Penajam Paser Utara

Satu Banding Lebih 10 Ribu, Berisi 178 Ribu Penduduk, PPU Hanya Miliki 90 Dokter

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 562 Kali
Satu Banding Lebih 10 Ribu, Berisi 178 Ribu Penduduk, PPU Hanya Miliki 90 Dokter

Jumlah dokter di PPU masih jauh dari ideal. (ilustrasi)

Jumlah dokter di PPU begitu minim. Bahkan satu puskesmas hanya berisi satu dokter.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
30 September 2020

kaltimkece.id Penajam Paser Utara (PPU) tercatat berisi 178 ribu penduduk. Sedangkan jumlah dokter terdaftar, hanya 90 orang. Jauh dari rasio ideal satu dokter melayani 4-5 ribu penduduk.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Arnold Wayong  pada Rapat Forum Kemitraan dan Komunikasi Semester II Tahun 2020 yang digelar melalui video conference bersama BPJS Kesehatan Balikpapan, Selasa pagi, 29 September 2020.

Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang PPU, sekarang berjumlah sekitar 90 orang. Sementara rasio pelayanan kesehatan secara nasional satu dokter maksimal melayani 4 sampai 5 ribu penduduk.

"Jika dilihat dari rasio pelayanan kesehatan secara nasional, dokter di sini belum mencukupi. Saya berharap tahun depan ada formasi CPNS dibuka untuk tenaga kesehatan, khususnya dokter," ungkap Arnold.

Menurut Arnold, di PPU rasio perbandingan dokter dengan penduduknya adalah satu dokter untuk melayani 10 ribu penduduk. Bahkan di puskesmas padat pelayanan seperti di Penajam, Petung, dan Babulu, jumlah dokternya masih minim. Begitu juga Puskesmas Maridan yang sejauh ini baru ada satu tenaga dokter.

"Idealnya ada dua dokter di masing-masing puskesmas. Jadi bisa bergantian melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan medis,"jelas Arnold Wayong.

Asisten III Sekretariat Pemerintah Kabupaten PPU, Surodal Santoso, mengatakan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PPU, sebenarnya telah mengajukan usulan formasi tenaga dokter kepada Kemenpan Reformasi Birokrasi. Namun karena pandemi Covid-19, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2020 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Semoga tim kesehatan bisa melakukan analisa kebutuhan dokter, bidan, dan perawat yang diperlukan. Sehingga penyebaran dokter di PPU ke depan lebih merata dan masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan dengan mudah," sebut Surodal. (*)

 

Dilengkapi oleh koresponden kaltimkece.id di PPU

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar