi agar tak memakan korban.
"Ke depannya harus lebih berhati-hati," ujarnya.
Makanan yang menyebabkan sejumlah siswa kolaps tengah diselidiki oleh Dinas Kesehatan PPU di laboratorium. Durajat meminta masyarakat bersabar sambil menunggu hasil laboratorium keluar.
Di tempat terpisah, Pendamping Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Kaltim, Sirajul Amin, mengaku tengah memonitor peristiwa keracunan MBG di PPU. Akan tetapi, ia belum banyak berkomentar.
"Monitor sambil menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi bersama puskesmas serta dinas kesehatan setempat," ucapnya. (*)