Penajam Paser Utara

Rencana Pabrik Penggilingan Padi Besar dan Modern di Babulu, Penyertaan Modal Rp 26 Miliar

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 234 Kali
Rencana Pabrik Penggilingan Padi Besar dan Modern di Babulu, Penyertaan Modal Rp 26 Miliar

Para petani di PPU bakal didukung pabrik penggilingan padi modern yang dikelola Perumda Benuo Taka. (ilustrasi/freepik)

Pemkab PPU menyeriusi rencana pembangunan pabrik penggilingan padi besar dan modern di Kecamatan Babulu.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
05 Agustus 2020

kaltimkece.id Rencana besar kembali mengemuka di Penajam Paser Utara (PPU). Pabrik penggilingan padi besar dan modern bakal dibangun di Kecamatan Babulu. Dikemukakan dengan sejumlah misi penting.

Pabrik penggilingan padi tersebut bakal dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka. Tak main-main. Penyertaan modal untuk proyek ini diusulkan Rp 26 miliar.

Bupati PPU, Abdul Gafur Masud, mengungkapkan alasan di balik rencana besar tersebut. Salah satunya membantu petani terhindar dari permainan tengkulak. "Jadi pemerintah kabupaten bisa mengendalikan harga gabah maupun beras," sebut Gafur ketika ditemui koresponden kaltimkece.id di PPU, Rabu, 5 Agustus 2020.

Pemkab PPU pun telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda Penyertaan Modal untuk Perumda Benuo Taka kepada DPRD PPU. Para wakil rakyat, sebut Gafur, telah menyetujui rencana penyertaan modal tersebut untuk dibahas lebih lanjut. Dengan harapan, pembangunan pabrik penggilingan padi dimaksud bisa dimulai 2020 ini.

"Rencana ini tak terlepas dari aspirasi petani. Ada keluhan hasil panen lebih banyak dimainkan para tengkulak," ungkap politikus Partai Demokrat tersebut.

Selain memfasilitasi petani, pabrik penggilingan padi berskala besar dan modern ditargetkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) PPU dari sektor pertanian. Niatan ini juga seiring dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke PPU.

Keberadaan IKN di PPU, diyakini membuat kebutuhan beras semakin tinggi. Maka, kehadiran pabrik penggilingan padi representatif, menjadi pendukung krusial dalam pemenuhan kebutuhan pangan tersebut.

Di sisi lain, kelangsungannya juga dijamin tak mematikan usaha penggilingan padi lokal. Menurut Gafur, warga yang menjalankan usaha penggilingan padi selama ini, bakal diajak kerja sama oleh Perumda Benuo Taka. "Sehingga warga yang memiliki usaha penggilingan padi, tidak dirugikan dengan keberadaan pabrik penggilingan padi itu," pungkas Gafur. (*)

 

Dilengkapi oleh koresponden kaltimkece.id di PPU

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar